Posted in penaku

Obrolan Singkat

Sore itu saya ke CP. Kalau saya bilang ini ke teman, ada saja yang bertanya “sama siapa??”. Kalau saya jawab “sendirian”, beberapa teman tidak percaya. Lha wong memang sendirian, kok gak percaya?! Hehe

Kembali cerita awal. Saya sendirian, me time. Haus, dari siang sudah jalan ke pameran di tempat lain, lalu ke CP. Pengen Chatime tapi seperti biasa ramai padahal ada 2 Chatime di CP. Gak masalah, saya suka Mango with Nata De Coco yang blended less ice sugar 25% lengkap amat di HopHop. Saya bayar dengan Flazz BCA jadi dapat diskon 20%. Bulan lalu diskonnya hanya 15%.

Sembari menunggu orderan, saya duduk di kursinya HopHop. Ada nenek dan kakek yang sepertinya suami istri sudah duduk duluan. Sepertinya mereka capek dan memutuskan untuk duduk di sana padahal saya tidak lihat mereka mengantri ke counter orderan. Mereka melihat persekitaran dengan sedikit memutar badan dan agak membungkuk memegangi lutut. Saya duduk tidak jauh di sebelah kanan nenek. Beberapa menit menunggu, saya sibuk dengan hp sambil sesekali mendengar percakapan nenek kakek ini. Tidak jelas, tapi sepertinya mereka sedang capek dan bingung ingin minum apa. Bahasanya campur; Indonesia, Inggris, Cina. Setelah beberapa menit, orderan saya sudah jadi. Saya berdiri, mengambil minuman, lalu duduk kembali sambil mengangguk ke arah kakek dan menawarkan si kakek untuk minum juga, kalau kata orang Minang: mambasoan. Saya masih capek, jadi masih ingin duduk. Nenek tidak ada di kursi tadi, sepertinya pergi membeli minum. Beberapa saat, si nenek kembali dan membawa segelas minum, sepertinya ice tea. Nenek ini langsung memberikan ke kakek. Beberapa detik, nenek kembali duduk di sebelah saya. Nenek melihat saya minum, saya refleks mengangguk dan tersenyum.

Si nenek tiba-tiba bertanya ke saya, “itu minum apa, dek?”

Saya, “ini minuman rasa Mangga diblender gitu, Bu..”
Saya langsung kepikiran, kok saya tidak panggil ‘nenek’ ya??

Nenek (menoleh ke kakek), “itu kayaknya manis, apa mau itu aja?” sembari menunjuk ke counter.

Kakek, “apa aja minumnya?”

Saya, “banyak. Ada lemon, coklat, ….”

Akhirnya si kakek berjalan pelan dan memesan minum HopHop. Tiba-tiba nenek kembali mengajak bicara,
Nenek: saya beli ini di sebelah, Bapak haus katanya. Eh ternyata kata dia ini terlalu asem
Saya: ooh itu apa Bu? Jeruk?
Nenek: hmm..tadi itu jeruk campur buah …buah…. (saya lupa)
Saya: Oo..

Satu dua detik diam,
Saya: Ibu dari mana?

Nenek: dari San Fransisco. Saya ke Indonesia sebentar sama Bapak

Saya: wah, pulang kampung ya Bu. Ke Jakarta sama anak-anak Ibu?

Nenek: gak, anak-anak saya sudah di sana semua, sudah jadi citizen. Saya sudah 15 tahun di sana, semua sudah pindah ke sana. Ini saya berdua aja ke Jakarta

Saya: lho? Berdua saja tanpa anak-anak? Gak ada yang menemani Bu?

Nenek: gak, anak cucu pada sibuk, lagian mereka sudah ke sini waktu libur lebaran kemaren. Ini, saya ke Jakarta karena Bapak waktu itu di sana kena stroke, sudah diobati. Mau coba berobat di sini dulu sebentar sebelum balik lagi

Saya: hm gitu. Ke sini (CP) ada janjian sama teman, Bu?

Nenek: gak, ini kami berdua jalan mau cari apartemen. Saya sekarang sewa apartemen temannya anak. Tapi ya gitu, orangnya gak baik, jadinya gak nyaman, hehe. saya mau cari di sekitar sini untuk sewa

Hmm, saya berpikir, mungkin karena banyak apartemen yang disewakan di TA dan CP, di atas dan di samping mall pula. Jadi mudah kalau cari makan dan kebutuhan harian.

Nenek : tapi di sini tuh banyak penipu ya. Tadi saya ditipu, ada yang minta uang 30 juta, katanya Bapak kena narkoba

Saya: aduh iya Bu. Lho kok bisa dibilang narkoba gitu Bu?

Nenek: kemaren Bapak berobat sama orang di tempat apa itu namanya, katanya Bapak sakitnya karena narkoba. Saya panik laah..sampai nangis saya

Saya: trus gimana? Ibu gak kena kan akhirnya?

Nenek: untungnya gak. Saya gak percaya juga sih. Trus kemaren-kemaren naik taksi juga ditipu. Saya marah-marah…….akhirnya saya diajarin pesen Uber

Saya: nah iya Bu, naik Uber atau Grab aja. Gojek juga ada..

Nenek: iyaa…

Saya: mungkin karena orang liat Bapak dan Ibu berdua aja sudah kakek nenek, jadi orang coba-coba manfaatin..

Nenek: iyaa…karena saya dan suami sudah tua. Ini aja jalan juga capek. Saya sudah 75 tahun lho, dek

Saya: ha? Serius Bu? Ibu masih sehat dan cantik begini

Kakek nenek ini memang sudah tua, tapi saya tidak menyangka nenek berumur 75 tahun. Penampilan mereka casual, nenek masih sedikit dandan. Mereka hanya sedikit membungkuk dan pelan saat berjalan.

Nenek: Adek orang mana?

Saya: Padang tapi kost di sini Bu, kerja

Nenek: Padang. Suami saya ini sering ke Padang. Temannya dulu waktu di sini, banyak orang Padang. Itu pengusaha-pengusaha orang Padang yang di sini, sering ngajakin suami saya ke Padang. Kalau saya sih belum pernah ke Padang. Eh ini dia orang Padang (nenek menoleh ke Kakek yang baru duduk lagi dan menunjuk ke saya)

Kakek: oo Padang. Saya sering ke sana. Nasi Kapau enak (agak kaku berbahasa Indonesia)

Saya: iyaa enak (senyum)

Kakek: susu teluur…enak dulu saya minum itu

Saya: oo..teh telur mungkin Pak, baguus untuk menambah tenaga..

Setelah bertanya satu dua kali lagi, saya segera pamit, ingin segera ke musholla. Hingga setengah jam berikutnya, saya masih keliling di lantai LG CP, saya sempat melihat kakek nenek ini dari kejauhan sedang berjalan berdua. Berjalan pelan, saling berpegangan. Kasihan, mereka pasti capek keliling berdua saja, tidak ditemani oleh yang lebih muda. Hal ini yang membuat orang lain berniat jahat mencoba mengelabui bahkan menipu nenek kakek ini.

Semoga mereka tetap aman di Jakarta, segera dapat apartemen yang cocok dan nyaman, semua urusan lancar hingga kembali lagi ke San Francisco.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s