Posted in PPI UUM

Semangat ICC, Semangat untuk Indonesia !

Kami, PPI UUM, sedang menikmati kesibukan dalam menjalankan program ICC, Indonesia Cultural Club. Sebenarnya, ada juga beberapa program lainnya yang tidak kalah menarik. Kali ini, Saya ingin menuliskan tentang ICC.

Indonesia Cultural Club. Ketupat (ketua panitia) program ini  ialah bang Jul Aidil Fadli. Bulan Februari lalu, kepanitiaan disusun. Teman-teman panitia mulai rajin berkumpul dan berdiskusi untuk membahas program perdana ini. Penjelasan mengenai ICC bisa dilihat di sini.

Kelas 1 ICC

Photo taken by: Dokumentasi Panitia ICC 2012

Rencana awal, program ini adalah kelas bahasa saja, seperti yang dianjurkan Prof. Rusdi, Atase Pendidikan KBRI KL. Namun, setelah panitia menanyakan, memperhatikan, dan berdiskusi, lahirlah ide untuk mengajarkan bahasa Indonesia, tari tradisional, dan masakan Indonesia. Ide yang menarik. Alhamdulillah, KBRI KL mendukung dan support konsep acara seperti ini. Maka, panitia membagi job dan mulai mencari peserta.

Semangat bang Aidil bisa saya lihat. Tekadnya untuk menyukseskan program ini tampak sangat besar. Bang Aidil beberapa waktu lalu mengakui kalau ia sempat kewalahan dan bingung dengan semua persiapan praacara. Namun bang Aidil tetap semangat dan mulai mengerti serta memahami pola tugasnya dan tim. Saya membayangkan, saat opening dan closing ICC, siapa yang akan jadi MC? Saya suka bang Aidil membawakan acara, jadi MC. Kalau bang Aidil ketua panitia, automatically akan duduk santai dengan jajaran VIP dan tidak bisa ngeMC.

Sekretaris acara, Ica, tidak kalah semangat. Ica bersedia belajar dan bekerja ekstra dalam pembuatan proposal, menyelesaikan surat-menyurat, dan notulensi rapat. ica sadar akan tanggung jawabnya dan berusaha berbuat yang terbaik. Beberapa kekhilafan tentu sekarang bisa diminimalisir. Semangat Ica mampu mengalahkan lelah yang melelahkannya. Pernah waktu itu, Ica kurang enak badan dan banyaknya tugas yang harus diselesaikan. Namun, karena perbaikan proposal dan surat-surat harus segera diselesaikan, Ica tetap menyelesaikan tugas kesekretariatan ICC. Ica juga mencari peserta dan promosi ke beberapa teman foreignernya.

Ira juga sibuk mencari caper (calon peserta). Ira juga pegang pendanaan ICC. Maya dan Gilang di seksi acara. Mereka persiapkan konsep acara opening dan closing. Nidya dan Ella di kelas bahasa, terus berkomunikasi dengan mentor kelas bahasa, Dr. Ahmad Sahidah. Ella membawa beberapa teman foreignernya untuk bergabung di ICC. Kak Cici dan Wiga memikirkan bagaimana agar kelas masak bisa berjalan lancar dan menarik. Maya di kelas tari, mencari pengajar tari dan handle kelas tari agar terasa menarik. Prilly dan Haekal mempersiapkan konsumsi di setiap kelas dan acara penutupan ICC. Tentu pengalaman Prilly di seksi konsumsi tidak diragukan lagi. Prilly yang dibantu Haekal, terus ceria, semangat, dan ada saja hal lucu yang mereka lakukan sehingga membuat panitia tertawa dan terhibur saat rapat dan acara. Gilang dan Rendy, tidak diragukan lagi, mempersiapkan dan mengatur segala hal mengenai logistik acara. Gilang juga setia menemani bang Aidil ke manapun untuk urus ini itu. Luar biasa! Rindu yang mengabadikan moment dengan kameranya dan Imam dengan mobilitynya. Dua wakil ketua PPI yang luar biasa, Taufan dan bang Darius juga tidak mau ketinggalan untuk membantu panitia. Taufan bersemangat dengan menemani, menyemangati, dan membantu panitia berkaitan dengan teknis program. Bang darius membantu mengenai administrasi di UUM, menemani bang Aidil dalam berurusan dengan beberapa pihak, juga mendampingi teman-teman panitia di rapat. Rekan-rekan di luar kepanitiaan? Para BPH yang tidak panitia ICC? Tentu mereka terus memperhatikan, menunggu perkembangan acara, dan berharap semoga ICC berjalan lancar.

Pada pelaksanaan kelas pertama, alhamdulillah berjalan lancar. Bang Aidil tidak menampakkan wajah lucunya seperti biasa karena memikirkan dan mempersiapkan segala hal. Wajah seriusnya membuat Saya terus berdoa agar acara ini berjalan lancar.

Alhamdulillah, sejauh ini, persiapan dan pelaksanaan ICC berjalan lancar. Tidak dipungkiri, ada beberapa kendala yang harus diselesaikan dan beberapa hal yang harus diperbaiki. Kepada semua teman-teman yang terlibat dalam ICC, khususnya panitia, terus semangat dan tetap solid agar program ini bisa kita sukseskan. Bang Darius dan Taufan, transfer terus semangat, ide, dan dukungan lainnya untuk panitia. Kepada Dr. Ahmad Sahidah, terima kasih atas kesediaannya untuk menjadi mentor di kelas bahasa. Saya yakin, kelas bahasa akan sangat menarik dengan adanya Bapak sebagai mentor sekaligus sahabat bagi para peserta. Untuk kak Dwi Hastuti, semangat dan kesediaan kak Dwi untuk berbagi ilmu memasak soto betawi, akan membuat kelas masak menjadi hal yang ditunggu-tunggu dan pasti akan diingat oleh peserta. Kak Ambar, kak Cici, dan kak Indah, terus semangat dan sabar dalam mengajarkan tari Saman Gayonya, ya. Sepertinya beberapa peserta akan kebingungan karena banyaknya tepukan di sana sini.

Kita, bersama-sama, dengan cara berbeda, berbuat, berkontribusi, untuk negeri tercinta, Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s