Posted in Me, penaku

Kontras

Seorang bapak. Ia sudah naik haji dua kali. Selalu memakai peci dan tidak pernah absen sholat. Ia tahu tentang ilmu agama. Ia juga dikenal masyarakat. Cirinya ini seolah dapat disimpulkan orang lain sebagai pribadi yang agamis. Tentu agamis bagi pandangan orang awam; rajin ibadah dan paham agama. Namun, ada yang aneh dari si bapak. Ia suka berpikiran negatif ada orang lain. Ia sering mengejek dan menghina orang lain. Perkataannya bahkan hampir selalu menimbulkan gosip dan bahan gunjingan. Si bapak juga sombong karena sudah dua kali naik haji, rajin ibadah, kaya, dll. Aha! Mungkin ada yang sudah bisa menebak siapa sosok ini. Ia adalah Haji Muhidin! Sosok antagonis ini muncul setiap malam di sinetron Tukang Bubur Naik Haji, di RCTI. Sosok ini sangat lekat di pikiran saya karena saya juga menemukan seorang yang sifatnya mirip dengan si Haji Muhidin. Walaupun saya tidak menonton sinetron ini setiap hari, setidaknya saat sekali menonton, saya cukup sakit hati kalau saja tokoh itu benar-benar ada dan menzholimi saya juga orang lain. Apakah Anda pernah menemukan atau punya teman yang seperti itu?

Percaya atau tidak, saya punya teman yang mirip tokoh Haji Muhidin. Bedanya, teman ini perempuan, berjilbab. Tepatnya, berjilbab lebar. Entahlah. Sedih kalau mengingatnya. Sedih karena ajakan, nasehat, dan kritikan orang-orang di sekitarnya belum mampu –hingga kini- menjadikannya pribadi yang lebih baik.

Hal yang harus kita pahami, tidak semua orang yang tahu tentang ajaran agama bisa memahami dan menjalankannya dengan baik. Bahkan, walaupun penampilan seseorang mencirikan kalau dia agamis, itu belum cukup untuk mengukur akhlak (perilaku) dan pemahaman agamanya. Sederhananya, saat anda melihat seorang muslimah bersikap tidak baik, jangan salahkan jilbabnya, jangan salahkan Islamnya, tapi lihat pribadinya sebagai manusia biasa. Saya sering mendengar, “Ci, kok orang-orang yang berjilbab dalam tu nggak sopan, sombong, bla bla…” dan “kok cowok yang jenggotan tu nggak rapi ya?”. Bahkan dulu saat baru dekat dengan beberapa teman, mereka curhat dan bilang, “sebelum ini, orang berjilbab dalam yang aku temui tu semuanya sombong, sok alim. Teman-teman ci yang berjilbab dalam pada gitu juga ya??”. Komentar seperti itu seakan membentuk pemikiran kalau yang salah itu jilbabnya, jenggotnya, pakaiannya. Sehingga secara tidak sadar, terbangun pemikiran bahwa semua yang bercirikan agamis ternyata akhlaknya tidak baik, tidak agamis. Padahal, pribadinya lah yang masih belum bisa menjadi lebih baik.

Kalau melihat orang yang berpenampilan agamis (jenggotan, celana di atas mata kaki –apalagi? Saya nggak tahu yang ikhwan gimana- atau berjilbab lebar), coba pahami mereka. Misal, kalau melihat perempuan yang berjilbab lebar, cobalah pahami kalau mereka juga manusia biasa, bukan malaikat yang suci dari dosa. Mereka hanya muslimah yang lebih dulu percaya diri untuk berjilbab syar’i (lebih menutup aurat) dibandingkan muslimah lainnya yang tidak berjilbab lebar. Mereka yang berjilbab lebar juga tidak luput dari khilaf dan dosa. Mereka hanya berusaha untuk berpenampilan lebih baik sesuai ajaran Islam dan mereka nyaman dengan itu. Jadi, kalau mereka melakukan kesalahan, itu wajar. Saya beri tahu satu rahasia penting! Biasanya, muslimah berjilbab lebar  yang berakhlak baik, rajin ibadah, dan disenangi teman-temannya, itu karena mereka selalu mempelajari ilmu agama di berbagai kesempatan, seperti mengikuti mentoring, pengajian, mendengarkan ceramah, membaca berbagai buku agama, dll. Naah, kalau Anda menemukan muslimah berjilbab lebar tapi akhlaknya tidak baik dan tidak mencirikan seorang muslimah yang baik, kemungkinan besar ia belum memahami ajaran agama dengan baik. Mungkin ia juga belum memperbanyak membaca buku agama, belum sering mengikuti mentoring, pengajian, mendengarkan ceramah, dll untuk meng-upgrade dirinya.

Intinya, mari kita membiasakan diri untuk berpikiran positif dan berusaha memahami siapapun🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s