Posted in penaku

JUDGEMENT

Masjid. 10 menit sebelum azan ashar.
Satu dua jamaah mulai berdatangan. Beberapa anak sekolah menengah atas juga mulai meramaikan masjid, juga dua orang gadis berkerudung. Dua gadis, Cyndi dan Mia, telah berwudhu. Cyndi segera memakai mukena dan mengambil posisi sholat. Mia duduk dan sibuk dengan tasnya. Cyndi sholat. Suara kaset mengaji masih terdengar keras, tanda waktu azan akan masuk. Tak lama, dua orang siswi berpakaian seragam olahraga duduk di dekat Cyndi dan Mia. Salah seorang siswi melihat Cyndi sholat dan berseloroh sambil bersiap ke tempat wudhu, “lho?? Sholat apa tuh? Azan aja beluum… iiih, mana boleh sholat ashar sebelum masuk waktunya..”.

Hotel berbintang di tengah kota, Ibukota negara tetangga.
Forum mahasiswa dari berbagai negara di seantero dunia. Waktunya break; sholat zuhur dan makan siang. Tiga orang gadis telah selesai makan dan mencari musholla. Mereka kesulitan mencari musholla, terlebih karena tidak ada petunjuk di mana musholla yang ruangnya tidak strategis ini. Setelah naik turun lift, bertanya, dan salah jalan, akhirnya mereka menemukan sebuah pintu ruangan yang bertuliskan ‘musholla’. Mereka sedikit ragu karena dari luar, ruangan itu tampak sama seperti ruangan di sekitarnya, kamar. Mereka mencoba masuk dan ternyata benar, beberapa orang wanita sedang sholat dan beberapa lainnya sibuk mengobrol sambil berdandan.

Dua di antara tiga gadis tadi langsung membuka tas dan sholat di salah satu sajadah kosong. Temannya berwudhu di ruang kecil yang lembab, tempat berwudhu seadanya. Salah satu wanita –yang tidak mereka kenal- yang sedang berdandan bergumam, “lho…itu kok langsung sholat?? Gak berwudhu apa yaa sebelum sholat?? Apa sah? Ada gitu orang gak berwudhu dulu sebelum sholat?? Oooh…”

See?
Kita seringkali tidak merasa bahwa kita terlalu sibuk mengomentari orang lain tanpa kita tahu persis bagaimana mereka yang kita komentari. Mengapa siswi tadi tidak berpikiran lain: mungkin orang itu sholat sunnah wudhu atau sholat sunnah lainnya. Apakah wanita di hotel tadi tidak berpikir bahwa mungkin saja orang yang sholat itu sudah berwudhu tadi di luar sebelum ke musholla?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s