Posted in penaku

Mengapa Kita Perlu Menikah? (3)

Sumber: Buku Mahkota Pengantin (Tuhfah al-Arusain)
Penulis: Majdi bin Manshur bin Sayyid asy-Syuri
Penerjemah: Ahmad Syaikhu
Cetakan: Juli 2016 (cetakan keenam)

Salah satu bentuk ibadah seorang suami ialah mencintai istrinya karena Allah SWT, mencintai istrinya tidak melebihi rasa cintanya pada Allah SWT. Rasa cinta dan sayangnya akan membuatnya terhindar dari hal yang diharamkan di luar rumah. Suami harus menjaga kesucian dan ketaatannya pada Allah SWT.

Istri Rasulullah SAW
Pertama : Khadijah Binti Khuwailid al-Qarsyiyyah al-Asadiyyah
Khadijah dinikahi saat berusia 40 tahun. Rasulullah SAW hanya menikah dengan Khadijah hingga Khadijah wafat (wafat pada 3 tahun sebelum Hijrah).

Kedua : Saudah binti Zam’ah al-Qarsyiyyah
Seorang janda saat dinikahi Rasulullah SAW. Ia kelak memberikan hari gilirnya kepada Aisyah.

Ketiga : Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq
Aisyah dinikahi pada bulan Syawal dalam usia 6 tahun, lalu membina rumah tangga dengan Rasulullah SAW pada bulan Syawal tahun pertama Hijriah dalam usia 9 tahun. Rasulullah SAW tidak menikah dengan satu gadis selain Aisyah. Aisyah ialah wanita paling faqih dan paling tahu tentang urusan agama.

Keempat : Hafshah binti Umar bin Al-Khattab

Kelima : Zainab binti Khuzaimah bin al-Harits al-Qaisiyyah
Zainab meninggal di sisi Nabi setelah 2 bulan menikah.

Keenam : Ummu Salamah Hindun binti Abi Umayyah al-Qarasyiyyah al-Mahzumiyyah

Ketujuh : Zainab binti Jahsy
Zainab ialah keturunan Bani Asad bin Khuzaimah. Ia adalah putri bibi Rasulullah dari pihak Ibu (Aminah).

Kedelapan : Juwairiyyah binti al-Harits bin Abi Dhirar al-Mushthaliqiyah
Ia ialah salah satu tawanan Bani al-Mushthaliq, yang datang ke Rasulullah SAW untuk meminta bantuan untuk dibebaskan. Lalu Rasulullah SAW membebaskan dan menikahinya.

Kesembilan : Ummu Habibah (Ramlah binti Abi Sufyan Shakhr bin Harb al-Qarsyiyyah al-Umawiyyah
Nama lainnya ialah Hindun. Rasulullah SAW menikahinya saat Ummu Habibah berada di Habsyah sebagai wanita yang berhijrah. Ia meninggal pada masa pemerintahan saudaranya yaitu Muawiyah.

Kesepuluh : Shafiyyah binti Huyay bin Akhthab
ia dari Bani Nadhir, keturunan Harun bin Imran.

Kesebelas : Maimunah binti al-Harits al-Hilaliyah
ia adalah wanita terakhir yang dinikahi Rasulullah SAW.

Advertisements

4 thoughts on “Mengapa Kita Perlu Menikah? (3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s