Posted in penaku

Gelisah

Seiring dengan bertambahnya usia, tentu kita akan menghadapi berbagai suka duka, masalah, dan cobaan. Saat kecil dulu, kita mungkin hanya berpikir tentang belajar, bermain, dan berkasih sayang bersama orang tua dan saudara. Saat kuliah, kita berpikir tentang masa depan dan persiapan untuk menjadi seorang yang mandiri. Saat telah mampu memenuhi kebutuhan diri sendiri dengan bekerja atau berbisnis, kita akan berpikir tentang bagaimana caranya untuk survive dan semakin sukses.

Suatu perubahan dalam keseharian dan kehidupan kita juga bisa menjadi masalah tersendiri, minimal kita butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan. Masalah lainnya tentu akan ada dan harus kita hadapi. Pertanyaannya, seberapa kuat kita menghadapi masalah dan bagaimana sikap kita terhadap penyelesaian masalah.

Beberapa masalah yang selama ini saya hadapi, banyak yang harus saya pendam dan atasi sendiri, padahal saya butuh teman untuk bercerita. Ini karena tidak semua orang bisa menjadi tempat kita untuk bercerita atau mungkin seorang yang tepat sedang tidak berada di dekat kita. Jadi, selama ini, kalau saya sedang bingung, gelisah, dan mendapatkan masalah, saya lebih sering sendiri, berdiam diri, berkutat dengan cara penyelesaian masalah, dan tentunya dengan hati yang tidak tenang. Beberapa kali saya menangis sendiri, mencari cara untuk menenangkan lalu menghibur diri, dan mencari penyelesaiannya sendiri. Jika saya masih stuck pada suatu hal, saya berpikir keras untuk menyelesaikannya dengan segera jika memang mendesak. Jika tidak mendesak, saya akan berdiam diri sejenak sebelum kembali ‘tenggelam’ pada masalah itu.

Menangis juga menjadi salah satu cara ampuh untuk meluapkan emosi. Membasuh muka, berwudhu, berdoa, sholat, membaca alquran, untuk menenangkan diri. “Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al-Baqarah [2] : 153).

Now, saya gelisah. Pusing karena memikirkan banyak hal dan beberapa target yang belum diselesaikan. Kalau saya terlalu berkutat memikirkannya, maka akan membuat pikiran dan hati semakin tidak tenang. Berwudhu dan mengadu pada Allah adalah cara ampuh untuk menenangkan dan memohon pertolongan Allah. Saya juga harus beralih sejenak dari masalah itu dan mengerjakan hal lain yang menyenangkan, agar energi saya disalurkan untuk hal lain yang lebih bermanfaat sembari menata diri agar lebih tenang untuk menyelesaikan masalah dan target awal.

 

Tulisan random. Lupakan saja jika dengan membaca ini akan membingungkan Anda. Terima kasih sudah bersedia membaca
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s