Posted in Me, penaku

Cerita Libur (1)

Alhamdulillaah, liburan sudah berjalan di minggu ke empat. Artinya, sudah 3 minggu di Padang dan 3 minggu pertama magang sudah berjalan dengan menyenangkan.

Saya mendapatkan kesempatan untuk bergabung -sementara- di sebuah bank syariah. Bank ini adalah bank syariah terbesar di Indonesia dan terus mendapatkan berbagai pengakuan dan penghargaan hingga tahun ini (2012). Pada umurnya yang ke-12 di Indonesia, bank syariah ini semakin mengokohkan perannya sebagai mitra dan sahabat masyarakat. Berbagai produk tabungan juga bisa kita pilih. Mengenai tabungan, selain biaya adm perbulan yang lebih rendah dibanding bank syariah lain, kita juga bisa pilih jenis tabungan yang biaya admnya lebih rendah dengan fasilitas yang sama dengan tabungan biasa. Berbagai jenis pembiayaan (kredit) juga tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat.

Setiap pagi, kami melaksanakan doa pagi dan setiap jum’at pagi jadwalnya membaca alma’tsurat bersama. Setiap sekali dalam dua pekan, jadwalnya pengajian kantor. Doa paginya dimulai dengan doa, baca alqur’an, briefing, dan sharing. Para karyawan juga tidak meninggalkan sholat dan sholat berjamaah menjadi sesuatu yang tidak asing lagi bagi mereka.

Saya dapat banyak hal saat magang ini. Saya bisa tahu struktur perusahaan, perangkat perusahaan, pembagian kerja, berbagai bidang dan layanan perusahaan, target perusahaan dan strateginya, hingga bentuk pelayanan langsung kepada nasabah. Saya juga dapat teman-teman baru, mulai dari mahasiswa dan pelajar SMK yang juga magang hingga karyawan-karyawan di sana. Beberapa hal juga dapat dilakukan dan semuanya sangat berarti.

Secara emosional, saya merasakan kedekatan dengan bank ini. Why? Hmm, karena kami sekeluarga adalah nasabah bank ini, hehehe. Udo Kak Puti (suami kakak saya) dan Uda (abang saya) juga menjadi bagian dari bank ini di dua kota berbeda nun jauh di sana, hehe. Kami juga sering mendapatkan berbagai pelayanan istimewa dari bank ini karena Ayah berinvestasi di salah satu produk bank ini. Jadi, Saya rekomendasikan Anda (pembaca) untuk menjadi nasabah di bank ini. Lho?? Ini bank apa?? Saya yakin Anda tahu, cluenya sudah ada dari awal tulisan tadi. Satu lagi ya, taglinenya: Lebih Adil dan Menentramkan.

Anyway, pada hari ke-5 saya di Padang, masuklah jadwal magang, yaitu 2 Juli – 10 Agustus. Layaknya karyawan bank, saya harus pergi pagi dan pulang sore menjelang maghrib. Pada minggu kedua magang, jalan-jalan di kota Padang macet seperti biasa karena para pelajar kembali masuk sekolah setelah libur beberapa minggu. Saya melihat berbagai kesibukan dan keramaian di sana sini. Tahun ajaran baru berarti ada MOS di setiap SMP dan SMA. Banyak pelajar baru yang memakai atribut MOS. Saya jadi teringat masa-masa di MAN 2 dulu, saat ikut MOS dan me-MOS-kan adek-adek baru. Ingat saat libur semester, kami harus tetap ke sekolah untuk mempersiapkan semuanya, rapat, berlatih di lapangan bersama, dll. Pada tahun pertama jadi panitia, saya jadi ‘orang terkaya’ dan rangkap bagian logistik khusus panitia, hehe. Lucu sekali saat itu. Tahun kedua, saya tidak terlalu sibuk lagi karena posisi saat itu membuat saya hanya memantau adek-adek panitia. Sempat juga membantu Pak Taslim mendokumentasikan acara. Hal yang kurang mengenakkan saat MOS tahun itu adalah saat pengenalan OSIS. Listrik saat itu sedang mati dan tentunya microphone tidak bisa digunakan. Saat saya membuka acara dan mempersilahkan ketos untuk berbicara, saya masih bisa pakai mic karena listrik belum mati. Namun, saat ketos sedang asyik bicara, listrik mati. Suara ketos saya ini sebenarnya keras tapi tetap tidak terdengar sampai ke belakang aula. Jadilah ketos pakai toa. Hehe..pakai toa di dalam aula? Cukup lucu! Saya teringat masa-masa di MAN dan serasa ingin kembali ke masa itu.

Saat minggu ketiga libur, ayah, ibu, dan saya pergi ke Bukittinggi. Kami bertemu adek ayah (paman saya) yang pulang ke Bukittinggi. Kami juga bertemu sanak saudara lainnya. Ibu dan Saya juga belanja banyak di pasar bawah (salah satu pasar tradisional). Kami bertiga pergi pukul 6 pagi dan belanja sayur, buah, dll, termasuk karupuak lado kesukaan kami. Suasana tradisional sangat kentara. Kalau Anda di Bukittinggi hari Rabu ATAU Sabtu, belanjalah di pagi hari -sekitar pukul 6 pagi- di pasa bawah atau di pasa Aua Kuniang. Menarik, bisa dapat harga murah, dan bisa makan berbagai makanan tradisional. Rabu DAN Sabtu adalah hari pasar di Bukittinggi, jadi banyak sekali yang jualan dan pasar sangat ramai. Kalau selain hari Rabu DAN Sabtu, bisa belanja pagi-pagi di pasar banto, dekat pasar bawah.

Liburan sekalian magang ini juga di bulan Ramadhan. Saya dan beberapa teman dekat rumah tidak bisa ikut membantu pesantren ramadhan di masjid dekat rumah karena magang dan KKN.

Semoga ramadhan kita di tahun ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk terus beribadah; hablumminallah dan hablumminannas. Segala sesuatu harus terus kita hadapi dengan senyuman dan ketertarikan hingga hal itu bisa kita jalani dengan menyenangkan. Semangaat, temans!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s