Sosok yang sangat saya kenal , sekarang sedang dan masih :
Kurang bersemangat
Badan lemas, bahkan tidak kuat berdiri atau jalan lama
Tidak ada nafsu makan
Pandangan nanar
Perut mulas
Mual
Muntah
Fisik lemah
Kurang fokus belajar
Tidak menjadi diri sendiri secara penuh
Melakukan beberapa hal dengan tidak maksimal karena tidak ‘mau’ berbuat yang terbaik darinya
Tiba-tiba suasana hatinya berubah dengan cepat, senang sedih, tersenyum termenung, tertawa terdiam
Sakit apa dia? Maag? Demam? Keletihan? Atau, itu stres?
Gadis ini tahu bahwa ia tidak bisa berlama-lama lagi seperti itu. Ia tahu ini tidak baik untuk dirinya dan orang di sekitarnya. Ia seperti ini sejak masalah –yang kata temannya itu masalah yang sederhana- hadir dalam hari-harinya yang sebelumnya tenang dan menyenangkan. Ia paham bahwa hal itu harus dihadapinya selama beberapa waktu ke depan. Ia yakin akan banyak hikmah dan pembelajaran yang akan dan sedikit telah dikecapnya. Ia juga membayangkan saat ia telah berhasil menjalani dan melewati ‘masalahnya’ itu, ia akan tersenyum bahagia, akan mengingat dan mungkin saja merindukan hal itu. Namun, ‘efek’ dari keterkejutan dan kegelisahan masih dirasakannnya.
Mari kita doakan, agar gadis itu bisa menjalani hari-harinya yang ‘agak’ berat.
Agar ia terus bersemangat dan bisa menjadi dirinya sendiri
Karena, saya sangat sedih melihat gadis ini
Saya ‘turut’ merasakan apa yang ia rasakan


