Posted in Me

Tiga Gadis

Bisa dibilang kalau kami bukan sahabat karib yang selalu bersama di mana-mana. Kami juga tidak sangat dekat hingga bisa saling mengerti sepenuhnya. Sifat kami ada yang sama, ada yang berlawanan. Pandangan dan pemahaman kami di beberapa hal juga berbeda. Kami bertemu di sebuah titik, yaitu berusaha saling mengerti.

Saya yakin bahwa perasaan antarkami sama, saling menyayangi. Saya sayang Ica dan Ira dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Ica roomate Saya. Kami sekamar sejak semester lalu dan mengalami banyak hal bersama. Ica adalah tipe gadis lembut dan pendiam. Suaranya, lembut. Sangat lembut, malah. Kalau ica sedang menelpon teman laki-laki dan suaranya sangat-sangat-sangat lembut, Saya suka ingatkan untuk tidak selembut itu. Pokoknya super lembut! Hehe…saya juga sering becandain Ica tentang suaranya ini. Saya yang –bagi ica- sering ‘keras’ berbicara, membuat Saya berusaha untuk lebih lembut kalau bicara dengan Ica (hehe). Saya juga jelaskan kalau nada suara saya yang agak keras itu bukan berarti Saya marah ke Ica. Sering juga karena saya geregetan ke Ica kalau Ica tidak ‘nangkap’ apa yang Saya bilang.

Ica seorang pecinta film. Punya banyak sekali files film, mulai dari film korea, Jepang, India, barat, Thailand, dan beberapa film Indonesia. Seringnya Ica menonton film membuat Ica semakin pintar cuap-cuap Bahasa Inggris. Ica juga sosok yang ‘masuk’ dengan kami, 17 orang DuDe 09. Ica menjadi tempat curhatnya teman-teman. Mereka curhat banyak hal. Kalau Saya, ada juga yang curhat, hihi, tapi materi dan jenis curhatnya beda (apa sih??). Kalau ada 2 orang bertengkar, curhatnya sama-sama ke Ica.

Ira is a cheerful girl. Manis, baik, pintar matematika, berjiwa seni tinggi. Ira pintar nari dan nyanyi, dan bisa acting (dari becandaan selama ini). Hal yang Saya sangat suka di Ira, Ira berusaha untuk selalu mengerti Saya. Bagaimana saya berusaha mengerti Ira, Ira juga begitu. Termasuk dalam hal kecil. Ira tipe orang yang berusaha untuk selalu mengerti orang lain walau kadang tidak jelas terlihat secara langsung dari sikapnya ke teman-teman.

Setiap orang punya masalah hidup masing-masing, begitu juga Ira. Ira dengan segala masalah pribadinya, mampu untuk tetap ceria di hadapan orang lain. Beberapa kali Ica dan Saya lihat, Ira bisa langsung menangis saat ia tertawa. Ira juga pribadi yang mau belajar hal yang baginya berat, seperti bahasa Inggris. Ketika kelas English, Ira berkemauan keras untuk terus bertanya dan mencoba menyelesaikan latihan. Kini, Ira juga rajin datang mentoring mingguan PPI dengan jilbabnya. Sejak beberapa semester lalu, ia menamai dirinya Annisa Nurhasanah. Hehe….hingga kini, peserta mentoring juga sudah tahu tentang namanya ini.

Kami bertiga punya beberapa kesamaan. Itulah yang membuat kami menjadi akrab. Ica dan Ci, Ica dan Ira, juga Ira dan Ci. Kalau Ira sedang ingin berdua dengan Ica, Ci akan membiarkan mereka berdua. Vice versa. Tidak ada manusia yang sempurna hingga tidak salah dan lupa. Begitu juga dengan Saya, Ica, dan Ira. Salah paham dan pertengkaran kecil juga menghiasi keakraban antara kami.

Pertemanan harus dibalut dengan kecenderungan untuk selalu berfikir positif. Utamakan berfikir positif kepada siapapun. Kita tidak boleh memvonis dengan cepat apakah teman itu salah atau tidak, apakah teman kita jahat atau baik. Seringkali kegegabahan dan pikiran negatif menggiring kita dalam menilai teman kita itu salah atau tidak. Berfikirlah dengan tenang, jernih, dan dari berbagai aspek hingga kita bisa melihat segala hal dengan bijak dan memutuskan segala hal dengan baik. Jangan biarkan pikiran negatif dan kecenderungan untuk menyalahkan itu bisa mengungkung pikiran dan hati kita dalam memandang apapun. Mari kita terus berusaha untuk selalu menerapkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s