Posted in penaku

Bahasa Jiwa

Berikut ialah lirik Bahasa Jiwa, Maidany:
Tidak semua manusia
mengerti s’gala perasaan
yang ada di hati kita
Tidak pula dapat selalu memahami
gejolak jiwa yang ada di dalam diri kita
 
Janganlah selalu mengharapkan orang lain
harus mengerti akan perasaanmu
walaupun ia adalah sahabat karibmu sendiri
Kar’na perasaan adalah bahasa hati
yang dapat berubah di setiap waktu
 
Hari ini ia adalah
orang yang sangat mengerti
akan perasaan hatimu
Mungkin esok ia adalah
orang yang paling tidak memahamimu
Janganlah memaksa
kar’na saudaramu juga hanyalah
seorang manusia biasa
 
Cukuplah hanya Allah tempat mencurahkan
segala isi yang ada di hati kita
dan menumpahkan segala perasaan yang ada di jiwa
Tidak semua manusia mengerti s’gala perasaan yang ada di hati kita
Sumber: http://liriknasyid.com

Ya, tidak semua orang bisa selalu mengerti bagaimana kita, kapanpun dan di manapun. Oh, atau engkau (pembaca) pernah menemukan seseorang yang bisa mengerti orang lain sepenuhnya? Tanpa ada yang luput sedikitpun? Apapun itu, tidak semua orang yang bisa selalu mengerti kita, even sahabat atau saudara kita.

Lagu ini mengingatkan kita agar tidak terlalu berharap banyak untuk dimengerti. Logikanya, tidak semua orang yang kita kenal akan memenuhi dan mengikuti bagaimana kita. Setiap orang mempunyai perbedaan dan itu bisa menyebabkan perselisihan, konflik, dan sebagainya. Kalau kita punya masalah dan kita menuntut untuk dimengerti orang lain, apa kita lupa bahwa setiap orang punya masalah masing-masing?

Banyak hal sederhana yang jika berbeda, bisa berdampak buruk. Misal, si ‘perfect’ melankolis akan merasa terganggu kalau temannya main ke rumah dan membuat sedikit ‘ketidakrapian’. Seorang yang dibesarkan di pesisir, akan terbiasa bersuara keras. Suara keras ini mungkin akan agak mengganggu orang yang tidak terbiasa bersuara keras. Sahabat kita yang biasanya setia mendengarkan dan memberi nasehat dari curhatan kita, tiba-tiba saja diam membisu dan tampak tidak begitu tertarik dengan curhatan kita. Teman-teman tidak peka ke kita, terkesan cuek dan tidak peduli. Apa lagi contoh lainnya?

Ini, kata Maidany, karena tidak semua orang bisa tahu bagaimana perasaan kita. Hanya Allah yang tahu. Tidak semua orang juga yang bisa selalu mengerti kita karena kita manusia yang punya keperluan, masalah, dan cara sendiri dalam menjalani hidup. Maka, karena hanya Allah yang mengerti kita sepenuhnya, ceritakan semuanya pada Allah. Curhatlah sepuasnya, luahkan kesakitan dan kesedihan. Setelah itu, kita akan merasakan ketenangan, lebih damai.

Mereka ialah orang-orang yang beriman, yang hatinya menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatilah, hanya dengan mengingat Allahlah hati orang mukmin menjadi tenteram. Ar-Ra’du:28

Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau sesatkan hati kami setelah kami Engkau beri petunjuk. Dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Al-Imran:8

Katakanlah! Apa jadinya andaikata Allah mencabut pendengaran dan penglihatanmu serta menutup mata hatimu? Tuhan manakah selain dari Allah yang sanggup memulihkannya. Perhatikanlah, bagaimana Kami telah berulang kali menjelaskan tanda-tanda kebesaran Kami namun mereka tetap berpaling saja. Al-An’am:46

2 thoughts on “Bahasa Jiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s