Posted in penaku

PASPOR

Pagi!

Alhamdulillah bisa nulis lagi. Kali ini saya ingin cerita tentang pengalaman mengurus perpanjangan paspor secara online di Jakarta.

Berhubung paspor saya habis berlakunya di Juni 2016, jadi Saya mencoba mendaftar permohonan perpanjangan secara online di sini https://ipass.imigrasi.go.id:9443/xpnet/faces/xpnet-main.xhtml. Anda jangan khawatir, di laman web itu ada isian dan petunjuk lengkap prosesnya. Saya isi semuanya termasuk memilih tanggal wawancara. Saat itu pertengahan Maret tapi jadwal wawancara hingga akhir Maret di Kanim (Kantor Imigrasi) Kelas 1 Jakbar sudah penuh hingga akhir Maret. Jadinya saya hanya bisa memilih jadwal di bulan April. Saya pilih satu hari di minggu pertama April. Nah, mungkin karena sangat banyak yang membuka laman web ini atau technical error, saya beberapa kali gagal submit permohonan karena setiap klik untuk mengakhiri semua isian, prosesnya tidak jalan, error. Seorang teman menyarankan untuk mengulang lagi di pagi hari sebelum jam 9 atau malam banget dengan asumsi tidak terlalu banyak yang membuat permohonan online. Ternyata benar. Saya coba lagi pagi jam 8an, bisa!

Setelah mengisi semuanya, ada file yang harus diprint sebagai bukti telah mendaftar. Bawa file untuk pembayaran perpanjangan (atau pembuatan) paspor di BNI. Awalnya saya tidak mau paspor yang 48H (48 halaman) karena ada paspor 24H. Namun ternyata saat memilih ‘jenis paspor’, hanya ada 48H. Biaya perpanjangan paspor 48H ialah Rp355.000. setelah melakukan pembayaran di BNI, ada nomor yang harus dimasukkan di web ipass tadi untuk proses selanjutnya. Setelah diinput, maka kita akan mendapatkan file undangan wawancara dan foto di Kantor Imigrasi yang kita pilih.

Wawancara ke Kanim Jakbar
Jam 6an, saya ke Kanim dengan Gojek. Sebenarnya bisa naik Tj (TransJakarta) dengan transit dulu di Harmoni. Kanim Kelas 1 Jakbar ini di Jakarta Kota, dekat Museum Sejarah Jakarta. Dekat juga dari Stasiun Jakarta Kota, cuma jalan sekitar 100 meter melewati BNI. Langsung minta nomor antrian ke Satpam yang stand by di gerbang masuk. Saya minta antrian untuk pemohon online karena antriannya berbeda dengan pemohon walk in.  Satpam akan minta dilihatkan berkas kita apakah sudah dibawa dan sudah cukup. Lalu menunggu hingga pukul 08.00 operasional dimulai. Jadi, Anda tetap harus datang cepat untuk mendapatkan antrian paling awal di loket pemeriksaan berkas. Sembari menunggu sebelum pukul 08.00, ada petugas dengan pengeras suara menjelaskan tentang syarat dan ketentuan pembuatan, perpanjangan, dan penggantian paspor. Itu sudah ramai sekali orang yang menunggu pukul 08.00.

Kalau sudah buka pukul 08.00, pintu dan loket pengecekan berkas dibuka. Satpam akan memanggil berdasarkan nomor urut dan jenis pemohon ; online atau walk in, karena berbeda loket. Berkas yang harus dibawa untuk permohonan dan perpanjangan paspor: KTP asli, akte kelahiran asli, KK asli, surat keterangan domisili atau surat keterangan bekerja asli (jika Anda ke Imigrasi di luar wilayah KTP). Semua berkas harus dibawa aslinya dan difotokopi seukuran A4 (tidak boleh dipotong).

Hari itu sedang tidak banyak pemohon online. Setelah berkas dicek (asli dan fotokopi), petugas memasukkan dalam map khusus Kanim dan memberi nomor urut wawancara. Saya menunggu lagi di ruang tunggu di dalam kantor. Ada 6 bilik (ruang kecil bersekat) wawancara yang masing-masingnya ada 2 petugas; 2 untuk pemohon walk in, 2 untuk pemohon online, 2 lagi saya lupa. Waktu wawancara dan foto 1 orang kira-kira 5-10 menit, tergantung kelengkapan bahan dan pertanyaan petugas. Saya di ruang 5, kedua petugasnya mas-mas. Berkas saya dicek, ditanyai kenapa ingin memperpanjang paspor, mau pergi ke mana, TTL, kerja di mana, rumah di mana, asal dari mana, dll. Ternyata TTL memang pertanyaan yang wajib banget ditanyakan karena ada Ibu-Ibu sebelah saya yang tidak ingat tanggal lahir dan petugasnya menasehati agar si Ibu tidak lupa karena TTL akan selalu ditanyakan di imigrasi Bandara. Saya ingat-ingat, rasanya dulu ke Malay dan Thailand gak ditanyai TTL. Hehe…mungkin saya lupa.

Saat scan 10 jari, jari pertama saya sukses discan tanpa dipegang petugasnya. Jari kedua, yaah tidak ‘terbaca’. Saya coba beberapa kali dan geser-geser sedikit, tetap tidak bisa. Mas petugas ini minta maaf dulu sebelum memegang jari saya supaya pas dan ‘terbaca’ alatnya.

Setelah selesai ditanya-tanya dan foto, petugas memberi print out hasil wawancara dan lembar bukti pembayaran bank (ada beberapa lembar bukti pembayaran). Paspor selesai 4 hari kerja. Saat itu hari Senin, saya diminta datang hari Jumat.

 Pengambilan Paspor
Pengambilan paspor tidak perlu dengan nomor antrian. Langsung saja ke loket pengambilan paspor, berikan kertas hasil wawancara dan bukti pembayaran bank yang diberikan petugas sesudah wawancara. Kalau, semoga tidak, 2 lembar ini hilang, Anda harus membawa surat keterangan hilang dari kepolisian, meminta print ulang hasil wawancara ke ruang wawancara, dan membawa bukti pembayaran bank. Jadi, ada 3 ya. Jadi, dokumen apapun selama pengurusan paspor ini, simpan baik-baik, lebih aman kalau difotokopi dan discan juga untuk jaga-jaga kalau berkas aslinya hilang.

Overall, prosesnya tidak ribet, petugasnya ramah dan baik, mulai dari Satpam, petugas pemeriksaan, wawancara, dan pengambilan paspor. Eh tapi ada 1 petugas perempuan yang agak judes😦 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s