Posted in penaku

Tentang, “ke mana parpol ketika bencana?”

Tergelitik mendengar komentar seorang Bapak yang menelepon di acara Suara Anda, Metro TV. Setelah Si Bapak meminta berita yang ingin ditayangkan, beliau diberi kesempatan untuk berkomentar. Tanpa berpanjang lebar, beliau mempertanyakan keberadaan parpol-parpol yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia, tapi tidak berkontribusi ke daerah bencana. Beliau juga bilang bahwa Mentawai yang masyarakatnya memilih partai-partai besar (kurang jelas apa maksud beliau, mungkin beliau punya data), tapi tidak membantu korban bencana.

Saya tertawa sekaligus sedih mendengar statement Bapak ini. Memang, manusiawi ketika kita menuntut para pengurus parpol (yang selama ini kita anggap adalah mereka yang telah kaya di kursi empuk DPRnya) untuk turun tangan ketika ada bencana. Kita geram ketika parpol hanya turun ke masyarakat saat akan pemilu dan pilkada saja, atau hanya berupa spanduk ucapan selamat menjalankan ibadah ramadhan, idul fitri, dan sebagainya. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa kita melihat hal ini dari satu sisi saja? Kita hanya melihat satu atau dua yang kurang baik, lalu kita generalisir hingga berpikir bahwa semua parpol begitu?

Mungkin saja, Bapak penelepon tadi lupa atau belum melihat berita-berita lain dari sumber yang berbeda, tidak hanya dari media elektronik saja. Mungkin beliau belum tahu dan beranggapan bahwa apa yang tampak di TV, hanya itulah kejadian di tempat terjadinya bencana. Padahal, BEGITU BANYAK HAL YANG TERJADI DI TEMPAT KEJADIAN YANG TIDAK DILIPUT OLEH WARTAWAN. Mau contoh? Hendra Makmur, seorang jurnalis yang satu dua hari setelah tsunami Aceh langsung tiba di Aceh menceritakan, betapa para anggota Forum Pembela Islam (FPI) yang di Jakarta hingga se Indonesia diberitakan begitu anarkis, malah sesudah tsunami Aceh, mereka ikut membantu para korban dan mengumpulkan mayat dan bahkan ada beberapa orang yang khusus menyolatkan mayat yang baru dikumpulkan rekannya. Mereka tidak anarkis di sana, tapi mereka membantu saudara kita di sana. Adakah media elektronik, khususnya TV, yang meliput ini? Kebaikan mereka tidak diberitakan media elektronik khususnya TV. Mungkin ada beberapa media cetak yang memuat ini, namun tidak banyak, tidak banyak diketahui masyarakat daerah lain.

Ada lagi. Jika sepuluh tahun belakangan Anda jeli dalam melihat liputan para reporter TV tentang bencana di berbagai daerah, Anda akan melihat ada tenda-tenda khusus untuk masyarakat setempat yang berlambangkan sebuah parpol. Jika Anda jeli melihat liputan tentang banjir di Jakarta yang tiap tahun terjadi, Anda akan melihat para anggota TNI dibantu oleh beberapa relawan yang berpakaian seragam, pakaian lapangan sebuah parpol. Juga di berbagai tempat lainnya yang membutuhkan bantuan, lihatlah dengan jeli di kotak ajaib Anda, Anda akan melihat mereka, berpakaian seragam, dengan berlambangkan sebuah parpol. Lagi, tentang banjir wasior, meletusnya gunung Merapi, dan tsunami Mentawai. Mereka, para pemuda berpakaian seragam lapangan berlambang parpol, mereka ada di sekitar para korban bencana. Mereka ada di Wasior, ada di pengungsian masyarakat dekat gunung Merapi, mereka juga bergerak untuk Mentawai. BAHKAN MEREKA JUGA ADA DI SEKITAR KITA, YANG SEDANG TIDAK DILANDA BENCANA. Mereka ada di sekitar Ibu-Ibu dalam program-program untuk para Ibu, mereka ada di mesjid-mesjid untuk menyampaikan apa yang mereka ketahui walau satu ayat, mereka ada di dekat para preman untuk merangkul para anak muda ke arah yang lebih baik, mereka ada di dekat anak-anak, generasi penerus bangsa, yang dengan setia mereka rangkul untuk menjadi pribadi yang berprestasi, dan mereka ada di pemerintahan untuk memperbaiki dan mengubah hal-hal yang tidak baik. Posisi dan usaha positif mereka di pemerintahan tidak banyak bahkan sangat jarang diliput media. Keputusan mereka untuk menolak mobil dinas dari uang rakyat, tidak banyak diketahui masyarakat. Keputusan mereka untuk mengurangi anggaran ini itu di berbagai DPRD dan DPR, yang bahkan ditentang oleh parpol lain, masyarakat tidak banyak tahu. Beberapa dari mereka dimarahi kawannya karena keluar dari sebuah hotel mewah di luar negeri saat kunjungan kerja karena di setiap kamar ada wanita penghibur yang menunggu, kita juga tidak pernah dengar. And, this is real…!! Bahkan sekarang sudah ada beberapa parpol yang mengikuti langkah ‘beberapa orang’ ini dalam terjun ke masyarakat.

Mereka bagai tak diketahui keberadaannya, hanya diketahui oleh beberapa orang saja. Ketika masyarakat luas mendengar dan membaca tentang kebaikan mereka, mungkin sulit untuk memercayainya. Namun, bagi Anda yang langsung melihat ‘mereka’, Anda yang langsung melihat aksi nyata mereka untuk rakyat, Anda akan terkesima, akan takjub, bahwa masih ada orang-orang seperti mereka. Masih ada orang-orang bersih di antara sekumpulan orang-orang yang mulai tidak bersih.

Kembali ke komentar Bapak tadi. Sebaiknya, kita melihat sesuatu dari beberapa sudut, dari beberapa sumber. Jika kita hanya melihat dari satu sisi saja, seperti dari pemberitaan di TV saja, maka kita akan salah dalam mengambil kesimpulan atas sesuatu. Karena, tidak semua hal yang mampu diberitakan di TV.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s