Posted in Renungan

Aneh

Entah sejak kapan hal ini terpikirkan dan membuat Ci tersenyum ketika mengingatnya. Senyum, bukan seperti modus senyum kebanyakan orang yang menandakan kebahagiaan atau kesenangan.

Tidak lagi ingat, apakah dulu Ibu guru di sekolah yang secara persuasif menerangkan di kelas atau karena membaca beberapa hal, dulunya. Satu hal yang ci ingat, tarbiyah mengajarkan untuk mensyukuri apa yang ada di hadapan kita, memanfaatkan, dan tidak menyiakannya.

Anehkah ketika kita makan dan minum bersama teman –atau siapapun itu- dan kita menghabiskan makanan dan minuman tersebut tanpa bersisa sedikitpun? Janggalkah ketika kita makan nasi dan menghabiskannya tanpa sisa sebutir pun di piring? Apakah kita tampak memalukan saat tidak meninggalkan sisa makanan di piring? Jorokkah kita ketika setelah makanan habis, kita memakan sisa-sisa nasi yang menempel di jari tangan kanan? Kolotkah kita ketika minum di cafe tanpa sedotan? Terlalu idealiskah kita jika kita terus menjaga makan dan minum dengan duduk dan tidak berdiri? Terlebih dari itu, salahkah kita?

Beberapa teman yang pernah makan bersama Ci, hampir akan berkomentar yang sama setelah selesai makan. “Ndeeh…lapar Ci?”, “Licin piring Ci ma..”, “sebenarnya bagus kalau kita habisin semua ya, Ci. Kan kasian gitu..”, “waah, aku mau la Ci habisin makanannya…”, dan komentar-komentar lainnya. Semua itu Ci balas dengan senyuman dan beberapa kata ringan, “iya..lagi lapar” atau “hehe..”.

Banyak alasan untuk terus melakukan itu, kawan. Kita tidak ingin makanan itu terbuang, mubazir, karena Allah melarang kita mubazir. Kamu kenyang jadi gak bisa habiskan? Kalau makanannya diambil sendiri, kan bisa diperkirakan kita sanggup menghabiskan berapa banyak.

Masalah piring licin. Hal ini membuat kita tidak mubazir, tidak merepotkan dalam pencucian karena tidak perlu membuang sampah sisa makanan, saluran pembuangan air tidak perlu tersumbat karena bertumpuknya sisa makanan, dan membantu orang yang mencuci piring (kalau di cafe atau warung makan). Tentu banyak alasan lainnya seperti alasan kemanusiaan, dll.

Tentang perpipetan (??). Sangat pentingkah pipet (straw)? Tidakkah pemakaian dan pembuangan pipet akan mencemari lingkungan karena bahan plastiknya yang sukar hancur? banyak tulisan yang mengulas tentang sampah plastik yang mencemari lingkungan, apakah kita tidak peduli? Lagipula, apakah bagian dalam pipet terjamin bersih? Kita tidak tahu pasti. Pastinya, di banyak cafe atau tempat makan, pipet diletakkan secara terbuka dan tidak ditutupi.

Mari kita mencoba menjadi pribadi yang lebih banyak berbuat hal kecil namun membawa hasil yang baik secara nyata. Mari mulai dari saat ini…

3 thoughts on “Aneh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s