Posted in Me

Berbalik

Saya merasa, sesuatu yang dulunya menyedihkan, kalau sekarang atau suatu saat kita ingat kembali, bisa saja menjadi suatu hal yang lucu. Lainnya, bisa saja hal yang dulunya terasa aneh atau asing, jika sekarang dipikirkan lagi, mungkin akan terasa menarik, dsb. Silakan Anda pikirkan pengejawantahannya, hehe…

Tetiba ingat kejadian dulu, di penghujung tahun 2011. Pagi itu, saya dan roommate tidak sarapan pagi karena masih capai setelah mengikuti acara tahunan PPI UUM. Siangnya kami ke Kafe Petro. Kalau tidak salah, ada salah seorang teman juga yang ikut. Saat menunggu makanannya siap, dari kejauhan kami lihat ada Edo, Gefi, Gilang, Bang Dimal, dan teman lainnya (saya tidak ingat siapa saja). Saat baru melihat mereka yang masih jauh, air mata saya tidak tertahankan. Saya menangis! Heheada apa?

Saya langsung menangis karena kejadian beberapa hari terakhir yang mengubah hidup saya 180 derajat! mengapa ada istilah 180 dan satuan derajat? Terlebih karena beberapa jam sebelumnya, saya dan teman-teman diberikan amanah di PPI UUM. Saya menangis melihat mereka karena mereka yang mengusahakan semuanya, hehe….Kalau egois, saya bisa saja marah-marah pada mereka. Namun ya, tidak boleh dan tidak bisa. Saya berusaha sekuat tenaga untuk berhenti menangis. Mereka semakin dekat dan akhirnya duduk semeja bersama kami. Saya masih menahan, menahan perasaan yang saat itu sangat sedih. Saat mereka memulai pembicaraan, saya masih tahan. Semakin lama, saat saya ingin bicara, bukan suara yang keluar tapi air mata yang keluar duluan, hehe. Alhasil, saya bicaranya tidak jelas dan semakin tidak jelas. Naah, kalau diingat sekarang, sangat lucu. Bagi Anda mungkin tidak lucu. Namun bagi saya dan juga mungkin satu dua teman, itu hal yang lucu kalau diingat sekarang. Hm, tapi lagi-lagi saya sampai sekarang ingat kalau dulu ada hal yang sangat berat yang membuat air mata terasa sangat murah.

Lagi, beberapa bulan kemudian. Ada masalah juga. Berat. Saat itu terasa semakin berat karena tidak ada teman untuk berbagi tentang masalah ini (tentunya Allah tempat mengadu yang pertama dan utama). Masalah itu tidak bisa langsung saya ceritakan pada teman karena sangat tidak tepat. Bisa-bisa malah keadaan yang aman menjadi kacau. Alhasil, saya menangis dengan hebatnya di mana-mana; kamar, kelas, jalan. Hehe…lucu kalau diingat sekarang.

Bagaimana? Membingungkan ya contohnya? hehe… Intinya, suatu hal yang dulu terasa A, belum tentu sekarang masih terpikirkan seperti A. bisa saja B atau malah Z (??!!)

Itu dia contoh dari saya. Anda? Bisa Anda tuliskan, mungkin saja bermanfaat di kemudian hari😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s