Posted in Me, penaku

Pemimpin

Menurut saya,

Pemimpin harus mempunyai hati yang luas dan lapang. Untuk apa? Pemimpin akan mendengarkan, mendapatkan, dan menghadapi banyak hal, baik maupun buruk. Hal positif dan negatif. Sesuatu yang membangun dan sesuatu lain yang menjatuhkan. Mungkin saja saat anda menjadi pemimpin, rekan-rekan anda banyak mengeluh, menceritakan masalah mereka, bahkan bisa saja menyalahkan anda. Padahal, anda mempunyai lebih banyak pikiran dan masalah yang harus anda hadapi dan selesaikan.

Kondisi pertama. Pada saat pikiran anda sedang sangat kacau, rekan-rekan anda datang dan berharap agar anda bisa mendengarkan berbagai masalah mereka, masalah pribadi mereka. Mereka datang, bercerita, dan berharap agar paling tidak kita bisa mendengarkan cerita mereka. Mereka mungkin tidak sadar kalau kita juga memiliki banyak masalah yang harus diselesaikan. Mulai dari masalah pribadi kita hingga masalah kelompok, masalah masyarakat. Apa yang akan anda lakukan? Berusaha sabar dan mendengarkan cerita mereka, atau langsung mengatakan kalau anda sedang banyak masalah dan anda tidak bisa mendengarkan cerita mereka?

 

Kondisi kedua, di saat anda sedeng menghadapi banyak masalah terkait rekan-rekan dan masyarakat yang anda pimpin dan harus segera menyelesaikannya, ada teman anda yang tidak bisa memahami kesibukan anda sebagai pemimpin. Mereka yang tidak paham ini hanya memikirkan kepentingan pribadi dan merasa cepat tersinggung kalau anda saat itu kurang memperhatikan mereka seperti sebelumnya. Singkatnya, ada teman anda yang cemburu karena anda lebih sibuk dengan orang lain, lupa untuk memperhatikan teman anda seperti sebelumnya, dan anda mulai kurang dekat lagi dengan mereka. Padahal, anda sebenarnya tidak bermaksud menjauh. Anda hanya sangat sibuk dan tidak banyak waktu untuk bersantai lagi bersama teman-teman lain seperti biasanya. Kadang, anda kurang menanggapi mereka karena anda juga sedang memikirkan banyak hal sehingga mereka merasa kecewa. Anda mungkin berbicara dengan nada datar atau memperlihatkan amarah anda kepada orang lain di hadapan teman anda. Sikap anda yang terkesan cuek dan kadang agak emosional tersebut membuat mereka jengkel dan kecewa. Mereka tersinggung dan marah pada anda. Mereka mendatangi anda dan mengeluarkan semua emosinya. Mereka mengatakan kalau anda sudah berubah, tidak sebaik dulu, tidak sesabar dulu, dan berbagai kalimat kekecewaan lainnya. Bahkan, mereka membicarakan anda kepada orang lain, di depan maupun belakang anda, tersirat dan tersurat. Hal ini berujung pada persepsi orang lain kepada anda menjadi berbeda. Apa yang akan anda lakukan dalam menghadapi ini semua?

Kuncinya, binalah hati anda menjadi hati yang luas sehingga anda bisa berlapang dada!

Bagi saya, ini sulit. Namun, kita bisa kalau mau mencoba dan selalu bersabar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s