Posted in penaku

Ketergesaan

Bagaimana cara kita memandang sesuatu, menentukan sikap kita dalam menghadapi hal tersebut. Seperti, bagaimana cara kita melihat dan menelaah sikap seorang teman, menentukan sikap kita terhadapnya. Juga, saat menghadapi sebuah kondisi sulit, menghadapinya dengan kepala dingin akan lebih baik daripada emosi yang memuncak dan membuat keadaan menjadi semakin runyam. Setidaknya, sikap tenang bisa membuat kita bisa berpikir jernih.

Ada banyak hal yang tanpa kita sadari, merupakan ketergesaan:

Kita terlalu cepat menyimpulkan bahwa teman kita pemalas hanya karena tidak datang kuliah 2 kali dan kita tidak berusaha mencari tahu mengapa ia tidak datang.

Kita terlalu cepat menyimpulkan teman kita sombong hanya karena tidak melihat kita berjalan di dekatnya dan Ia tidak menyapa kita.

Kita terlalu cepat naik darah hanya karena pendapat kita tidak diterima, sebelum kita mencoba untuk berdiskusi lebih lanjut.

Kita terlalu cepat sombong saat kita merasa penampilan kita lebih baik, lebih trendy, lebih ‘berkelas’ dibanding yang lain.

Kita begitu cepat merasa sombong hanya karena kita menduduki posisi penting di lingkungan sekitar kita.

Kita terlalu cepat bangga diri ketika bisa memberi demi sesama dan mengumbarnya pada orang lain.

Kita terlalu cepat menyalahkan teman atas kekeliruan kecilnya,  yang bisa saja tidak sengaja dilakukannya.

Kita terlalu cepat merasa diri begitu suci dan shalih saat teman-teman  kita tahu bahwa kita berpuasa sunat, menunaikan sholat sunat, dan sering bersedekah.

Kita terlalu cepat menyalahkan teman dan lupa memberi kesempatan pada diri sendiri untuk berpikir jernih.

Kita terlalu cepat menilai bahwa ikhwan A/akhwat A adalah superman karena banyak amanah dakwah yang terlihat ia kerjakan sendiri, padahal banyak orang di belakang layar yang membantunya.

Kita terlalu cepat sedih, kecewa, dan merasa tidak dihargai hanya karena kita bekerja di belakang layar dan usaha kita tidak dilihat orang lain.

Kita terlalu cepat merasa malas untuk beribadah sebaik sebelumnya

Kita terlalu cepat menganggap hebat diri sendiri hingga tidak menerima masukan dari teman untuk kebaikan kita

Kita telalu cepat mengeluh saat beberapa masalah menghampiri kita, padahal mengeluh dapat memperumit penyelesaian masalah.

Kita terlalu cepat minder untuk tidak memakai pakaian model terbaru, gaya baru, dan mengukuti trend baru.

Kita tergesa untuk mengeluh pada sikap orang tua kita yang beberapa kali tidak bisa mendengar dengan jelas suara kita, mereka bergumam meminta kita mengulang perkataan kita sebelumnya, dan kita kesal!

Kita tergesa merasa malu di depan teman-teman hanya karena penampilan Ayah Ibu kita tidak sebaik penampilan kita dan teman-teman.

Kita tergesa merasa jatuh cinta ketika melihat seseorang yang memesona.

Kita terlalu cepat merasa GR atas kebaikan seorang teman lawan jenis.

Kita terlalu cepat berpikiran NEGATIF pada teman, situasi, dan hal-hal yang kita alami.

 

Subjek ‘kita’ di sini bermakna umum. ‘Kita’ itu ialah saya dan anda. Kita, tanpa disadari, sudah mengekang kebebasan orang lain dengan ‘ketergesaan’ yang kita ciptakan sendiri. Kita, telah menjadikan ‘ketergesaan’ menjadi pemikiran instan yang bisa saja berujung pada kehancuran. Kehancuran atas keharmonian!

 

Tulisan lama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s