Posted in Me

Amanah

Sahabat, pernahkah mendapatkan sesuatu yang bagi orang lain adalah prestis, namun tidak bagi diri kita sendiri? Memegang sebuah posisi penting organisasi yang tidak diingini sama sekali? Pernahkah merasakan betapa beratnya amanah yang tidak diingini itu dan harus dijalani dengan baik?

Sahabat, tidur kali ini terasa sangat tidak nyaman dan tenang karena ada tanggung jawab besar yang diamanahkan. Waktunya di tempat baru yang sementara ini tidak lagi dialokasikan hanya untuk kelangsungan hidupnya, tapi kelangsungan hidup organisasi. Kini, harus ada pilihan untuk fokus. Harus memilih saat diri sendiri menanyakan komitmen. Saya harus fokus dan commit, maka hal lain yang menuntut komitmen yang hampir sama, harus dikorbankan.

Sahabat, tentu saja hidup ini penuh rintangan. Kita harus cerdas dalam menghadapinya, apakah akan menjadikan rintangan itu sebagai alasan untuk tidak berbuat maksimal bahkan  mundur atau malah menjadikan rintangan itu sebagai tantangan dalam berbuat yang lebih baik? Berbagai bacaan, motivasi, dan tontonan mungkin sudah banyak kita lihat. Tapi, aplikasi yang kita pahami itu? Mari optimis..

Sungguh, Saya harap ini hanya mimpi panjang saya di malam sabtu. Ini hal yang aneh dan lucu bagi saya karena saya sama sekali tidak mengejar amanah itu. Saya ada di podium itu, berorasi, dan akhirnya terpilih karena saya adalah representasi dari kakak-kakak dan kawan-kawan yang menginginkan kami di sana. Keinginan ini tidak salah, dan orang lain tidak bisa menyalahkan karena ini hak semua orang dan kelompok. Melewati dua hari melelahkan sebelum acara itu, sekali lagi, Saya harap itu hanya mimpi.

Kini, semua sudah terjadi. Malam itu sudah berlalu. Kawan-kawan telah mempercayakan suara mereka kepada Saya. Saya sudah memberikan segala berkas pencalonan. Saya telah berorasi –yang bagi saya itu di bawah ekspektasi saya-, memilih, dan dipilih orang lain. Saya sudah terpilih –dengan perbedaan suara yang tidak begitu jauh-, saya sudah memilih dua orang wakil ketua –sesuai AD/ART-, saya diselamati –tidak tepat kata selamat, sahabat-, dan acara itu sudah berlalu. Satu hal yang saya lupakan malam itu, yang menurut saya itu jalan untuk mengurangi kemungkinan nama saya di peringkat teratas. Ini sistem musyawarah mufakat, bukan langsung voting. Semoga bisa kami usulkan pada rapat akbar tahun depan.

Pada malam itu, saat saya diberi kesempatan berbicara sebagai ketua terpilih, saya sebutkan, bahwa pasti ada yang tidak setuju dengan keputusan ini karena memilih dua calon lainnya. Tapi, ketika pemimpin sudah ditetapkan dan disetujui, kita harus meneruskan roda organisasi dengan bekerja sama. Mari kita saling mengisi atas kekurangan kawan kita, karena pribadi ini bukan super hero, bukan super man, tapi kita harus jadi super team. Terlalu sempit juga pikiran kita ketika enggan bekerja karena kurang sreg dengan pemimpinnya, karena kita tidak hanya berdua dengan si pemimpin dalam organisasi itu, tapi bersama. Kita tidak bekerja untuk si pemimpin, tapi untuk kepentingan bersama. And, beritahu, ajarkan, koreksi, apabila pemimpinmu berbuat yang kurang sesuai. Satu hal yang mungkin bisa membuat mereka lebih tenang, ada dua orang wakil ketua yang super dan mendapat dukungan banyak anggota.

Kawan-kawan DuDe Onine, kakak dan abang DuDe 08, beberapa hari ini adalah hari yang berat untuk Ci. Hari berikutnya? Begitu juga…

Kakak-kakak dan abang-abang senior ‘di sini’, tidak bosan Saya mintakan masukan, kritik, dan saran agar organisasi kita ini menjadi lebih baik. Banyak abang-abang yang malam itu memberi semangat dan banyak masukan yang harus dicapai tim ini di masa hadapan.

Wakil ketua 1, Taufan Arsyad, dan wakil ketua 2, bang Darius Kamil, Ci tahu taufan dan bang darius lebih berpengalaman dan lebih dikenal. Taufan dan bang Darius adalah orang super (ingat Mario Teguh..), mungkin akan menerima banyak kritikan tentang Ci dari orang lain yang mungkin mereka enggan sampaikan secara langsung. Mari kita bangun kerja sama dan tim yang solid.

“Abdullah bin Umar r.a berkata : Nabi SAW. bersabda : “Mendengar dan taat itu wajib bagi seseorang dalam apa yang ia suka atau benci, selama ia tidak diperintah berbuat maksiat, maka jika diperintah berbuat maksiat maka tidak wajib mendengar dan wajib taat”. (HR. Buhkari dan Muslim).

“Barang siapa diantara kamu melihat kemungkaran, hendaklah mengubahnya (memperingatkannya) dengan tangan, jika tidak mampu, hendaklah dengan lisannya, jika tidakmampu hendaklah dengan hatinya. Yang demikian itu adalah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim No.70)

Semua kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang imam pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya. Seorang suami pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang isteri pemimpin dan bertanggung jawab atas penggunaan harta suaminya. Seorang pelayan (karyawan) bertanggung jawab atas harta majikannya. Seorang anak bertanggung jawab atas penggunaan harta ayahnya. (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s