Posted in penaku

Kata Bermagnet

Tergelitik (lagi) saat belajar Operation Research (OR) dengan Pak Gesit. Waktu itu kami (Dude 09) belajar di salah satu kelas gedung baru FE (first time). Saat Saya berusaha untuk mengerti njelimetnya angka-angka yang dengan manis bergelantungan di papan, Pak gesit menyebutkan kata bermagnet itu. Kalau tidak salah, waktu Pak gesit menjelaskan tentang dummy atau degenerasi, ada teman (lupa, siapa ya?) yang nyeletuk, “ndeeh..ba a caronyo tu, Pak?”. Kira-kira seperti itu. Pak Gesit yang terlihat selalu gesit pun menjawab sambil tersenyum, “dengan kecerdasan”.

Deg! Saya langsung teringat sesuatu. Tapi tidak berkaitan dengan OR dan complicatednya angka-angka tadi.

KECERDASAN, kata bermagnet yang telah menarik banyak orang (walau tidak punya data secara empirik). Tapi ada keyakinan dalam diri, bahwa forum di mana Saya tahu kata bermagnet itu, dipenuhi oleh orang-orang yang telah ‘terhipnotis’ oleh kekuatan magnetis kata itu. Dan, keyword dari Pak Gesit, KECERDASAN, adalah kata motivasi yang sering kami dengar dan terus kami coba praktikkan di ASSALAM SUMBAR, dengan sedikit berbeda, CERDASI. Cerdas yang merupakan kata sifat, ditambah akhiran i, maka akan menjadi kata perintah. Tapi, tidak seperti kata perintah yang biasanya digunakan dalam percakapan. CERDASI menyimpan nilai besar, yang mampu mengubah dunia (berlebihan..).

Siapa yang sudah pernah diberi amanah dalam kepengurusan ASSALAM, tidak asing lagi mendengar kata CERDASI. SAya belum sempat menelusuri sejarah adanya CERDASI di ASSALAM, yang pasti para abang-abang ‘sesepuh’ beberapa kali menggunakan si CERDASI saat memberi taujih atau masukan di rapat. Ketika uda dan uni memberikan tanggapan atas masalah yang kami hadapi, mereka mengakhirinya dengan kata CERDASI. Saya juga tidak menyangkal kalau di organisasi lain mungkin juga sering memakai si CERDASI.

CERDASI, bagi Saya, menyimpan makna yang luar biasa. Jika ada masalah, cerdasi. Ketika berduka, cerdasi. Bahkan, ketika senang, cerdasi. Contoh sederhana, setelah gampo gadang sementara kita ada di daerah zona merah rawan tsunami, maka CERDASI untuk segera berusaha menyelamatkan diri dengan berjalan kaki atau bersepeda, jangan gunakan mobil, karena di jalan pasti macet. Ketika secara tidak sengaja takasa mangecek ke teman dan sang temanpun marah, maka kita CERDASI dengan segera minta maaf, toh tidak berat untuk minta maaf dan koreksi diri (banyak yang tidak baikan dan kecewa pada temannya hanya karena masalah permintaan maaf yang tidak tepat, so CERDASI). Saat senang, CERDASI dengan lebih banyak senyum dan berbuat baik pada orang lain. Jika punya uang banyak, berikan pada yang membutuhkan. Saat lagi banyak tugas, jangan panik dan menggerutu (banyakkah di sekitar kita, atau malah Anda dan Saya?). Mari kita CERDASI para tugas-tugas itu dengan menyelesaikannya bertahap. Kalau kita menganggap masalah (termasuk tugas-tugas) itu berat dan tidak menCERDASInya, maka tugas yang dibuat pun akan terasa lebih berat bahkan tidak maksimal penyelesaiannya. Apakah Anda punya contoh lain?? (silakan beri komentar di bawah).

CERDASI, kata ampuh yang bisa membuat hidup terasa lebih ringan (tapi tidak diringankan), lebih menyenangkan. CERDASI, kata bermagnet yang mampu memperbaiki pola pikir yang awalnya cenderung ribet dalam hadapi permasalahan. Tentu masih banyak lagi makna CERDASI. Makna-makna itu akan semakin tergali dan terasa powernya ketika kita berinteraksi dengan banyak orang dan aktif di organisasi ataua kelompok lain, karena CERDASI dapat kita rasakan makna dan betapa berpengaruhnya CERDASI dalam kehidupan.

Dan, sesaat setelah Pak Gesit mengatakan KECERDASAN, Sigit tertawa sambil mengatakan, “Kecerdasan..”, sementara beberapa teman lainnya masih bingung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s