Posted in penaku

Pindah Kerja (2)

Tes akhir (wawancara, FGD, TOEFL ITP, dan tes kesehatan) di wilayah rekrutmen Padang diikuti oleh 29 orang. Tes akhir ini di awal bulan Agustus dan kami harus menunggu hingga awal OktoberšŸ˜¦, padahal tim rekrutmen yang ke Padang saat tes akhir bilang kalau pengumuman lulusnya akan dikabarkan di awal atau pertengahan September. Ini juga sesuai dengan presentasi mereka di tes pertama kalau informasi lolos atau tidak akan dikabarkan setiap 1 bulan sesudah tes.

Saya sudah mengajukan surat resign sejak September ke manajemen kantor. Sesuai peraturan perusahaan, pegawai level pelaksana seperti saya jika ingin resign, harus memberikan suratnya 2 bulan sebelum TMT. Jadi saya mengajukan pengunduran diri sebelum pengumuman hasil tes Telkom keluar; lulus atau tidaknya akan saya terima. Plan B saya jika tidak lulus Telkom: kuliah S2. Saya selalu ā€˜merayuā€™ ayah ibu untuk mengizinkan saya kuliah master, saya bilang kalau tabungan saya lumayan untuk lanjut kuliah di IPB atau UGM. Ya setidaknya ada tambahan dikit dari ayah, hehe. Saya tahu kalau ayah ibu agak berat melepas saya untuk kuliah dan resign bukan karena biaya kuliah karena saya tahu ayah ibu lebih dari cukup untuk membantu biaya kuliah saya. Bukan karena biaya, tapi lebih karena ayah ibu ingin melihat saya bekerja, mapan, settle, dan mungkin saja ingin melihat saya segera berkeluarga sebelum S2, hehe.

Saya memberikan surat resign ke service manager dan branch manager pada pertengahan September. Pada awal memberikan surat resign ke SM, Kak Ica (SM) terlihat berat untuk mengiyakan. Saya mengerti kalau tidak mudah bagi Kak Ica untuk melepas, salah satunya karena Kak Ica harus mengarahkan pengganti saya untuk banyak hal. Resignnya saya juga tentu menjadi beban tersendiri untuk rekan kerja lain karena banyak hal tentang kepegawaian yang tidak diketahui rekan back office jika akan back up pekerjaan saya untuk sementara. Pak Rahmat (BM) pun begitu. Beliau sempat becanda beberapa kali dan bilang kalau saya tetap akan di BSM. Setelah bertanya satu dua kali lagi, beliau akhirnya mengiyakan. Setelah disetujui SM dan BM, saya langsung membuat surat pengantar Kantor Cabang ke Kantor Pusat BSM.

Bismillah, saya menerima semua ketetapan Allah. So, hingga 2 Oktober, saya agak cemas menunggu hasil. Pihak rekrutasi Telkom sempat juga email ke semua peserta bahwa pengumuman akan diinfokan di akhir September, tapi hingga 30 September tidak ada info. Tanggal 1 Oktober juga belum ada info. Teman-teman kantor selalu bilang : Ci gak usah resign, kan info Telkom gak keluarā€¦

Atau,

Ci, permohonan resign ci tidak disetujui KP, bla blaā€¦.

heheā€¦mereka becanda karena tidak mungkin permohonan resign saya ditolak KP karena saya bukan pegawai kontrak dan sedang tidak dalam ikatan dinas.

Tanggal 2 OKtober malam, setelah berkali-kali refresh web rekrutasi Telkom, akhirnya pukul 22.00 saat saya baru beberes pulang kerja, saya lihat pengumuman itu. Saya baca judulnya 2-3 kali untuk memastikan, lalu langsung saya scroll down untuk lihat nama S pada list panjang itu. Alhamdulillah, nama saya hanya ada 1 di sana dan nomor pesertanya juga sama dengan nomor kepersertaan saya. Saya langsung menyampaikan ke ayah ibu, Alhamdulillah beliau senang dan lega. Saya tahu, masuknya saya ke Telkom adalah salah satu harapan dan kebahagiaan mereka.

Jumat, 3 Oktober, saya kabarkan ke manajer dan beberapa teman. Saya semakin diburu waktu untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan secepatnya. Banyaak pendingan seperti reimbursement yang belum dibayarkan oleh Kanwil dan KP, berbagai pendingĀ­an surat ke Kanwil dan KP yang belum dikabari, pendingan BDD dan biaya yang belum diberikan ke saya, dll.

Akhirnya tidak terasa, tibalah akhir bulan Oktober dan saya harus meninggalkan kantor. Hingga hari kerja terakhir (Jumat) di bulan Oktober, saya masih masuk kerja. Sangaaat sedih karena akan meninggalkan semuanya. Saya sudah berusaha menahan sedih dan tangis, tapi pecah ā€“sedikit- saat Jumat pagi yang biasanya zikir Almaā€™tsurat pagi, Pak Rahmat (Branch Manager) bilang di awal kalau khusus Jumat itu kita cuma baca doa pagi saja dan langsung sesi penyampaian informasi. Setelah doa dan penyampaian informasi dari semua, tibalah sesi untuk saya pamitan. Setelah saya dan manajemen menyampaikan pesan kesan, semua rekan mengambil berbagai bingkisan untuk saya L. Tim BO memberikan koper pink ukuran sedang yang saya rencanakan mau beli ā€“mereka tahu kalau saya butuh koper ukuran sedang-, CS teller memberi kado dompet, Kak Ica memberi tas, Kak Adek dan Yola (sortir) memberi baju batik lucu, tim marketing memberikan cincin maniiis, dan CMFO memberikan kado jam tangan ;(. Sediih, sangaaat sedih. Pagi itu, saya sangat menghindari pelukan dengan kakak-kakak kantor, tapi saya ingin memeluk mereka sebagai luapan sayang dan kesedihan. Saat pelukan dengan Kak Bhesty, saya tidak lagi bisa menahan tangis. Mereka bilang kalau nanti tidak ada lagi yang memanggil mereka dengan panggilan khusus, karena saya punya panggilan khusus untuk hampir semua orang di kantor. Mereka menyampaikan berbagai pengandaian, kalau ini, kalau itu, nanti gak ada lagi yang begini, begitu, dll. Saya sediih, saya sedih karena akan meninggalkan semua, saya sedih melihat mereka sedih, saya sedih melihat ada yang menangis, dan saya akan sangat sedih kalau ke depannya mereka lupa pada saya. Lupa, saya takut mereka melupakan saya, orang-orang yang saya anggap sebagai keluarga. Saya sedih saat beberapa bulan ke depan, jika saya ke kantor lagi, sudah banyak yang rotasi mutasi, banyak yang sudah lupa pada saya sehingga saya tidak terlalu dikenali lagi L. Berlebihan memang, tapi saya sedih, saya sedih kehilangan teman seperti semua rekan kerja di Cabang, KCP, unit lain, Kanwil, KP ;(

IMG_20151030_193209
Photos By Ig

Sore, saya pamit pulang. Kak Ica bilang kalau saya diantar ke rumah. Sebelum maghrib, saya keluar. Sore itu karena akhir bulan, masih banyak yang menyelesaikan pekerjaan di kantor. Beberapa orang melepas saya hingga parkiran, saya naik mobil diantar Bang Dennis dan Bang Jamil. Baru saja duduk di mobil, tangis saya pecah. Saya menangis sejadi-jadinya, banjir. Bang Roni ET masih becanda di parkiran seperti menghalangi mobil ini lewat pagar. Sepanjang perjalanan kantor hingga rumah, saya menangis, beberapa detik berhenti dan membersihkan pipi dengan tisu, lalu menangis lagi. Bang Dennis akhirnya Cuma melihat saya dan membiarkan saya menangis, sambil ngobrol dengan Bang Jamil tentang bagaimana saya selama ini; gaya, cara bicara, isengnya saya, marahnya saya, dll, dan ini membuat saya terus menangis. Namun akhirnya saya berusaha berhenti menangis setelah mengingat kembali kata-kata Kak Rizka : kakak sedih Uci pergi, kami tentu sedih. Tapi di sisi lain, Kakak senang karena Uci lulus dan insyaallah lebih baik.

Maghrib itu, mata saya sedikit bengkak hingga besok sampai di Bandung. Lusanya, saat berkumpul pertama kali dan langsung mempersiapkan semua perlengkapan untuk ke hutan, mata saya masih terasa aneh. Sedih ini sejenak terlupakan dengan suasana dan bayangan kegiatan selama 8 hari ke depan di hutan yang lahannya ialah tempat latihan Kopassus ini, Curug Layung, Cimahi.

Saya ingin mention semua rekan kerja BSM di sini, tapi sangaat banyaak, besok-besok kalau sempat pada postingan selanjutnya, akan saya mention. Terima kasih semua rekan BSM. Iā€™ll always love you all, love BSM dengan kekurangan dan kelebihannya.

3 thoughts on “Pindah Kerja (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s