Posted in Me

Pleasant Day

Dua puluh tahun lalu, hari Selasa pukul 9 pagi. Pada hari ke-7 di bulan Ramadhan 1412 H. Seorang Ibu melahirkan anak ke-3 di Restu Ibu, Padang. She is the youngest with a sister (the youngest) and a younger brother.

Beberapa hari sebelum 9 Maret
Saya dapat beberapa sms dari operator yang isinya mengingatkan Saya bahwa beberapa hari lagi Saya akan ulang tahun. Ada juga email dari Vivanews dan Kaskus yang mengucapkan selamat hari jadi. Tentunya ini sudah mereka program dan atur agar customers merasa senang. Well, terima kasih.

9 Maret 2012
Nidya kirim pesan selamat ultah. Sore itu, kami kirim-kiriman pesan melalui fasilitas salah satu smartphone. Saya tertawa karena tanggal itu bukan hari lahir Saya. Nidya ingat dan malu karena keliru, hehe. Tak pe.
Malamnya, Saya ke Varsity Mall untuk membeli beberapa hal dan melihat penampilan senior yang ikut lomba akustik. Setelah jalan sana sini sendiri, Rindu dan Andrew datang. Kami berjalan mendekat ke tempat pelajar Indonesia duduk, di kursi penonton. Setelah melihat beberapa grup yang tampil, kami pulang. Saya ke apart Rindu karena ada janji diskusi dengan Bang Aidil dan Gilang. Malam itu, hp Saya berbunyi. Ada pesan dari Ayah Ibu, di fb. Saya terharu, ucapan selamat, doa, nasehat.
Setelah diskusi, Saya berencana pulang ke kamar, EON. Tapi Bang Aidil mengajak ke apart Ira Tya karena di sana ada Ica juga, jadi bisa bicara sebentar tentang program kelas budaya PPI UUM. Saya mengiyakan karena teman-teman (Ira, Tya, Wiga, Ica, Sherly) tadi siang ke Alor Setar. Maka, Saya, Bang Aidil, dan Gilang berjalan ke blok sebelah. Sebelum naik ke atas, Saya mendengar Ira tertawa, suara dari apartnya. Saat hampir sampai di apart, Saya bingung, kok tidak biasa, pintu ditutup. Saya ketok pintu, diam. Saya bersuara, Ira bilang “buka aja..”. Saya jawab, “bukain..”. Saya jaga-jaga, ini ada apa? Kok aneh? Sebelum pintu dibuka, Saya sempat mundur ke belakang, takut ada apa-apa. Bang Aidil tampak memikirkan sesuatu, Gilang kebingungan, hehe. Pintu dibuka dan gelap. Lampunya tidak on. Saya bisa lihat dari luar kalau pintu kamar terbuka dan ada cahaya yang berjalan ke luar. Ternyata..teereeng..ada banyak lilin dengan kue cantik, dipegang Wiga. Ada Ica, Tya, dan Sherly juga. Lagu selamat ulang tahun terdengar, mp3. Siapa yang mainkan? Ira, dari laptopnya di meja tepi ruangan. Saya disambut..hehe..you know pals, it was the first time. Saya rasa, bagi orang lain bisa aja ini hal yang sangat biasa. Tapi bagi kami? Kami berkumpul, tertawa, bahagia, di tengah keramaian lingkungan negeri orang, subjects dan tugas yang mengantri untuk diselesaikan. Sebenarnya selama 2 tahun lebih ini, teman-teman tidak tahu tanggal lahir Saya. Mereka sibuk merayakan ulang tahun, bergilir. Saya adem ayem aja nggak dikerjai, hihi, aman. Saya juga tidak masukkan tanggal lahir di fb. Di sini, Ica tahu dari passport, Wiga tahu dari portal. Hehe..

Ira keliru memainkan lagunya, jadi lagu selamat ulang tahunnya diulang. Mereka menyanyi bersama. DSLR Ira stand by merekam. Saya diminta meniup lilin. Edo, Gefi, Rendy, Sigit, Randa datang. Ramai. Potong kue, Saya menyuapi teman-teman perempuan. Setelah itu, kami makan kue dan foto-foto. Malam ini banyak foto dan video. Kami, para gadis, akhirnya tidur di apart Ira Tya. Ternyata mereka sudah prepare kalau-kalau Saya awalnya cuma di kamar. Ira berencana pura-pura kesurupan dan Saya akan diminta ke apart untuk ngaji atau apapun itu namanya. Tapi untung saja tidak jadi karena Saya memang sudah di Uni Inn juga malam itu.
Saat itu, 10 Maret dini hari, kawan.

10 Maret, pagi.
Beberapa Bph berkumpul di depan office uni inn. Kami akan menyebar berkeliling DPP Maybank untuk memberikan undangan sensus. Saya dengan Theo dan Gilang. Selama beberapa jam, kami mengunjungi beberapa kamar, berkenalan, dan berbincang dengan Bapak Ibu postgraduate. Kami juga mendapat banyak masukan tentang PPI. Siangnya, kami berkumpul untuk evaluasi kegiatan pagi ini. Banyak hal baru, masukan, nasehat, dan tentu saja uang kas yang kami dapat. Alhamdulillaah..saya pribadi senang, apalagi juga karena bisa berkumpul dengan teman-teman Bph. Setelah evaluasi, kami makan di Petro. Sorenya, ada rapat panitia kelas budaya. Delighful.

Terima kasih Ira, Ica, Tya, Wiga, Sherly, Rindu, bang Aidil, Gilang, Edo, Gefi, Sigit, Rendy, dan teman-teman.
Terima kasih Bang Erik, Taufan, bang Darius, bang Yaumil, bang Rizal, Andrew, bang Beni, Putri, Cyntia.
Terima kasih Kak Puti, Uda, Udo Bobby, Ni Dewi, Iwit, Najm, Fadlan, Uyu Johor, dll. Terima kasiih semua..saya senang, saya juga mendapatkan banyak hal positif hari ini.
Saya memang tidak berekspektasi tinggi tentang respon setiap teman tentang ulang tahun Saya. Kalau teman tahu dan mendoakan Saya, alhamdulillaah. Kalau teman tidak tahu, ya biasa, toh tidak perlu diumumkan juga kan.

Umur saya bertambah, usia saya berkurang. 20 tahun. Saatnya lebih serius dan lebih baik lagi menjalani apapun. Banyak yang harus diperbaiki, ditingkatkan, dilanjutkan. Banyak hal baru yang harus dipikirkan. Satu hal yang sedari dulu selalu Saya ingat dan kita harus selalu ingat, MATI.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s