Posted in penaku

Mau Dicari ke Mana?

Minggu lalu, saat LDK, kembali melihat video-video motivasi itu. Video-video yang dulu saya lihat saat mengikuti berbagai acara Rohis dan training. Pertama kali lihat, semangat dan tekad tiba-tiba muncul dan melesat tinggi menanti diaplikasikan. Seiring berjalannya waktu, satu persatu target itu terwujud hingga Saya tidak lagi hanya menjadi objek video, tapi juga subjek yang bertugas menyampaikan.

Motivasi bisa didapat dari mana saja. Dulu, saat masih sekolah, kita bisa dapatkan di ekskul sekolah. Sejujurnya, ekskul Rohani Islam (Rohis), Bina Remaja Muslim (BRM), atau Forum Annisa’ (FA) punya berbagai kegiatan positif, memotivasi, dan pastinya bermanfaat bagi kita. Tapi yaa..gak banyak yang mau mencoba bergabung dan hanya melihat dari ‘luar’ sambil membiarkan pikirannya terbelenggu dengan prasangka bahwa gabung di Rohis itu membosankan, semacam aliran sempalan, orangnya sombong-sombong, dll. Hmm, sebenarnya kedua sisi ini harus saling jemput bola🙂

Anyway, motivasi bisa didapatkan dengan bergabung di sebuah komunitas. Kita bisa belajar bersosialisasi, bekerja dalam tim, punya banyak teman dan pengalaman. Kita bisa membuka mata bahwa banyak orang yang lebih baik dari kita dan dunia membutuhkan orang-orang yang tidak biasa. Tentunya kita termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Selain itu, kita bisa melihat berbagai video motivasi, membaca cerita yang memotivasi, menonton tayangan motivasi, dan tentunya berteman dengan orang yang bisa memotivasi kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Motivasi itu harus diperbarui dan ditingkatkan, setidaknya itu yang saya rasakan. Back to video motivasi tadi. Saat melihat video-video tersebut, Saya teringat dengan berbagai video, powerpoint, dan berbagai tulisan motivasi di laptop. Sudah lama tidak melihat dan membacanya. Sore ini, Saya buka lagi. Pengaruhnya? Termotivasi, hehe. Standar.

Namun, hal yang terpenting adalah, berbagai video dan bacaan tersebut hanyalah media yang mungkin saja memotivasi tapi tidak selalu termotivasi. Intinya ada di diri kita. Apakah diri kita sadar akan pentingnya memotivasi diri sendiri? Kalau sadar, bagaimana cara memotivasi diri? Boleh saja dengan melihat berbagai video dan membaca bacaan yang memotivasi, tapi kalau media tersebut tidak ada atau kita sedang tidak bisa melihatnya? Mau bagaimana?

“..Barang siang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung.” (HR. Bukhari)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s