Posted in penaku

Haji

Labbaikallahumma Labbaika
Labbaika Laa Syarikalaka Labbaika
Innalhamda Wal Ni’mata
Laka Wal Mulk Laa Syarikalaka

Pergi haji
Artinya menuju Allah yang esa
Membawa hati dan diri yang hina
Memberi hadiah kepada Allah
Berhati-hatilah menghadapNya

……

…..

Lagu: Haji Menuju Allah (Raihan)

Sumber: http://liriknasyid.com/index.php/lirik/detail/715/raihan-haji-menuju-allah.html

 

Saat magang tahun lalu dan sempat membantu lagi di kantor beberapa bulan lalu, saya sempat membantu karyawan bagian haji untuk melayani pendaftaran dan pelunasan haji. Ruang marketing di lantai dua menjadi ramai oleh nasabah haji yang antri untuk penyerahan syarat pelunasan. Melihat para nasabah yang antusias untuk mendaftar dan melunasi, ada kebahagiaan tersendiri saat melihat mereka juga bahagia dengan keinginan kuat untuk naik haji.

Depag membuka waktu khusus untuk pelunasan haji. Tiap bank, konvensional dan syariah, akan disibukkan dengan pelunasan biaya haji. Setelah nasabah haji melunasi di bank, mereka dapat mengurus kelengkapan haji di kantor depag setempat.  Saat keberangkatan haji tahun 2012 lalu, umumnya para nasabah telah mendaftar haji dari tahun 2008 dan awal 2009. Untuk keberangkatan tahun 2013, nasabah umumnya mendaftar thaun 2009-2010. Nah, bagaimana kalau mendaftar tahun ini, 2013? Kalau anda dengan ONH (Ongkos Naik Haji) biasa untuk mendaftar tahun ini, insyaallah anda akan naik haji tahun 2024-2025! Ini kalau dalam beberapa tahun mendatang tidak ada lagi pengurangan kuota haji. kalau anda dengan ONH Plus, kalau tidak salah, anda perlu menunggu dalam 5 tahun! Waktu tunggu ini berbeda untuk masing-masing provinsi. Pada provinsi yang banyak masyarakatnya ingin naik haji, akan lama untuk menunggu. Namun, ada beberapa provinsi yang lebih singkat waktu tunggunya. Ada beberapa orang yang berusaha untuk mempunyai KTP dan KK di provinsi lain dan mendaftar haji di sana agar waktu tunggu naik hajinya lebih singkat. Beberapa hal ini saya pelajari dan ketahui selama d kantor, hehe..terima kasih BSM KC Padang🙂

Nah, kembali ke nasabah haji. Saat beberapa minggu melayani nasabah haji, saya ditemui oleh berbagai jenis nasabah. Hehe, namanya juga manusia, ya pasti sikapnya berbeda-beda. Ada nasabah yang, mereka datang dan melunasi dengan lancar tanpa banyak bertanya dan complain. Ada yang bertanya berkali-kali tentang biaya haji, berusaha membandingkan biaya haji hari itu di kantor dengan biaya haji di bank lain. Hehe…mereka ada yang merasa kalau biaya pelunasan haji di bank lain lebih murah. Padahal, biaya pelunasan haji di setiap bank adalah sama karena sistem pelunasannya langsung tersambung secara online  ke sistem Siskohat Depag. Hal yang membedakan hanya pada saldo minimal di tabungan haji, yang saldo ini juga bisa ditarik nasabah saat telah pulang haji. Nasabah harus menyimpan saldo minimal di tabungannya hingga pulang haji, agar kalau ada kelebihan biaya atau pembayaran asuransi dari depag, bisa langsung terhubung ke rekening nasabah. Toh, setahu saya, kantor tidak mengambil saldo itu. Ini hanya tentang bagaimana menjelaskan pada nasabah. Tapi, tidak semua nasabah yang bisa langsung mengerti. Ada yang langsung paham, ada yang baru paham jika sudah berkali-kali dijelaskan.

Ada juga nasabah yang sangat ramah dan sebaliknya. Ada yang sudah sangat renta hingga anaknya memapah ke meja pelunasan haji. Ada nasabah yang suka bercerita. Nah, nasabah yang pencerita ini salah satunya yang saya suka. Mereka umumnya terbuka dan akan sabar menunggu selagi saya ajak ngobrol, hehe. Ada nasabah yang bercerita kalau sebelum tahun 2008, beliau sudah naik haji tapi mendaftar lagi di tahun 2008 sehingga bisa naik haji lagi di tahun 2012. Ada juga nasabah yang tahun lalu (2012) saya temui saat penulasan haji, eh tahun 2013 datang lagi ke kantor untuk kembali mendaftar haji, hehe. Beliau rela menunggu hampir 10 tahun ke depan untuk kembali haji.

Nasabah lain yang sangat menyentuh adalah sepasang suami istri yang sudah tua. Rumah mereka ternyata di batas kota antara Padang dan Pariaman. Cukup jauh untuk mereka yang sudah lanjut usia dan kalau tidak salah hanya naik kendaraan umum. Mereka berdua berjalan dengan agak tergopoh-gopoh. Wajah mereka teduh dan bersahaja. Penampilan mereka sangatlah sederhana. Setelah menyerahkan semua syarat pelunasan dan menunggu saya memproses semua persyaratan, beliau bertanya pada saya, ‘Nak, di sabalah tu tampek gadai ameh, yo?”. Mereka menunjuk meja gadai emas di sudut ruangan. Saya mengiyakan dan bertanya apakah mereka berminat menggadai emas. Si Ibu berkata pada suaminya, “wak gadai ameh wak dulu nah, untuak pitih pegangan barangkek. Pitih wak ndak ado lai..”. Saya menawarkan pada mereka untuk langsung ke meja gadai agar bisa mendapatkan informasi mengenai gadai.

Ada juga nasabah yang beberapa tahun sebelumnya mendaftar haji berdua dengan suami, namun karena suaminya meninggal, beliau harus berangkat sendiri –tentunya juga dengan teman-temannya- tanpa ditemani anggota keluarga.

Beberapa bulan lalu saat pelunasan haji tahun ini, ada beberapa nasabah yang belum melunasi padahal waktu pelunasan akan segera berakhir. Kami menelpon nasabah satu persatu. Ada nasabah yang lupa, ada yang baru tahu kalau mereka berangkat haji tahun ini, ada juga yang belum punya cukup uang untuk melunasi tahun ini. Hal yang terakhir ini, beliau bisa mengurus penundaan keberangkatan hingga tahun depan.

Haji, rukun Islam kelima. Siapapun yang mampu untuk berhaji, maka ia wajib mengusahakannya. Semoga saya juga bisa naik haji, aamiin.

2 thoughts on “Haji

  1. Saya ikut tersentuh dengan sepasang suami-istri yang sudah tua itu yang berupaya keras datang dari jauh untuk mengurus administrasi perjalanan haji mereka, semoga mereka damai sampai akhir hayatnya dengan nikmat Islam.

    Suciamalia said:
    Haji, rukun Islam kelima. Siapapun yang mampu untuk berhaji, maka ia wajib mengusahakannya. Semoga saya juga bisa naik haji, aamiin.

    Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s