Posted in Me

Langkah Pembelajaran (3)

Lebaran tahun ini sangat berkesan karena Kak Puti dan keluarga lebaran di Padang. Uda Isat juga balik ke Padang. Rumah jadi ramai karena ada Salman dan Khaira. Dua balita ini pertama kalinya lebaran di Padang.

Mereka berdua makin lucu dan lincah. Mereka murah memberi ciuman. Saya suka minta cium ke Salman Khaira. Ayah, Ibu, dan Uda juga begitu, hehe. Salman Khaira akan cium dua pipi dan kening. Kalau Saya sedang pakai jilbab dan minta cium ke Salman Khaira, mereka akan sedikit mengangkat kain jilbab saya yang menutupi kening agar mereka bisa mencium kening saya, buka kain jilbab, hihi. Hmm, padahal baru kemaren mereka balik ke Batam tapi saya sudah rindu kepolosan dan kelucuan dua anak yang suka sayur dan buah ini.

Umminya, Kak Puti, walau sekarang juga sedang hamil, tetap enjoy dan senang menjalani kesehariannya dengan Salman Khaira. Da Bobby juga menikmati kesibukan bekerja sambil ikut mengurusi Salman Khaira. Da Bobby jarang sekali marah dan mau saja main dengan anak-anak walaupun sudah lelah karena seharian bekerja (kata Kak Puti dan Ibu, hehe). Kak Puti dan Da Bobby yang berbicara lembut, ditiru oleh Salman Khaira. Tapi yang namanya anak-anak, Salman Khaira juga meniru temannya berbicara. Ada yang suka teriak, main tangan, dll.

Salman Firdaus (Dok.Pribadi)
Salman Firdaus (Dok.Pribadi)

Salman, beberapa bulan lagi akan berumur 4 tahun. Suka senyum, penyapa, suka berteman, ekspresif, suka bertanya apapun, dan sangat sayang adiknya. Salman suka becanda dengan dirinya yang ekspresif. Salman juga manja. Kalau sedang bad mood dia akan marah, ngambek,  dan menangis. Yaa, namanya juga balita –di bawah 5 tahun-. Salman akan bertanya apapun yang dilihat dan didengarnya, kami akan menjawab semuanya. Salman sudah hampir satu tahun tidak pakai popok lagi, termasuk saat tidur. Salman juga tidak ngompol lagi. Salman cepat mempelajari hal baru, termasuk cara memakai kamera dan Ipad Abinya. Bahkan tahun lalu, umurnya belum genap tiga tahun, Salman bisa memfoto Abi, Ummi, dan Adiknya. Fotonya bagus –sesuai kemampuan anak seusianya-, tidak miring, pas. Salman suka ke masjid ikut Abinya tapi ya kadang rebut sendiri di masjid😀

Khaira Taqiyya (Dok.Pribadi)
Khaira Taqiyya (Dok.Pribadi)

Khaira, dua tahun tiga bulan. Manis dan lucu. Kalau di dekat orang yang baru dikenalnya, Khaira tidak banyak bicara. Kalau sudah mulai mengenal orang didekatnya, ia akan banyak bicara, banyak bergerak, dan banyak makan, hehe…Khaira juga suka memanjat seperti Udanya, sering tertawa, dan betah pakai jilbab berjam-jam kalau keluar rumah. Khaira betah main sendirian dan asyik melakukan banyak hal seorang diri, termasuk makan. Khaira suka dan sering menyuap makanannya sendiri, membuka pisang dan klengkeng sendiri. Khaira, seperti anak seumuran lainnya, akan sering dan suka meniru apa yang dilihat dan didengarnya. Khaira juga akan menangis kalau berebut sesuatu dengan Udanya, lumrah ya, anak-anak.

Salman dan Khaira seringkali saling membantu,  misalnya Salman membantu mengambilkan minum Khaira dan sebaliknya. Mereka juga kompak kalau bermain beberapa permainan, hehe. Mereka berdua akan punya adik. Ya, jarak mereka bertiga tidak terlalu jauh. Kalau 2 anak cukup (seperti slogan KB), tentu 3 anak akan baik. 4 anak? Lebih baik, hehejust kidding. Kembali pada mereka akan punya adik. Kak Puti, di awal kehamilannya, sudah memberitahu Salman Khaira kalau mereka akan punya adik. Kak Puti ‘mengemasnya’ dengan menarik dan penuh kasih sayang, jadi Salman Khaira juga senang dan belajar untuk mengerti keadaan umminya. Mereka sering mencium dan mengelus perut Umminya sebagai bentuk sayangnya pada si adek bayi.

Kak Puti dan Da Bobby berusaha untuk mendidik anak-anaknya dengan baik. Mereka banyak belajar dari berbagai bacaan, teman, dan tentunya pengalaman masa lalu. Saya banyak belajar dari mereka. Pelajaran tentang kesabaran, kekuatan, dan kebahagiaan.  Dulu, setelah saya membaca beberapa bacaan tentang parenting, saya berpikir apakah yang saya baca bisa saya aplikasikan karena memang tidak mudah. Namun, sejak Salman lahir, banyak pembelajaran yang saya amati dari orangtuanya dan ternyata juga bisa saya aplikasikan. Mereka memang bukan orangtua yang sempurna tapi setidaknya mereka berusaha keras menjadi orangtua yang lebih baik dari orangtua lainnya.

Mereka tidak menyiasati dengan cara berbohong kalau Salman Khaira rewel dan merengek. Mereka tidak dengan cepatnya melarang Salman Khaira untuk melakukan apapun selagi tidak terlalu berbahaya, seperti memanjat kursi dan meja, memegang benda tertentu, dll. Kalau di mall dan tempat keramaian lainnya, mereka tidak selalu memegang Salman Khaira agar tidak jauh dari mereka. Selagi tidak berbahaya untuk anak seusia Salman Khaira, Kak Puti dan Da Bobby akan membiarkan Salman Khaira untuk berjalan (tidak digendong) dan berlari ke mana mereka inginkan. Kak Puti dan Da Bobby bersabar memperhatikan gerak langkah Salman Khaira walaupun harus mengikuti dua anak lincah ini berkeliling ke manapun. Ya namanya anak-anak, suka lari ke manapun mereka inginkan.

Banyak hal lainnya yang saya pelajari dari mereka, ya mereka. Tidak hanya Kak Puti dan Da Bobby tapi juga Salman Khaira. Jadi, saya bisa belajar menjadi orangtua kalau didekat Salman Khaira. Belajar ekstra sabar kalau sudah sangat lelah tapi tetap diajak main, dan belajar sabar-sabar lainnya, hehe. Memang, lagi-lagi, mereka bukan orangtua yang sempurna. Semoga orangtua lainnya bisa mendidik anaknya dengan lebih baik, tidak sedikit-sedikit PHP-in anak, berbohong pada anak, dan melarang anak melakukan apapun. Jangan deh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s