Posted in Me, PPI UUM

Kenangan

Sore tadi saat masih acara mingguan, ada beberapa pesan masuk di hp saya. Ada pesan dari Pute sebagai balasan dari pesan yang saya kirim sebelumnya. Saya sebelumnya bertanya tentang RAT (Rapat Anggota Tahunan) PPI UUM apakah lancar acaranya. Beberapa pesan lainnya dari whatsapp dan path dari beberapa adek yang juga sedang ikut RAT.

Saya kaget karena inti pesannya sama, yaitu RAT panas dan nama saya serta kepengurusan PPI UUM sebelumnya disebut-sebut. Saya kaget dan bertanya-tanya, ada apa di sana? Selama perjalanan pulang ke rumah, saya fokus dengan hp. Pikiran saya penuh dengan balasan-balasan dari adik-adik.

Hp saya low bat sementara saya masih di angkot dan perjalanan masih jauh. Saya simpan hp di tas dan merenung. Saya teringat tentang RAT tahun lalu, dari persiapan hingga selesainya RAT. RAT sudah kami persiapkan beberapa minggu sebelumnya. Acara terakhir sudah harus selesai di satu bulan sebelum RAT. LPJ setiap acara sudah harus selesai beberapa minggu setelah setiap acara selesai agar kami tidak kewalahan di akhir kepengurusan. Terkesan rapi dan mudah namun pelaksanaannya tidak selalu semudah yang dibayangkan. Hal-hal sederhana ini yang kami harapkan bisa dilakukan kepengurusan selanjutnya.

Pikiran saya masih saja ingin memutar kembali ingatan tentang RAT tahun lalu. RAT yang bagi saya sangat manis, hehe. Bagaimana tidak, saat itulah saya mengakhiri ketidaknyenyakan tidur selama satu tahun, mengakhiri sakit-sakit aneh yang rasanya mudah sekali menjangkiti tubuh karena pikiran yang selalu saja berat. Tanpa sadar, saya sudah senyum-senyum sendiri di angkot karena mengingat beberapa hal saat RAT yang bagi saya sangat manis dan lucu. Untungnya tidak ada penumpang yang memperhatikan saya, hehe.

Saya masih ingat saat memberikan kata sambutan di pembukaan acara RAT. Kata sambutan saat itu terasa sangat berbeda bagi saya. Berbeda karena saat itulah tugas terakhir saya dalam hal memberikan kata sambutan. Berbeda karena saat itu saya merasa kalau kata-kata yang saya ucapkan memang keluar dari hati saya dengan ringannya, dengan sepenuh hati. Saya merasa saat itu senyuman saya saat berbicara memang senyuman bahagia karena kepengurusan akan berakhir.

Hal manis lainnya yang masih saya ingat ialah, saat beberapa teman yang juga pengurus, mereka merangkul saya, menyemangati saya sebelum RAT dimulai. Mereka, dengan wajah teduhnya, memompa semangat saya dan meyakinkan saya kalau semua akan berlangsung dengan baik. Siapa mereka? Mereka tidak terlalu dekat secara personal dengan saya. Mereka bukan teman dekat saya. Kami hanya akrab sejak satu tim di BPH. Namun, saya suka dengan ini. Manis.

Saat saya harus berdiri di balik podium untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban, di samping harus fokus pada pertanyaan dan kritikan peserta sidang, sebenarnya ada hal-hal lucu yang saya lihat. Hehe…sebenarnya saya ingin tertawa saat itu tapi tentu tidak baik kalau tertawa saat itu. Sangat lucu saat saya, dari depan di balik podium, melihat dan memperhatikan masing-masing BPH. Pikiran saya saat itu bercampur antara serius menjelaskan LPJ dengan menebak makna air muka masing-masing BPH, hihi. Saya masih saja sempat menebak-nebak apa yang sedang dipikirkan Taufan dan Bang Darius saat itu dengan air muka mereka yang tidak biasanya saya lihat begitu. Mungkin dua wakil hebat ini berpikir, ‘Duuh, Suci akan ngomong apa lagi ya?? Kalau ada yang nanya, Suci bisa jawab dengan pas nggak ya?? Apa jawabannya bisa jadi boomerang??’.

Beberapa kali, saya juga melihat ekspresi Kak Ambar, Kak Devi, Prilly, Kak Cici, Bang Adit, Heykal. Naah, kalau ekspresi mereka ini, baru saat itu saya melihat ekspresi mereka seperti itu. Mereka seperti sedikit cemas kalau saja ada peserta sidang yang akan marah-marah. Mereka mungkin berusaha menebak perkataan yang akan saya ucapkan. Terlihat mereka seperti sangat memperhatikan saya. Mereka sepertinya berharap agar saat saya membacakan laporan setiap departemen, akan lancar tanpa hambatan. Kalau ekspresi Gilang, seperti tenang tanpa beban sambil sibuk dengan hp karena memfoto dan update berita di twitter PPI UUM. Ekspresi teman-teman lainnya, ada yang seperti kebingungan, hehe.

Pastinya, dari depan di tempat saya berdiri, saya bisa melihat sorot mata setiap rekan BPH. Saat mereka melihat dan memperhatikan saya, ada beberapa sorot mata yang seolah menyemangati dan meyakinkan saya untuk tetap kuat. Ada sorot mata yang seolah berharap agar saya tidak salah bicara, hehe. Ada air muka yang seolah tenang dan seperti memberikan ketenangan tersendiri  bagi saya.

Semua, manis pahitnya, hanya bisa diingat, dikenang. Sebentar ini, saya dapat kabar kalau Fakhrul menjadi ketua PPI UUM 2013/2014. Semoga amanah dan semoga PPI UUM semakin jaya!🙂

*Dan di wordpress masih saja tidak bisa upload gambar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s