Posted in penaku, PPI UUM

ICC (last)

Satu lagi program pelajar Indonesia UUM, PPI UUM, telah selesai dilaksanakan. Indonesia Cultural Club (ICC) adalah pilot project  PPI UUM yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada foreigner. Tentu waktu 3 minggu pelaksanaan tidaklah cukup untuk memperkenalkan Indonesia secara lengkap pada peserta. Namun, dengan ketertarikan, usaha mempelajari, dan keakraban mereka dengan beberapa pelajar Indonesia di UUM setidaknya membuat mereka bisa lebih jauh mengenal Indonesia. Tulisan dan foto lengkap mengenai ICC, bisa dilihat di sini.

Panitia meramu hal-hal yang harus dipelajari peserta, mulai dari alfabet hingga kalimat tanya. Semua diajarkan pada peserta secara bertahap hingga mereka bisa mengucapkan dan menuliskan bahasa Indonesia yang sederhana. Bang Darius sebagai pengajar membawa kelas bahasa menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Mereka juga belajar beberapa gerakan tari Saman. Soto betawi juga mencuri perhatian mereka, membuat kelas masak saat itu heboh dan cukup merepotkan panitia, hehe. Fokus, serius, canda, dan tawa mewarnai kelas ICC. Pada setiap kelas, ada saja hal baru dan menarik yang membuat semuanya tertawa, apalagi di kelas terakhir sekaligus penutupan ICC 2012.

Kelas bahasa yang terakhir ini berlangsung dengan menyenangkan. Peserta, seperti biasa, antusias belajar melafalkan kata-kata dalam bahasa Indonesia. Mereka juga diminta untuk membuat beberapa kalimat berbahasa Indonesia berbekal beberapa modul yang diberikan di setiap kelas. Kalimat yang mereka buat, keren dan lucu. Saya sampai tidak ingat beberapanya.

Waktu berjalan hingga cerdas cermat. Jangan bayangkan kalau cerdas cermat ini seperti cerdas cermat lainnya yang serius, tenang, dan tidak ada tawa. Cerdas cermat ini berbeda. Para peserta sibuk membuka catatan dan modul bahasa. Lainnya terlihat agak panik dengan air muka lucu. Selama babak 1, peserta semangat mencari jawaban, beberapa menjawab pertanyaan dengan cepat dan gaya serta pengucapan unik ala mereka, foreigner. Mr. Saki, pelajar Ph D dari Bangladesh, yang tahu banyak hal dan lebih familiar dengan bahasa Indonesia, geregetan karena tidak bisa ikut menjawab pertanyaan untuk kelompok lain. Mr. Ahmed dari Arab, dengan gaya lucunya, kelimpungan mencari jawaban bersama teman sekelompoknya hingga akhirnya bisa menjawab hampir semua pertanyaan. Sangat banyak hal lucu yang terjadi selama sesi cerdas cermat ini. Ada yang salah di pengucapan, berpura-pura tahu tapi salah, dll. Saat giliran untuk kelompok 3, grupnya Mr. Saki, mereka dengan coolnya menjawab semua pertanyaan dan mendapat skor 500. Pada pertanyaan terakhir, Mr. Saki terdiam dan menunggu Ella selesai menghitung 10 detik waktu berpikir peserta. Saat 5 detik pertama, Mr. Saki berdiri namun tetap diam. Pada detik ke-9 dan ke-10, dia menjawab pertanyaan tersebut dengan benar dan hanya berpura-pura tidak tahu jawabannya.

Babak 1 selesai dan masuk babak rebutan. Ada pertanyaan yang harus dijawab secara lisan, ada yang diminta secara tulisan. Mereka menikmatinya. Mereka masih bisa bercanda dan tertawa selama babak final. Akhirnya, pemenang pertama adalah kelompok 3, kelompoknya Mr. Saki. Urutan kedua oleh kelompok 2 dan urutan ketiga oleh kelompok 1. Hadiah para juara diberikan oleh Saya, bang Darius, dan Taufan. Sertifikat peserta juga diberikan. Acara ditutup dengan sebelumnya meminta salah satu peserta untuk menyampaikan kesannya terhadap ICC. Bang Aidil sebagai ketua panitia, Bang Darius selaku pengajar kelas bahasa Indonesia, dan Saya yang mewakili PPI UUM, menyampaikan apresiasi kepada peserta. Kami juga menghimbau  agar peserta masih terus keep in touch walau acara ICC berakhir. Terakhir, kami berfoto bersama. Para peserta sepakat untuk membuka hadiah di tempat acara dan saling berbagi antarpeserta dan panitia. Hampernya besar dan banyak makanan di dalamnya. Semua senang, semua bahagia.

Hal yang membuat kami, PPI UUM, bangga adalah bahwa mereka bisa mengucapkan beberapa kalimat berbahasa Indonesia di akhir program. Mereka juga tidak segan mengucapkan ‘saya cinta Indonesia’, ‘saya suka ICC’, ‘terima kasih ICC’, dan sebagainya.

Semoga ada ICC selanjutnya di semester berbeda. Semoga semakin banyak foreigner yang tertarik dan mempelajari Indonesia hingga menjadikan Indonesia sebagai target wisata mereka.

Saya cinta Indonesia, terima kasih ICC, terima kasih Persatuan Pelajar Indonesia Universiti Utara Malaysia, begitu ucap mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s