Posted in Renungan

Friendship

Segala sesuatu yang terjadi pada diri kita merupakan sebuah pembelajaran. Maka, jika kita memahami ini sebagai sebuah hikmah, tidak akan ada kata-kata “aah…capek, ngapain aja kalau kita ngak dapat apa-apa” atau “kalau cuma gitu, mending aku santai-santai di rumah”. Intinya, lihatlah sesuatu dari beberapa sudut pandang.

Hal yang paling dekat dengan kita adalah tentang pertemanan dan persahabatan. Kita senang kalau mempunyai teman yang bisa mengerti kita, teman yang bersedia meluangkan banyak waktunya untuk kita, teman yang mengiyakan segala hal dari kita, teman yang melakukan ‘pembenaran’ atas kita, tidak membenarkan kita. Ketika si teman tidak sesuai dengan keinginan –atau bahkan kepentingan- kita, kita seolah menjauhi dan melupakan kebaikannya. Dan banyak hal-hal lainnya yang kita nafikan.
Seorang teman yang terlihat lugu, agak garing, dan agak dinomorduakan. Kami yang telah berusaha keras untuk mendampinginya menjadi pribadi yang lebih baik, takjub dengan kata-katanya di suatu waktu. “KALAU KITA TERUS MENGGUNAKAN AKAL, KITA AKAN SEMAKIN TINGGI. KALAU MENGGUNAKAN HATI, KITA SEMAKIN MERENDAH. BERTEMAN DENGAN HATI, TIDAK DENGAN AKAL. KALAU TERUS DENGAN AKAL, KITA AKAN TERUS PECAH SEPERTI INI.” Begitu inti kalimatnya yang saya tangkap. Saat ketakjuban itu belum sirna, saya berkesimpulan bahwa KALAU SEMATA-MATA DENGAN AKAL, KITA BERTEMAN HANYA AKAN DIPENUHI OLEH PRASANGKA. Ya, prasangka. Siapa bilang konflik di berbagai kelompok sosial tidak bisa timbul hanya gara-gara masalah kecil dan diperbesar oleh bumbu prasangka? Bisa, sangat bisa. Silakan lihat dan rasakan saat anda ada di berbagai kelompok dan komunitas sosial, apatah itu geng anda (bersama teman dekat), hingga kelompok formal seperti di berbagai institusi.
Maka, teman, kawan, sahabat, mari kita bersihkan niat dalam berteman dan bersahabat dengan siapapun. Ketika kita berteman dan dekat hanya karena kepentingan pribadi saja, maka hubungan itu tidak akan harmonis dalam waktu lama. Ketika berteman hanya mengandalkan akal bahkan prasangka, maka anda tidak akan bisa berteman dengan siapapun. Terimalah teman apa adanya, jangan berekspektasi terlalu tinggi, cobalah untuk saling mengerti, selesaikan secara langsung jika ada masalah, jangan libatkan orang lain dalam masalah yang tak semestinya dia terlibat, dan berpikirlah positif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s