Posted in Me, penaku

Kamar Kami

Sudah hampir dua semester di sini, UUM. It means, kami hanya akan menjalani satu semester lagi di sini. Semoga hanya satu semester, tidak mau tambah satu sem lagi karena harus mengulang subjects. Aamiin…

Sebenarnya banyak hal yang bisa dituliskan mengenai cerita selama dua semester ini. Kali ini, Saya ingin menuliskan tentang kamar. Kamar yang Ica dan Saya huni selama dua semester ini. Apa menariknya kalau hanya tentang kamar? Mau buka-bukaan isi kamar?? No!

Kami tinggal di DPP EON, tepatnya di blok A. Awalnya, ada 10 orang dari Dude yang dapat kamar di EON, lima laki-laki, lima perempuan. Pada semester kami yang kedua ini, Gefi dkk, Tia, Rindu, dan Nici pindah ke Uni Inn. Tinggallah Ica dan Saya di EON. Kami menjalani hari-hari bahagia di EON dengan segala kemudahan dan fasilitasnya, hehehe…

Enaknya tinggal di EON, khususnya blok A adalah dekat ke mall, PKP, Uni Inn, masjid, dan beberapa tempat lain. Ke bus stop juga dekat. Hmm, sebenarnya tergantung kita memaknai dan mencerdasi saja. Intinya, Ica dan Ci senang di blok A dan satu lagi, paras 1. Insyaallaah sem depan akan tetap di blok A dan paras 1, tapi ganti kamar.

Cerita tentang kamar, kamar kami menarik. Bukan bentuk fisiknya tapi ‘sesuatu’ yang sudah meramaikan kamar kami. Bagi teman-teman pure degree mungkin akan merasa biasa saja tapi tidak bagi kami karena hanya tiga semester di sini. Kamar ini, A 108, punya banyak cerita. Let me remember!

Ada beberapa teman dan senior yang pernah nginap di kamar (sebenarnya tidak dibolehkan, ya??). Tentang teman, hampir semua teman-teman yang perempuan pernah nginap di sini. Saat libur mid semester kemaren, beberapa teman sempat menginap di sini. Waktu ulang tahunnya Ica dan Wiga, Ibu-Ibu dude nginap di sini. Mereka nginap waktu saya sedang sakit. Waktu itu lucu, saya menepi berdiam diri di ujung tempat tidur, teman-teman sibuk nonton, cerita-cerita, dll. Hehe, It made me feel better, girls. Semester kemaren juga pernah prepare untuk perform tari saat acara Grand Dinner ASEAN dari PPI UUM. Saat itu Saya cuma melihat kesibukan mereka saat berpakaian adat dan dandan karena Saya sedang sakit karena kecapean prepare praacara saat itu, padahal saya panitia Grand Dinner.

Ada juga teman-teman yang hanya numpang sholat, numpang makan, belajar bersama, numpang lewat, dan numpang curhat. Curhat?? Ya, sharing. Roommate Saya, Ica, sudah lama jadi tempat curhat teman-teman. Masalah cinta, curhat ke Ica. Masalah antarteman, ke Ica juga. Luar biasa ya Ica! Kalau ke Saya, ada juga sih satu dua teman yang curhat, hihi. Beberapa teman yang sempat ada konflik-konflik kecil, ceritanya ke Ica. Misal, si A dan B sedang diam-diaman. Keduanya cerita ke Ica. Jadi Ica tahu cerita dari kedua pihak.

Ada yang curhat tentang kebahagiaan si teman. Curhat karena lagi bete, bertengkar dengan teman lain, bertengkar dengan pacar, sampai putus sama pacar. Ada yang curhat tentang kedekatan si teman dengan seseorang, berpisahnya dengan seseorang, curhat tentang keluarga, tentang pelajaran, hingga tentang kehidupan spiritual. Kondisi emosional teman-teman yang curhat juga bermacam-macam. Kalau curhatnya tentang hal yang menyenangkan, kami tertawa. Kalau tentang hal sedih, tidak jarang juga beberapa teman menangis di sini. Ada yang saat belum sampai kamar kami, sudah menangis. Ada yang saat baru dibukakan pintu, langsung nangis. Ada yang kalau sudah duduk dan cerita, nangis sejadijadinya. Kalau lagi marah, ada yang teriak-teriak, pukul-pukul kasur, hingga lempar-lempar hp! Serius! Nasib hpnya? Batrainya copot. Untungnya masih bisa dipakai, hehe.

Anyway, Ica dan Saya sangat senang kalau teman-teman bisa berbagi dengan kami. Walaupun itu berbagi kesedihan atau amarah teman-teman. Semoga teman-teman menjadi lebih ringan dan lega setelah sharing dan main ke kamar kami, ya.

Ica dan Ci sebenarnya hanya menampung berbagai cerita teman-teman dan menyambut siapa yang main ke kamar kami. Kami juga bukan teman yang sempurna sehingga bisa menyelesaikan berbagai masalah teman-teman. selama teman-teman nyaman dan senang ke kamar kami, kami juga senang.

Temans, kamar kami mungkin akan beda untuk semester depan. Masih di lantai dasar, kok. Mungkin di kamar seberang. Kami minta kamar yang di bagian depan. Jadi bisa lihat-lihat ke jalan dari jendela dan kalau kami buka pintu, tidak kelihatan sampai bus stop.

*teman-teman dude, maaf kalau ada kisahnya di atas, ya. Kan gak nyebutin nama😉

2 thoughts on “Kamar Kami

  1. Ada juga yang kalau mau makan nasi lemak, nunggu warungnya buka di kamar uci n icha..!!! Hm, bener-bener komplittttttt dahh…!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s