Posted in Me

Cerita SDku (PR)

Ini tugas dari kak imel, untuk menulis tentang satu sisi kita di masa kecil. Okelah kak, I have written it..

Ci masuk SD lebih cepat setahun. Waktu itu masuk SD Negeri kena masuk umur 6 (sekarang 7 tahun), Ci masuk umur 5 lebih sikit. Masuk awal bukan karena ci pintar sangat, tak la. Sebelumnya, Ci TK di TK Amal Muslimin. Kenapa masuk cepat? Beberapa tahun lalu, waktu Ci tanya Ibu, Ibu cakap Ci masuk awal karena dulu Ci minta-minta juga mau sekolah. Bukan karena pintar sangat atau jenius, bukan. Ci minta mau sekolah juga karena tiap pagi Ci lihat ayah ke kantor, ibu juga ngantor, kak puti dan uda pergi sekolah. Tinggallah Ci dengan Uni yang bantu-bantu di rumah. Waktu ada 2 kakak sepupu di rumah, mereka sekolah dan kuliah juga. Because of it, Ci waktu itu tidak bisa masuk SD negeri, jadi Ci dimasukkan di SD Swasta, yaitu SD Baiturrahmah.

Kelas 1

Awal-awal masuk, Ci gak mau Ayah pulang (waktu itu Ayah yang lebih sering antar ke sekolah). Ci nangis, hehe. Itu awal-awal. Seiring bergantinya hari (??), sudah bisa sendiri. Kami kelas 1 langsung belajar bahasa Inggris. Pusiing, I wasn’t understand. Teman-teman dulu, ada Veby, Annisa (ada 2), Lini, Dewi, dll. Banyak, tapi tidak begitu ingat lagi.

Kelas-kelas selanjutnya
Dulu ada program suntik seperti posyandu gitu, gak ingat apa namanya (ada yang tahu? Kasih comment, ya). Kami disuntik dibagian atas lutut. Ada yang lari, ada yang takut dan gak masuk sekolah hari itu, ada yang berani. Huufh..akhirnya terlewati hari itu..

Tidak ingat kelas berapa, Ci mulai belajar pulang sendiri dengan naik angkot. Sebelumnya pakai bus sekolah. Pernah juga dijemput Ibu, kakak sepupu, atau Uni yang bantu di rumah. Waktu belajar naik angkot sendiri, ternyata Ayah ngikutin angkot yang Ci naiki! Ci waktu itu tentunya sudah hafal bentuk dan warna mobil ayah. Apalagi kelihatan kalau Ayah yang bawa mobil. Hehe…ayah lihatin anaknya, pulang dengan selamat gak ya?? Hehe…terima kasih, yah. Sampai di rumah, kak puti dan uda sedang main raket (badminton). Ci bilang kalau ci naik angkot sendiri tadi. eeh…kakak dan uda ini tidak percaya! Setelah itu ci tak ingat lagi, hihi..

Kelas 4, mulai ada program tiap jumat di sekolah. Lupa namanya. Semua siswa dan guru berkumpul di lapangan (tentunya berkumpul yang rapi ala anak SD) menyaksikan beberapa siswa yang tampil. Ada yang hafalan surat pendek, kultum, dll. Acaranya diatur Bapak Ibu guru mengaji. Dulu sempat disuruh beberapa kali tampil. Waktu itu ‘agak’ berani karena sepertinya gak ada yang serius memperhatikan, hehe..

Akhir kelas 4, Bapak guru mengaji sering memanggil Ci ke ruang guru untuk belajar ngaji irama. Aneh, pikir Ci. Ci gak tahu ada apa, tapi Ci langsung diajarkan mengaji irama yang lebih baik. Ci dulu gak tanya anything, kenapa Ci disuruh belajar ngaji irama lagi. Ada juga laki-laki 1 lagi yang juga diajar. Sampai sebelum libur kenaikan kelas, Ci gak tahu apa-apa. Pas libur, ya Ci di rumah saja. ternyata ada telpon dari sekolah, Ibu Guru Ci. Beliau tanya, kenapa Ci gak datang ke sekolah? Ibu Ci jawab, kan lagi libur. Trus Ibu Guru bilang, kan Suci mau ikut lomba hari ini? Datang ke sekolah ya, ditunggu..(begitulah kira-kira). Ci kaget, lomba apa? Ibu Ci antar ke sekolah dan akhirnya kami tahu kalau Ci disuruh ikut lomba MTQ antarpelajar SD se Padang. Ha?? Kok Ci gak tahu sebelumnya? Berarti yang belajar ngaji irama sama Bapak Ngaji, itu ya? Ci gak dikasih tahu, kata Ci. Si Ibu Guru Agama bilang, masak gak dikasih tahu. Hmm, Ci yang lupa atau bapak ibu gurunya yang lupa kasih tahu, hehe..

Berangkatlah 2 orang bapak guru agama, abang kelas, dan Ci ke Taman Budaya, dekat Baiturrahmah. Setelah lama menunggu, akhirnya lomba juga di sore hari. Hasilnya? Abang kelas juara 3 MTQ Putra, Ci tidak juara, hihi. Ya tajwid juga belum sepenuhnya oke, kalau modal irama –yang juga belum sangat bagus- gak bisa juga, hehe..

Kenaikan kelas 5, Ci pindah ke SDN 01 UKS (Ulak Karang Selatan). Pertama masuk, kelas Ci masuk siang, jadi paginya ke MDA. Pagi-pagi, kawan Ci telpon dari telpon sekolah (waktu itu belum ada hp). Kenapa Ci gak masuk? Katanya. Ibu Ci bilang kalau Ci sudah pindah sekolah. Ci ternyata dulu tidak pamitan dengan teman-teman! Ooh.. tapi sampai kelas 6, kami sering kirim-kiriman surat lewat kawan. Pernah juga lewat pos, hehe..

Kelas 5 dan 6 di SDN 01, seminggu masuk pagi, minggu hadapan masuk siang. Oke juga la.. dapat teman baru. Jarak sekolah-rumah yang lebih dekat, waktu pulang lebih cepat, dan banyak cerita antarteman sejawat. Kawan di SDN 01 UKS, ada Yola, Siti, Mutia, Nene, Karina, Anggi, Orchid, Tisa, Tari, Iman, Imam, Surya, dll. Main julo-julo, jalan bersama ke Khatib Sulaiman sambil pegang bendera RI dari kertas minyak untuk menunggu kedatangan Presiden Megawati (waktu itu) yang lewat dengan lajunye sambil melambaikan tangan, kirim-kiriman surat dengan kawan-kawan lama di Baiturrahmah, belajar bersama untuk persiapan UN, dll.

Waah.. sudah 2 halaman. Sudah dulu ya..kapan-kapan disambung..

2 thoughts on “Cerita SDku (PR)

  1. selamat sdh menyudahkan PR dg sigap😀

    tp, ci ndak sertakan format yang benar dalam membuatnya ci, kudu berurutan point2 seperti cth.. tp ga papa la😛
    *checklist

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s