Posted in Renungan

Hal Kecil yang Terlupakan

Ada beberapa hal sederhana yang banyak orang -termasuk kita- sering lupakan.

Mencuci piring tanpa sebelumnya membuang sampah makanan, walaupun hanya sebutir nasi. Jika hal ini terus dibiarkan dan terus dilakukan oleh banyak orang, bagaimana jadinya saluran pembuangan air. Mampet, kotor, ujung-ujungnya tidak bisa mengaliri dan menampung air. Risiko lebih besar lagi, banjir.

Berbicara keras di dekat orang sholat. Bahkan ada yang tidak berhenti ngakak, tidak mengecilkan volume musik yang didengarnya saat berada di dekat orang yang sholat. Kita hormati saja orang yang sedang beribadah. Kalau ingin dihormati, hormati juga orang lain. Ada juga yang kurang peka akan hal ini. Ini tidak hanya tentang khusyu’nya sholat orang lain, tapi juga tentang saling menghormati dan menghargai.

Ketika hendak mencuci piring dan gelas sesudah dipakai, masih ada yang mencampurkan gelas dengan piring atau peralatan lain yang berminyak. Biasanya dengan meletakkan gelas yang awalnya tidak berminyak ke atas piring atau wadah yang berminyak. Yaah..gelasnya kan jadi berminyak. Ini tidak baik.

Membuka kran air terlalu besar. Bukalah kran secukupnya. Pakailah secukupnya. Toh itu tidak menghambat kita untuk mencuci tangan, berwudhu, dan sebagainya. Ada juga yang mau menggosok gigi di depan kran air, malah menghidupkan kran air dahulu padahal baru akan mengeluarkan pasta gigi dan akan menggosok gigi. Selama menggosok gigipun air terus mengalir padahal ia tidak menggunakannya. Boros, teman. Cobalah cari informasi lebih banyak tentang ini.

Tidak melepas charger dari kontak listrik (switch) setelah recharge hp atau laptop. Ini berbahaya. Bisa mengaliri listrik dan tentunya membuang-buang listrik. Hemat energi ya, bro…lagipula, kita harus lebih rapi, letakkan barang yang sudah dipakai pada tempatnya.

Membiarkan lampu hidup walau tidak ada orang dalam ruangan tersebut. Ini lagi-lagi tentang menghargai sumber daya. Sangat banyak tulisan, liputan, dan himbauan tentang ini. Let’s aware it, guys…

Membuang sampah (apapun itu) walau kecil. Mari kita lebih aware terhadap lingkungan, peduli sekitar. Masih ada yang malu untuk ‘menyimpan’ sementara sampah di dalam kantong atau di dalam tas –kalau malu atau susah memegangnya sebentar-? Untuk apa malu, kawan??

Kita tidak sadar bahwa kita berdiri di tempat-tempat yang kurang tepat. Misal, berdiri di depan lift yang banyak orang akan lewat. Berdiri di depan dan tengah-tengah pintu saat dalam sebuah acara yang membuat jam, macet. Kadang ini tidak kita sadari, atau kita lupa. Saya pernah seperti itu karena sedang pusing dan bingung. ada juga saat kita berjalan di deretan toko yang jalanannnya sempit. Banyak yang melihat-lihat isi sebuah toko dari tengah jalan yang sempit itu, lupa atau tidak tahu bahwa harus menepi karena banyak yang akan lewat. Huuffh…ini merepotkan orang, apalagi yang tergesa-gesa.

Ada tambahan??

Mari kita singkirkan pikiran bahwa itu hanya hal kecil, hanya saya yang melakukannya. Hey…banyak orang yang juga berpikir dan melakukan itu, teman. Kalau sebagian penduduk dunia ini menyepelekan hal kecil ini, mau jadi apa bumi?

Melakukan hal kecil ialah bentuk kesadaran kita pada lingkungan, pada bumi.

Melakukan hal kecil yang bermanfaat ini ialah bentuk kesadaran kita akan keberadaaan kita di bumi ini.

Kesadaran kita akan kehidupan ini.

Dari hal yang kecil, kita akan mencapai yang besar

Mari berbuat, walau kecil

Mari melakukan perubahan yang lebih baik

Mulai saat ini, dari diri sendiri, dan beritahukanlah pada orang di dekat kita

2 thoughts on “Hal Kecil yang Terlupakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s