Posted in penaku

Ba’da gempa 10.11

Apa yang sedang Anda lakukan di hari Jum’at, 3 Desember 2010 pukul 10.11? Ada yang lagi kuliah, di angkot, dan ada yang lagi Dhuha. Dan…apakah merasakan gempa? Hehe…bagi yang di Padang dan tidak sedang di angkot yang lagi melaju kencang, merasakan gempanya..

Allaahu akbar…Allah kembali menyentakkan kami dengan gempa. Ya, gempa di hari Jum’at, 3 Desember 2010 berkekuatan 4,2 SR yang berpusat di 7 km Timur Laut Padang ini, dari getarannya, terasa bahwa ini bukan gempa tektonik, atau yang biasanya kami (yang sering diguncang gempa) sebut gempa dari laut. Ini gempa yang pusatnya di darat karena guncangannya tidak berayun-ayun seperti dari laut. Guncangannya….Ya Allaah, Allaahu Akbar. Walau Cuma 4,2 SR, guncangannya seperti 7 koma sekian SR, karena pusat gempanya di arah timur Padang, dekat dari sini. Jadi, sebelum tahu kalau kekuatan gempanya 4,2 SR, Anda yang merasakan pasti sulit percaya karena guncangannya kuat.

Saat asyik ngetik proposal bersama laptop tercinta, terasa guncangan. Guncangan kali ini seperti guncangan G30 S (Gempa 30 September 2009) lalu, guncangan pertama yang dirasakan langsung kuat, keras. Gempa-gempa sebelumnya tidak begitu, guncangan awal agak lambat-agak kuat-kuat-sangat kuat. Allah…serasa rumah akan roboh di depan mata. Ayah dan Ci langsung lari keluar rumah. Alhamdulillah, guncangannya sebentar, tidak lama seperti gempa-gempa sebelumnya.

Setelah tidak terasa guncangan, segera Ci ambil jaket ASSALAM, hp, dompet, dan ‘rapi-rapi’ sedikit. Takut, karena rumah dekat laut, kurang dari 1 km, masuk zona merah. ‘cubo caliak ka simpang ko, Ci” kata Ayah, maksudnya simpang gang rumah. Ci langsung jalan melihat keadaan. Tidak begitu banyak yang lalu lalang seperti gempa-gempa sebelumnya yang umumnya terjadi sore, di saat tetangga umumnya sudah di rumah. Hanya ada beberapa motor, beberapa bapak-bapak ojek, dan sedikit mobil. Ci kembali ke rumah dan bilang ke Ayah, “Yah, ka lua wak”. Ci ingin kami jalan KAKI ke simpang Asrama Haji agar lebih aman, maksudnya sebagai usaha untuk menyelamatkan diri kalau ada tsunami. Alhamdulillaah, di seberang simpang Asrama Haji, gerbang pangkalan udara TNI AU selalu dibuka dan sudah dipampang spanduk DAERAH EVAKUASI TSUNAMI. Dan pikiran Ci ke sana, karena jalan itu akan membawa kami ke daerah yang lebih aman, kabarnya nanti berakhir di by pass.

Kami berjalan agak cepat. Asrama haji tidak begitu lengang, karena jemaah haji baru sampai dari Makkah. Masih ada beberapa keluarga yang menjemput jemaah haji, meski tidak begitu ramai seperti hari-hari sebelumnya. Lalu lalang masyarakat sekitar Asrama Haji juga tidak begitu ramai. Beberapa warung makan dadakan dan beberapa lapau masih buka dan masih tampak kesibukan antara penjual dan pembeli. Kami terus jalan, ada beberapa anak kecil tampak cemas, ada juga beberapa Ibu Bapak yang berjalan seperti biasa. Kami sampai di simpang Asrama Haji, jalan raya belum begitu ramai. Ci berpikir, kalau tadi bawa mobil, sebenarnya bisa dan tidak terjebak macet. Tapi, bukan membawa mobil yang jadi tujuan, tapi menyelamatkan diri. Kami berdiri di depan sebuh bengkel yang hamper berseberangan dengan gerbang pangkalan udara TNI AU. Ci berpikir untuk jalan ke sana, masuk dan terus berjalan. Tapi akhirnya kami tetap di tepi jalan raya. Murid-murid SMP 13 sudah mulai ramai menunggu angkot. Ci terus perhatikan gerbang itu, hanya ada satu motor yang masuk ke sana, tidak ada orang lain yang masuk ke sana, padahal ada spanduk besar sebagai petunjut bahwa di sana jalan evakuasi tsunami. Setelah beberapa menit berdiri, jalanan mulai ramai, semakin ramai, tapi tidak menyebabkan macet. Kami memutuskan untuk membeli saketek samba di sebuah tempat makan. Di sana ada tv, kami pun menonton sebentar untuk melihat berita. Ternyata baru di metrotv diberitakan ada gempa, itupun mereka kabarkan dari tweet beberapa orang, bukan informasi resmi dari BMG, karena BMG belum bisa dihubungi dan BMG belum memperbarui info gempa terkininya, kata hostnya. Tiba-tiba Ayah dapat SMS dari seorang teman, bahwa gempanya berkekuatan 4,2 SR dan beberapa informasi lainnya. Ha? Is that right?

Kami lanjut jalan ke SMP 13, satu-satunya bangunan tinggi berlantai 3 di sekitar asrama haji. Ada beberapa bangunan lain berlantai 3, tapi kurang tinggi dibanding SMP 13. Akhirnya kami sampai lagi ke Asrama haji. Tampak beberapa orang dengan ransel besar sedang mengunci pagar rumah dan memeriksa beberapa hal, sepertinya mengecek agar rumah mereka aman kalau ditinggalkan. Ci terus melihat ke beberapa banda, apa air surut atau tidak. Kalau surut, berarti kemungkinan tsunami. Tapi memang cara ini tidak begitu akurat, karena mungkin saja bandanya tersumbat. Dan…akhirnya kami sampai di rumah. Kami lihat di tv, ternyata benar 4,2 SR. dan, Alhamdulillah tidak ada tsunami.

Sore, 15.20
Ci akan pergi les. Ayah mau mengantar sekalian Ayah mau beli limau. Saat di jalan, sambil mengendarai mobil, Ayah bilang, “langang kota Padang”. Hehe…agak langang sih iya, tapi tidak begitu langang koq, Yah. Saat memasuki jalan Jendral Sudirman, baru ramai. Ternyata, ITI, tempat Ci les, tutup! Ooh..dari jalan Rohana Kudus, kami bisa lihat kalau banyak took di Permindo yang tutup. Jadilah Ci tidak les. Ayah langsung mengingatkan untuk membeli jeruk. Kami terus ke pasar lewat belakang Rocky.

Saat baru masuk pasar….what? Pasa langang! Sepi! Ci turun dan langsung masuk pasar ke arah tempat berjualan buah. Dan…langang. Setelah berkeliling, hanya ada beberapa pedagang, tapi tidak ada yang berjualan jeruk, yang banyaknya semangka. Eh, ada satu, seorang Bapak yang jualan beberapa sayur dan saonggok limau, bisa dihitung jari, tapi kurang ‘bagus’ jeruknya. So, tak jadi beli. Ci langsung ke parkiran mobil. Setelah ci tawarkan bagaimana kalau semangka, Ayah tidak mau. Kami pulang melewati Permindo. Hanya beberapa toko yang buka. Sari Anggrekpun tidak buka.

Ternyata, gempa yang walau 4,2 SR tapi kalau kita berada dekat dari pusat gempa, akan terasa sangat kencang, seperti berkekuatan 7 SR. Berarti, gempa-gempa berkekuatan besar yang selama ini kami rasakan, kalau berada lebih dekat dengan pusat gempa, akan terasa lebih kuat. Bayangkan, tadi hanya 4,2 SR serasa seperti 7 SR karena jarak kami dengan pusat gempa 4,2 SR lebih dekat. Kalau jarak kami juga dekat dengan pusat gempa 7 SR? lebih kuat dong…Allaahu akbar..!!

2 thoughts on “Ba’da gempa 10.11

  1. Hoho…
    Waktu itu Aul lagi di skolah kak…
    Hmm, gak kencang bgt sih, kerasanya.
    Tapi cukup bikin ribut.

    Hehe…
    makasih kak…
    nice blog juga🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s