Posted in penaku

Mengapa Kita Perlu Menikah? (2)

Sumber: Buku Mahkota Pengantin (Tuhfah al-Arusain)
Penulis: Majdi bin Manshur bin Sayyid asy-Syuri
Penerjemah: Ahmad Syaikhu
Cetakan: Juli 2016 (cetakan keenam)

Pertama : Menikah Merupakan Sunnah Rasul
Menikah adalah sunnah Rasul, seperti pada Qs. Ar-Ra’d 38 : Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kami dan Kami memberikan pada mereka istri-istri dan keturunan.

HR.Ahmad : Rasulullah SAW bersabda, Ada empat perkara yang termasuk sunnah pada Rasul; memakai wewangian, nikah, bersiwak, dan rasa malu.

HR.An-nasa’i dan Ahmad : Rasulullah SAW bersabda, dijadikan kepadaku dari dunia ini kecintaan kepada wanita yang baik, serta hiburanku dijadikan dalam sholat.

Rasulullah SAW memberikan petunjuk yang sempurna tentang pernikahan agar kesehatan terpelihara, kenikmatan dan kesenangan jiwa menjadi sempurna, serta tujuan pernikahan dapat tercapai. Pernikahan (dalam hal biologis) tidak hanya tentang melahirkan keturunan, namun juga menjaga keberlangsungan kebutuhan biologis manusia. Menikah juga untuk menundukkan pandangan, menahan dan memelihara diri dari keharaman.

Kedua : Waspada Terhadap Zina
Pernikahan adalah salah satu nikmat dari Allah SWT untuk melindungi hambaNya dari zina. Qs. Al-isra’ 32 : Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk.

Qs. Al-mukminun 1-7 : Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Dan orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki. Maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari dibalik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

Pandangan harus dijaga karena zina diawali dari pandangan. Pada awalnya, hanya dari satu kali pandangan, kemudian lintasan pikiran. Lalu, langkah manusia, hingga melakukan dosa. Maka, kita harus menjaga diri terhadap pandangan, pikiran, kata-kata, dan langkah. Maka, pernikahan adalah perisai manusia agar tidak terjemurus pada zina.

Qs. Al-a’raf 189 : Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya.

Ketiga : Mencintai Istri / Suami Dapat Menopang Ketaatan Pada Allah
Mencintai istri dapat memelihara kesucian diri dan keluarga, sehingga seorang laki-laki tidak menginginkan wanita lain yang tidak halal baginya. Begitu juga dengan wanita. Namun, cinta kepada suami / istri tidak boleh melebihi cinta kepada Allah SWT dan Rasul. Mencintai suami / istri harus menjadikan kita lebih cinta kepada Allah SWT dan Rasul. Kecintaan yang seperti ini akan bernilai ibadah dan mendapatkan pahala.

Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s