Posted in Me, penaku

Warna

Sudah malam. Waktunya istirahat, tapi biasanya Saya belum akan tidur. Beberapa hal masih harus diselesaikan. Saat saya dan roommate sibuk di meja belajar masing-masing, ada yang mengetuk pintu. Kami tahu siapa yang di balik pintu. Dia sudah menghubungi kami beberapa menit lalu. Saya buka pintu dan dia masuk dengan ekspresi sedih tapi masih dengan sedikit senyuman. Kami berdua duduk di katil yang berbeda, roommate saya masih duduk di depan meja. Teman kami yang baru datang ini langsung bersuara. Dia mengatakan kalau dia terharu dengan sesuatu yang  telah saya lakukan tentang kami bertiga. Dia berdiri dan mendekati saya. Kami berpelukan. Dia menangis. Melalui sentuhan dan usapan tangan ini, Saya ingin mengalirkan ketenangan padanya. Semakin ia menangis, saya semakin tidak bisa membendung air mata. Padahal awalnya saya hanya tersenyum dan akhirnya menangis juga. Dia memanggil roommate saya dan kami bertiga berpelukan. Lagi, kami berdua berharap bisa membantu menenangkannya.

Sudah lama tidak bersalaman, berangkulan, dan berpelukan dengan teman. Hal yang bagi banyak orang masih menjadi sesuatu yang lucu.

Punya beragam teman membuat sikap kita beragam kepada masing-masingnya. Bukan bermaksud membedakan tapi berusaha menghargai bagaimana sikap dan sifat setiap teman. Setidaknya, ada hal-hal yang harus kita sesuaikan. Teman A yang sensitif tentu tidak bisa selalu kita goda dengan becandaan. Teman B yang pembawaannya tenang dan cenderung kaku, tidak bisa dengan cepat kita paksa untuk berbaur dengan orang lain karena ia perlu waktu.

Saya tentu juga menemukan beragam teman. Secara umum, ada dua kelompok teman. Kelompok satu adalah teman-teman yang secara pemahaman dan kesenangannya hampir sama dengan Saya. Mereka juga selalu setia membersamai Saya. Kelompok dua adalah teman-teman dengan berbagai macam sifat, pola pikir, dan kepentingan yang sangat kontras dengan saya. Tentu harus bisa selalu menyesuaikan diri pada dua kelompok ini.

Ketika saya di kelompok satu, kami lebih terbuka, berbagi ilmu, pengalaman, dan teman, selalu berusaha saling memahami, mengutamakan berfikiran positif. Kami saling menyayangi dan peduli satu sama lain. Kami selalu bersalaman, berpelukan, meminta maaf, memberi masukan, saling mengunjungi, dll. Hal-hal seperti ini mungkin tidak penting bagi beberapa orang di luar sana, bahkan mungkin ada yang menyangka kalau itu sia-sia. Seperti ada yang bilang, kalau sering-sering bilang maaf, maaf itu semakin lama tidak bermakna lagi. Ini tidak akan terjadi saat kita memang memaknai dan tidak sembarang menyebut maaf pada orang lain. Semua hal-hal sederhana yang tidak semua orang biasakan ini, kami lakukan karena kami menyayangi teman. Kami saling menyayangi kapanpun itu. Kami membersamai sahabat dalam suka duka.  Kami saling berkorban moril dan materil. Kami saling mengkritik dan saling menyimpan aib sehingga tidak ada yang tahu kekurangan teman kami. Senyuman setiap kami bisa saling memberi energi positif. Rangkulan bisa menenangkan hati yang duka. Kami dekat karena dunia akhirat. Dekat karena ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan dekat karena ingin menjadi hamba Allah yang lebih taat. Walaupun secara umum kami punya banyak persamaan, tidak dipungkiri kalau sifat kami berbeda-beda juga. Semua ini menciptakan warna yang indah, tenang, dan menyejukkan.

Langit USM
Langit USM

Teman-teman di kelompok dua, sangat beragam. Berbeda sikap, sifat, kebiasaan, dan pemikiran. Lebih banyak tampak perbedaan dibanding saya di kelompok satu. Namun, kami dekat. Perselisihan antarkami sudah bukan barang langka. Salah paham dan gondok-gondokkan juga sering terjadi. Saling membicarakan teman di belakang juga terdengar. Beberapa orang susah untuk memahami temannya. Beberapa lainnya cuek dan terus berteman seperti biasa. Lagi, kami dekat. Kami tidak sadar kalau kami saling menyayangi. Pada kelompok dua ini, juga tercipta warna. Warna keceriaan, kontras, tapi tetap indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s