Posted in penaku

Manusia

Manusia bukan malaikat. Manusia diberi hati, akal, dan nafsu. Pemberian ini harus kita gunakan dengan sebaiknya dan tidak berlebihan. Allah mengatur tentang ini agar kita tidak berlebihan, tidak tamak.

Saya terkagum dan merasa tersindir menyaksikan orang yang hidupnya cukup, sederhana, dan bahagia padahal gajinya lebih sedikit dari saya. Saya merasa malu melihat bahwa ada orang yang statusnya bukan pegawai tetap seperti saya, tapi bisa menghidupi keluarganya dengan beberapa orang anak. Saya salut pada orang yang bisa menjalankan tugasnya dengan sangat baik walaupun hanya sebagai satpam, hingga atasannya kagum dan hormat padanya. Saya menitikkan air mata melihat orang yang hidup bahagia, ikhlas, tidak mengeluh, dan tetap semangat bekerja walaupun gajinya tidak seberapa banyak dibanding yang lain, namun ia bisa menjalaninya dengan sangat baik.

Pada sisi lain, saya juga pernah menyaksikan ada orang yang memiliki posisi dan kepastian kerja yang sangat baik, punya gaji yang tinggi, namun memanfaatkan posisinya untuk mendapatkan yang bukan haknya. ‘Menjarah’ hak orang demi kepentingannya dengan dalih kepentingan kerjanya. Membuat kebohongan untuk menutupi kebohongan lainnya. Menagih yang bukan haknya demi memuluskan keperluan pribadinya. Apakah gajinya belum cukup? Apakah nikmat Allah yang sangat banyak untuknya itu masih didustakan? Atau ia lupa? Atau merasa kurang? Atau ia lupa melihat kondisi orang yang tidak seberuntungnya?

HR.Bukhari (no.6437): Dari Ibnu ‘Abbas, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya manusia memiliki lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan harta yang banyak semisal itu pula. Mata manusia barulah penuh jika diisi dengan tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat.:

HR. Bukhari (no.6446) dan Muslim (no.1051): Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.”

Menguatkan diri agar selalu merasa cukup dan tidak berlebihan terhadap harta memang sulit. Bisa jadi sangat sulit bagi banyak orang. Namun, ternyata banyak juga orang yang mampu mengendalikan dirinya, mengapa kita tidak mau mencoba dan bertahan untuk tetap pada kebaikan? Atau, sangat parah dari ‘tidak mau’, coba tanyakan pada hati nurani, apakah karena kita tidak sadar?

Astaghfirullaahal ‘adzhiim

Sumber Kutipan hadits:
https://rumaysho.com/766-manusia-tidak-pernah-merasa-puas-dengan-harta.html
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s