Posted in penaku

Luas

Kita hidup bersama orang lain. Saling menolong, saling ketergantungan, saling berkaitan. Tentu setiap orang punya sikap dan pemikiran yang berbeda. Maka, kita harus bisa saling menghormati dan menghargai sesama.

Semakin banyak teman, semakin luas pergaulan, maka semakin beragam jenis orang yang kita temui. Ada yang sangat baik, ada yang biasa saja, ada pula yang tidak baik, tergantung kita melihat dari berbagai sudut pandang. Kita bisa belajar banyak hal dari semua teman dan kenalan, termasuk belajar menerima keadaan.

Menerima
Kawan, apakah dirimu selama ini seringkali mendapatkan teman yang punya banyak kesamaan? Makanan kesukaan yang sama, pemikiran yang sama, dan sangat nyambung dalam berinteraksi. Nah, semakin luas kita membuka diri untuk bergaul, maka semakin banyak jenis orang yang kita temui. Let say, kita dulu hanya berkegiatan di sekolah dan sekitar rumah, selanjutnya memilih mengikuti les di luar sekolah. Kita yang saat kuliah hanya KuPu-KuPu (Kuliah Pulang, Kuliah Pulang), lantas mantap berorganisasi di kampus atau luar kampus.

Semakin beragam teman dan lingkungan, maka semakin banyak hal baru yang kita temui dan harus hadapi, mau itu baik atau tidak baik. Kalau selama ini kita berteman dan berada di lingkungan yang selalu berkata lembut, memotivasi, menyemangati, bisa jadi suatu saat kita berada bersama orang dan lingkungan yang serba cuek, bicara agak kasar, dll. Contoh, seorang teman yang jika ditanyakan siapapun tentang cita-citanya, apakah itu saat bercerita santai bersama teman ataupun di forum akademis, dia akan menjawab kalau dia ingin menjadi istri dan Ibu yang baik dan berkah untuk suami dan anaknya. Apakah itu salah?? Tidak, toh itu hak dia untuk merumuskan cita-cita. Teman ini selalu mendapatkan pujian, motivasi, dan kekaguman teman lainnya. Namun, saat dia menyampaikan dan didengar oleh orang lain yang berbeda, orang lain menjawab, “itu mah udah pasti, lha jangan dijadikan cita-cita. Komentar lain, “kalau harus punya cita-cita dan karir yang tinggi, kok cita-citanya cuma ingin jadi istri dan ibu yang baik. So, jangan kaget kalau ada beberapa orang yang meremehkan cita-citamu.

Kita tidak bisa membuat orang di sekitar mempunyai pemikiran yang sama. Jika dirimu selama ini terbiasa mendapatkan respon dan pembicaraan yang positif, bisa jadi tiba-tiba dihadapkan pada situasi yang berbeda; orang-orang dengan pemikiran dan sikap yang berbeda, berkata tidak baik, dll.

Jika dirimu selama ini terbiasa direspon dengan kalimat positif seperti kata-kata para motivator, bisa jadi suatu saat dihadapkan pada orang-orang yang tidak mendukung dan tidak berbicara yang positif untuk memotivasi bak motivator.

Jika selama ini semua usaha dan kesungguhanmu selalu diapresiasi, maka dirimu suatu hari akan berada di tengah lingkungan yang cuek dan tidak bisa mengapresiasi idemu.

jika sebelumnya, di lingkungan tertentu dirimu dikenal baik, dipuji, dijadikan teladan yang baik, maka bisa jadi kamu berada di lingkungan yang tidak kenal dan tidak mau mengenalmu, tidak tertarik dengan kelebihanmu, dan tidak percaya pada kemampuanmu.

Maka, jangan berharap segala sesuatu bisa sama seperti pemahaman kita. Berusahalah memahami bahwa dunia ini sangat luas, maka tiap orang selalu punya perbedaan. Kita juga harus belajar berlapang dada dan bersabar jika dihadapkan dengan orang atau lingkungan yang ‘berbeda’ dengan pribadi sendiri.

Night!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s