Posted in Me, penaku

Mei

Januari – Februari – Maret – April – Mei !

Mei tahun ini bagi saya : bulan untuk tetap semangat, masih ujian kesabaran, kolokium, bimbingan, kuliah, penelitian, dan ‘magang’. Bagi mahasiswa semester akhir –insyaallah- yang sedang skripsi seperti saya, setiap hari berlalu dengan cepat. Tidak ingin ketinggalan kereta menuju September untuk wisuda. Apalagi, beberapa orang sudah mendesak saya untuk segera wisuda (??). Pertengahan bulan ini, saya harus masuk kantor untuk ‘membantu’ mengerjakan banyak beberapa  pekerjaan seperti tahun lalu saat magang. Meskipun pikiran ini dipenuhi dengan kuliah, skripsi, dan kantor, tetap saja ingatan saya pada semua hal di UUM tidak hilang. Ingatan yang satu ini tidak mau kalah untuk memenuhi pikiran saya. Sangat banyak yang harus saya pikirkan dan kerjakan tapi ingatan dan rindu itu terus ada. Gawat! Haruskah saya mention satu persatu yang di sana dulu , setidaknya untuk sedikit mengobati rindu?

Saya rindu Hani, Mirah, Kak Ida, Kak Nora, Mak Cik Wan, dan gank-gank semua, hehe. Mereka menyebutnya begitu, gank. Rindu pada teman-teman di blok A EON. Rindu rekan-rekan BPH: dua wakil saya yang dikagumi banyak orang –“, para pengurus……. Ooh, Sudahlah! Sepertinya, semakin banyak tulisan saya tentang kerinduan.😦

Beralih ke topik lain. Kali ini mengenai pelayanan. Siapa sih yang tidak ingin mendapatkan pelayanan yang baik? Kita tentu ingin dilayani dengan baik, khususnya terhadap hal yang telah menjadi hak kita. Kalau ingin dilayani dengan baik dan memuaskan, maka berikanlah pelayanan yang baik kepada orang lain. Seyogianya kita ringan tangan membantu siapapun yang memerlukan bantuan selagi kita mampu. Memberikan bantuan juga harus dilakukan dengan sepenuh hati. Ukurannya apa? Menurut saya, kita akan merasakan puas, tenang, lega, dan senang di saat kita menolong dan sesudah kita selesai menolong atau melayani orang lain. Maka, mari rasakan, apakah kita merasakannya di saat kita menolong dan melayani orang lain? Bagaimana saat setelah selesai membantu dan melayani?

Menurut saya, hal ini harus kita biasakan khususnya pada para pekerja yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat, seperti berbagai kantor pemerintahan, bank, dll. Pelayanan dengan sepenuh hati ini tidak didasari karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan kita untuk melayani dan membantu masyarakat. Namun, mari dasari hal ini dengan kecintaan pada sesama, kesadaran terhadap hak orang lain untuk dilayani dengan baik, dan kesadaran terhadap Sang Pencipta yang menyuruh pada kebaikan.

Tentu aplikasinya tidak sesederhana teori. Harus ada pembelajaran, kesabaran, dan waktu untuk melakukannya dengan baik. Namun, saya yakin, saat mencapai titik itu, kita akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa indahnya karena bisa membuat orang lain tersenyum, nyaman, dan percaya pada kita. Yakinlah!

11 thoughts on “Mei

  1. Ya, memang banyak yang kagum ya, hahaha (mensyen darius)

    Jadinya lanjut BSM, Bu Ketua? Rencana masternya?

    1. teteup aja ya muji2 diri sendiri, hehe
      Hm, stlh bbrp prtimbangn, sptnya akan cb ngantor dl, Pak. Rencana master awalny kan mau di jiran, tp kyknya pending dl ;(. wallahu’alam pastiny gmn, kita lht ssdh convo (kita??)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s