Posted in penaku

Perhitungan Suara Sementara PILKADA kota Padang

Pesta demokrasi kota Padang telah dimulai. Kamis, 23 Oktober 2008 merupakan hari dimana masyarakat kota Padang memilih Walikota dan Wakil Walikota Padang pertama kali dengan pemilihan langsung. Setelah selama lebih kurang 2 minggu para 5 pasang cawako dan cawawako telah beradu argument dalam beberapa kali debat calon walikota, berkampanye menarik simpati masyarakat kota Padang dan langsung turun ke jalan untuk melihat keadaan masyarakat, maka tibalah hari penentuan siapakah pemimpin yang sesuai dengan kehendak sebagian besar masyarakat.

                                          

Para 5 pasang cawako dan cawawako ini adalah: calon independent Drs. Ibrahim, MM dan H. Murlis Muhammad, M.HUM (IMAM) di nomor urut 1. Ir. Mudrika dan Drs. Dahnil Aswad, M.Si (MUDA) yang juga calon independen berada di nomor urut 2, calon incumbent Drs. H. Fauzi Bahar, M.Si dan H. Mahyeldi Ansharullah, SP nomor urut 3, kader Demoktar DR. H. Jasrial, M.Pd dan Drs. H. Muchlis Sani (JAMU) di nomor urut 4 serta kader PPP Drs. Yusman Kasim, MM dan Yul akhyari Sastra, SH (YUSRA) di nomor urut 5.

 

Kota Padang  selama 2 minggu terakhir dihiasi oleh pamphlet, poster dan baliho masing-masing calon. Berbagai acara debat cawako pun diselenggarakan. Mulai dari debat secara on air dan off air. Kampanye terbesar pun tak surut dari perhatian masyarakat. Pasangan nomor urut 3, Drs. H. Fauzi Bahar, M.Si dan H. Mahyeldi Ansharullah, SP mengadakan kampanye akbar di lapangan Imam Bonjol Padang. Kampanye ini dipenuhi oleh sebagian besar massa pendukung Fauzi Bahar dan rekan-rekannya sesama aktivis Partai Amanat Nasional dan pendukung Mahyeldi yang terdiri dari simpatisan serta kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Banyak orang memperkirakan bahwa pasangan yang memiliki slogan Terbukti MEmbuat Perubahan ini yang akan memenangkan Pilkada. Pasalnya, charisma Fauzi Bahar yang merupakan Walikota Padang saat ini belum sirna di mata sebagian besar masyarakat dan Fauzi-Mahyeldi merupakan koalisi yang solid dari gabungan 2 partai besar di Padang, PKS (Mahyeldi) dan PAN (Fauzi Bahar). Pendidikan yang semakin membaik dan nuansa islami yang semakin kental di kota Padang membuat masyarakat sepertinya masih ingin memberi amanah pada Fauzi Bahar sebagai penguasa kota Padang, kendati juga ada banyak pihak yang tidak menginginkan beliau untuk kembali menjadi Walikota karena kurang tertibnya lalu lintas pasar dan perekonomian kota Padang yang sepertinya kurang menunjukkan perbaikan.

 

Masing-masing calon mempunyai charisma tersendiri. Pasangan IMAM merupakan salah seorang pendiri sekolah gratis SMK Dhuafa, pasangan MUDA merupakan calon independent yang nyaris selalu tepat waktu ketika diundang ke berbagai acara debat cawako, pasangan fauzi-Mahyeldi dengan massa partai (PKS dan PAN) yang besar, JAMU dengan kebersahajaannya dan pasangan YUSRA, Yusman Kasim adalah ketua BNK Padang dan mereka merupakan koalisi PPP dan PDIP.

 

Hasil perolehan suara sementara menunjukkan pasangan Fauzi-Mahyeldi unggul di beberapa kecamatan. Pada TPS 17 di kompleks Wisma Indah VII Parupuk Tabing, Fauzi-Mahyeldi unggul 73 suara, YUSRA 49 suara disusul JAMU dengan 46 suara, MUDA 19 suara dan IMAM 5 suara serta 76 surat suara yang rusak. Pada kecamatan Padang Barat, Fauzi-Mahyeldi memperoleh 7256 suara, pasangan Yusman-Yul akhyari memperoleh 3192 suara disusul pasangan JAMU dengan 3000 suara, pasangan MUDA 1135 suara dan terakhir pasangan IMAM memperoleh 1041 suara. Pada kecamatan lain, seperti kecamatan Nanggalo sekitar 10000 orang memilih Fauzi-Mahyeldi dan kecamatan Koto Tangah dengan 3625 suara milik Fauzi-Mahyeldi. Di Singgalang, yang merupakan daerah tempat-tinggal Murlis Muhammad (IMAM) kelurahan Batang Kabuang pasangan IMAM dan Fauzi-Mahyeldi memperoleh suara yang seimbang sebanyak 83 suara, disusul JAMU dengan 56 suara, YUSRA dengan 15 suara dan MUDA sebanyak 5 suara.

 

Menurut pantauan Padang TV, jumlah perhitungan sementara ini dipimpin oleh Fauzi-Mahyeldi. Pasangan YUSRA pada posisi ke 2, JAMU posisi ke 3, MUDA posisi 4 dan IMAM pada posisi 5.

 

Masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan Pilkada pada kali pertama ini. Daerah pinggiran Padang masih ada yang belum mengetahui kapan pelaksanaan Pilkada, banyaknya calon pemilih yang golput bahkan ada sebuah kompleks perumahan yang tidak dapat memilih karena tidak adanya kartu tanda pemilih yang diberikan petugas kelurahan. Selain factor masih kurangnya sosialisasi KPU Padang, para pasangan calon hendaknya juga ikut mengunjungi mayarakat di pinggiran kota serta masyarakat seharusnya ikut menyukseskan Pilkada pertama kota Padang ini dengan menggunakan hak suara dan mengajak warga untuk tidak golput.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s