Posted in Me, penaku

Preparation : DuDes (2)

Oke! Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya di sini. Saya akan bahas beberapa hal, seperti tentang costs dan persiapan mental. Mental??

Kak, bagusnya bawa uang berapa? Bawa cash atau transfer aja via ATM?

Biaya hidup di UUM? Begini. Saya akan menjelaskan hitungannya. Walaupun item hitungan biaya hidup ini relatif sama tapi nominal uangnya akan berbeda karena pengeluaran tiap orang pasti berbeda.

Uang makan harian 1 kali makan rata-rata RM 5 (included minum), jadi kalau 3X makan/hari = RM 15.

Uang pulsa: Paket BB rata-rata RM20-25/bulan. Pulsa untuk telpon (antarMalay dan Indo) tergantung masing-masing. Beberapa teman perlu RM10 perminggu untuk komunikasi antarMalay dan Indo. Perkirakan saja kalau keperluan pulsa perbulannya RM 30 (telpon dan SMS) + RM 25 untuk paket BB = RM 55/bulan. Paket smartphone antara RM 25-30an.

Uang lain-lain: kalau suka ngemil, anggarkan saja berapa perkiraan banyaknya makanan dan berapa banyak belanjanya. Kalau mau beli buku kuliah rata-rata RM50-100/buku.

No

Keperluan Bulanan

Dana/bulan

Ket

1

Makan harian

RM 5 X 3 X 31 = RM 465

Sesuaikan biaya 1Xmakan

2

Pulsa (paket BB/smartphone)

RM 20 – RM 40

Tergantung jenis simcard

3

Pulsa (telpon&sms)

RM 30

Tergantung keperluan

4

Keperluan bulanan lainnya

RM 100

RM 635

Total keperluan uang bulanan yg RM 635 ini kalau untuk saya sudah berlebih banyaak… Nah, tergantung pribadi masing-masing ya. Remember! Total tadi saya hitung untuk 1 bulan ya😉

Kalau tentang mana yang lebih baik antara membawa uang cash atau ambil uang via ATM yang ditransfer tiap bulan dari Indo, kembali lagi, tergantung masing-masing. Saya bawa cash, sampai di UUM uangnya saya masukkan ke account Bank Islam (ini salah satu bank di Malay), dan saya ambil uangnya di saat perlu. Mengapa saya mau bawa cash? Sebenarnya untuk efisiensi dari biaya charge perwithdrawl dan kurs yang fluktuatif. Namun beberapa orang mungkin ogah bawa cash dalam jumlah yang lumayan banyak karena takut uangnya hilang atau takut jadi boros karena pegang uang banyak. Depend on yourself🙂

Persiapan lainnya, kak?

Naah, berikut ini saya paraphrase testimoni beberapa mahasiswa DuDe dari 07-10. Pertama, persiapkan mental untuk berpisah dengan orang tua dan sanak saudara (untuk anda yang tidak terbiasa berpisah jauh). Tenang, berpisahnya hanya 5 bulan/semester. Anda bisa pulang di setiap libur semester.

Kedua, persiapkan diri untuk bisa cepat beradaptasi dengan orang dan lingkungan baru. Harus bisa menyesuaikan diri dan ‘membawa’ diri dengan baik di lingkungan baru. Bagaimanapun, di sana kita akan hidup bersama dengan teman lama (sesame DuDe) dan teman baru. Walaupun nantinya di UUM tetap bergaul dengan sesame DuDe, bukan berarti pertemanannya sama seperti di UNP. Saya bisa bilang kalau banyak perbedaan nantinya walaupun dengan sesama DuDe. Kalau di UNP, kita hanya bertemu di kampus. Kita tidak seatap atau tidak sekamar dengan DuDes. Kalau di UUM, banyak yang akan sekamar, tetangga sekamar, atau seasrama. Tidak bisa dipungkiri kalau di UUM akan menghadapi konflik karena masalah sederhana sampai yang tidak sederhana (duuh, diksinyaaa).

Ketiga, related dengan yang sebelumnya, kita harus menjadi pribadi yang lapang dada dan bijaksana. Akan banyak hal tidak terduga yang akan Anda hadapi di sana. Tentunya ada yang menyenangkan, menyedihkan, hingga yang mengerikan. Jadi, biasakanlah diri dengan berbagai cuaca kondisi.

Keempat, mari menjadi pribadi yang terbuka tapi tidak buka-bukaan. Perbanyaklah teman, baik dengan sesama pelajar Indonesia di sana maupun dengan pelajar Malay dan pelajar Internasional lainnya. Anda bisa bergabung ke berbagai club di UUM, dari klub berkuda hingga klub jurnalistik, dari AIESEC hingga ENACTUS, dari PPI UUM atau ISS (International Student Society). Naah, kalau ada kegiatan PPI UUM, jangan sampai tidak ikut, minimal hadiri kegiatannya. Maksimalnya?? Bergabunglah di kepanitiaan acara PPI UUM atau bisa juga menjadi pengurus PPI UUM di Badan Pengurus Harian (BPH) PPI UUM.

Kelima, manfaatkanlah segala fasilitas yang ada di UUM. Kita punya banyak waktu luang selama di UUM. Pagi-pagi bisa jogging, sore bisa main go kart, berenang, atau sauna. Lain hari, bisa fitness atau berolahraga lainnya di sukan (sport centre). Kalau tentang sukan, Bang Aidil dan Maya yang tahu betul karena mereka tiap hari ke sukan, hehe.  Manfaatkan juga library yang gadang jo langkok bana dan berbagai fasilitas lainnya.

Keenam, bersikaplah apa adanya sesuai dengan jati diri Anda. Anda di sana akan dihadapkan pada berbagai style berpakaian dan sebagainya. Tetaplah menjadi diri sendiri. Sesuaikan diri dan sikapmu dengan perubahan yang akan dilakukan.

Lainnya, hanya hal-hal sederhana yang bisa disiasati untuk kelangsungan hidup Anda di sana (bahasanyaa..). Kalau Anda suka shopping, pikir-pikir dulu kalau mau beli sesuatu. Ingat dan pikirkan lagi tentang bagasi dan barang bawaan lainnya saat mau balik ke Indo. Semakin sedikit barang akan semakin memudahkan saat pulang dan balik ke UUM. bukan berarti barang bawaan saya sedikit, hihi. Bawaan saya juga banyak, salah satu yang banyak di antara DuDes. Koper saya isinya punya saya dan punyanya orang lain juga J

Hmm, ya! Sampai di sini yang saya ingat dan yang bisa saya tuliskan. Next time, kalau ada hal penting lainnya yang saya ingat, saya akan tuliskan dan posting di blog ini.

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s