Posted in Me, penaku

Lembaran Satu Tahun (1)

Setiap orang tentu mempunyai cerita hidup yang berbeda. Ukuran pencapaian hidup setiap orang juga berbeda. Ini karena impian setiap orang berbeda-beda juga.

Satu tahun ini, saya mendapatkan sangat banyak pengalaman dan pembelajaran. Saya ingin berbagi kepada pembaca, tentunya melalui tulisan-tulisan di blog ini.

Taken by: Dept. Pubdok BPH PPI UUM 2011/2012
Taken by: Dept. Pubdok BPH PPI UUM 2011/2012

Saya dipercayakan oleh teman-teman untuk mencalonkan diri sebagai ketua sebuah organisasi pelajar di UUM (Cerita singkat mengenai ini dan pergulatan saya secara lahir batin, ada di beberapa tulisan saya di blog ini) . Hasil pemilihan menetapkan bahwa saya yang harus bertanggung jawab terhadap organisasi ini selama satu tahun. Terlepas dari berbagai pergulatan lahir batin saya terhadap keadaan ini, saya mendapatkan banyak pembelajaran yang sangat berharga.

Pertama, dulu saya (saat masih menjadi anggota di beberapa organisasi lainnya) hanya bisa mengamini saat ada yang bilang kalau jangan ganggu pemimpin kita (di organisasi) dengan hal-hal kecil seperti masalah teknis dan hal yang bisa diselesaikan dengan teman-teman pengurus. Intinya, jangan buat ketua tambah pusing dengan berbagai masalah teknis dan jangan banyak berkeluh kesah karena ketua juga harus memikirkan dan menyelesaikan banyak hal. Dulu saya memahami itu dan melaksanakannya. Namun, tidak semua orang tahu dan memahaminya. Maka, pemimpin harus bisa peka pada keadaan. Pemimpin harus selalu siap untuk dimintai pertimbangan atas apapun. Pemimpin harus mengayomi rekannya, mengarahkan, dan memotivasi.

Kedua, pemimpin harus tahan banting terhadap berbagai keadaan dan sikap orang lain padanya. Mungkin saja ada anggota bahkan rekan satu tim yang belum memahami bahwa pemimpinnya sedang sangat sibuk dengan berbagai hal. Ketidakpahaman ini bisa berujung pada konflik karena tersinggung, konflik karena pemimpinnnya mungkin saja terkadang belum bisa memberikan perhatian pada semua anggota (kecemburuaan), konflik karena emosi di tengah deadline, konflik pribadi, dan sebagainya. Ada juga orang di luar tim yang mungkin bermaksud baik dengan mengkritik, walaupun mungkin ada yang terkesan menyalahkan dan sebagainya. Pemimpin harus menyikapi ini dengan baik.

Ketiga, tidak semua rekan tim yang paham bagaimana seharusnya bersikap dan berkontribusi di sebuah tim, di organisasi. Beberapa rekan yang  masih belajar untuk bekerja di dalam tim, harus dibiarkan berkembang dan belajar segala hal dari awal. Segala pertanyaan, pernyataan, keluhan, harus diterima pemimpin. Keadaan lainnya, mungkin ada rekan satu tim yang belum memahami peran, tugas, dan bagaimana seharusnya bersikap dengan sesama rekannya. Pemimpin harus bersabar saat ada rekannya yang bersikap seolah tidak menghargai pemimpinnya, mungkin saja dengan memerintah pemimpinnya, tidak melaksanakan arahan pemimpinnya, berbicara tidak sopan, dan sebagainya.

 

Bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s