Posted in penaku

Amalan Pelancar Rezeki (End)

Sebelas: Iman dan Taqwa
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Qs. Al-A’raf: 96)

Nah, dari ayat ini dapat dilihat bahwa jika kita beriman dan bertaqwa, maka Allah SWT akan melimpahkan keberkahan. Begitu juga sebaliknya.

 “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya, Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” (Qs. Ath-Thalaq: 2-3)

“Alif laam miim. Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.” (Qs. Al-Ankabut: 1-3)

Dua Belas: Tawakal
Tawakal adalah wujud ketaatan dan kehambaan kita pada Allah SWT. HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasaai, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban, dan Al Hakim. Imam Tirmidzi berkata hasan shahih: Seandainya kalian sungguh-sungguh bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada seekor burung yang pergi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.

Tawakal bukan berarti hanya berdoa dan beribadah tanpa mengusahakan rezeki, karena rezeki itu dicari bukan ditunggu datang tiba-tiba. HR. Ahmad: Sesungguhnya Allah telah menjadikan rezekiku melalui panahku. Sekiranya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya Allah memberimu rezeki sebagaimana yang diberikan-Nya kepada burung-burung yang berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.

Tiga Belas: Haji dan Umrah
“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rizki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” (Qs. Al-Hajj: 27-28)

HR. Imam Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban: Lanjutkan haji dengan umrah, karena sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa, sebagaiman api dapat menghilangkan kotoran besi, emas dan perak. Dan tidak ada pahal haji yang mabrur itu melainkan surga.

Empat Belas: Hijrah di Jalan Allah SWT
Alquran menjelaskan keterkaitan antara hijrah dan rezeki. “Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (Qs. Annisa’: 100)

Rasulullah SAW dan para sahabat juga berhijrah dalam menyebarkan Islam maupun dalam urusan bisnis. Bumi Allah SWT sangat luas. Jika kita belum mendapatkan rezeki halal dan baik di suatu tempat, maka kita bisa berhijrah ke tempat lain yang mungkin ada pintu rezeki di sana.

Lima Belas: Sedekah dan Berinfaq di Jalan Allah
Bersedekah dan berinfaq adalah salah satu bentuk syukur kita pada Allah SWT. Sedekah dan infaq juga bentuk kepedulian kita pada sesama, bahwa harta yang kita usahakan merupakan dari Allah, kepunyaan Allah, maka kita tidak boleh pelit dan sombong karena harta. Sangat banyak ayat Alquran dan hadits yang membahas tentang sedekah dan infaq.

HR. Ahmad dan Al-Bazar: Ada tiga perkara yang aku bersumpah atas ketiganya yaitu tidak berkurangnya harta karena sedekah, maka bersedekahlah. Tidaklah seseorang yang memaafkan perbuatan orang yang dzalim kepada dirinya, melainkan akan Allah tambah dengan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang yang membuka pintu atas dirinya untuk meminta-minta kepada manusia, melainkan akan Allah buka untuknya pintu menuju kefakiran.

HR. Bukhari Muslim: Janganlah kamu menutup-nutupi apa yang kami miliki. Niscaya Allah akan menutup rizkimu. Pada riwayat lain: nafkahkanlah hartamu serta jangan kamu menghitung-hitungnya, maka Allah SWT akan menghitung-hitungnya untukmu; dan janganlah kamu menakar-nakarnya, niscaya Allah menakar-nakarnya untuk kamu.

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah di jalan Allah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji. setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripadaNya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 267-268)

Hadits Qudsi HR. Muslim: Rasulullah bersabda bahwa Allah SWT berfirman, Wahai anak Adam, berinfaqlah maka Aku akan berinfaq kepadamu.

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (Qs. Adz-Zariyat: 19)

Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.” (Qs. Annisa’: 38)

HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, dan an-Nasaai dari Abu Musa al-Asy’ari ra: Setiap muslim wajib bershadaqah, para sahabat bertanya; “bagaimana kalau ia tidak mempunyai sesuatu untuk dishadaqahkan?” Nabi menjawab: “hendaklah ia bekerja hingga ia dapat mencukupkan kebutuhannya sendiri dan dapat pula bershadaqah”. Para sahabat bertanya lagi: bagaimana bila ia tidak dapat bekerja? Nabi menjawab: hendaklah ia menolong orang yang memerlukan pertolongan. Para sahabat bertanya pula: bagaimana bila ia tidak juga? Nabi menjawab: hendaklah ia menyuruh orang lain berbuat yang baik. Para sahabat masih bertanya lagi: bila beramar ma’ruf pun ia tidak dapat, bagaimana? Nabi menjawab: hendaklah ia menahan diri dari keburukan; sungguh menahan diri dari keburukan itu merupakan shadaqah.

Nah, jadi bentuk sedekah tidak hanya dengan memberi uang atau barang. Walaupun sedekah dan infaq tidak wajib seperti zakat, tidakkah kita tertarik mengumpulkan pundi-pundi pahala untuk di akhirat kelak?

Enam Belas: Menyayangi Orang Miskin dan Lemah
Menyayangi orang miskin, orang lemah, dan orang yang membutuhkan, akan mendatangkan pahala untuk kita. Menyayangi sesama juga dapat membuka pintu rezeki. Jika hablumminannaas kita baik, insyaallah Allah SWT semakin menyayangi kita. HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-nasa’I, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim: Carilah keridhaanku melalui orang-orang lemah di antara kalian. Karena sesungguhnya kalian diberi rezeki dan ditolong dengan sebab orang-orang lemah di antara kalian.

Tujuh Belas: Menafkahi Penuntut Ilmu Agama
Berinfaqlah kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat berusaha di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari meminta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.” (Qs.Albaqarah: 273)

Sangat banyak sekolah dan pesantren yang dapat kita bantu, termasuk guru dan muridnya. Amal jariah ini adalah modal kita, amal ibadah kita.

Delapan Belas: Menjauhi Riba
Jika ada riba pada diri kita, maka kita mendapat dosa. Dosa adalah penghalang diri dari rezeki. HR. Ahmad: Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.

Separah apakah dosa riba? HR. Muslim: Rasulullah SAW telah melaknat pemakan riba, pemberi makan dengannya, penulis (sekretaris) dan kedua saksinya. Beliau mengatakan; mereka itu sama saja.

Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena tekanan  penyakit gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barang siapa mendapatkan peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya, dan urusannya terserah kepada Allah. Barang siapa yang mengulangi (mengambil riba), maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa.” (Qs. Albaqarah: 275-276)

HR. Hakim: Riba itu ada tujuh puluh tiga pintu, yang paling ringan siksanya seperti seorang laki-laki yang menikahi Ibunya.

Sembilan Belas: Silaturrahim
Silaturrahim dapat membuka pintu rezeki karena dapat membuka peluang-peluang rezeki kita. HR. Abu Hurairah: Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahim.

HR. Ahmad dan Thabrani: Barangsiapa senang untuk dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya serta dihindarkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dan menyambung silaturrahim.

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (Qs. Annisa’: 1)

Dua Puluh: Biasakan Makan Berjamaah
Makan bersama adalah salah satu yang disunahkan Rasulullah SAW. HR. Abu Daud: Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang. Beliau bersabda; kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri. Mereka menjawab; Ya. Beliau bersabda; hendaklah kalian makan bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya.

HR. Bukhari Muslim: Makanan porsi satu orang sebenarnya cukup untuk dua, makanan dua sebenarnya cukup untuk empat, dan makanan empat sebenarnya cukup untuk delapan.

Kegiatan makan bersama selalu menyenangkan. Kegiatan yang dapat menyatukan keluarga yang anggota keluarganya sibuk di luar rumah, ya dengan makan bersama. Bertemu kolega bisnis, rekan kerja, teman lama, reunian, juga sangat menyenangkan dengan kegiatan makan bersama. Nah, ternyata ini sunah Rasulullah SAW. Namun tetap ada hal yang harus diperhatikan, salah satunya adalah dengan tidak berlebihan saat makan.

Inilah 20 Amalan Pelancar Rezeki. Hal yang simple namun berat jika kita tidak bersungguh-sungguh dan melandaskan semuanya karena Allah SWT. Nah, apa amalan andalanmu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s