Posted in penaku

Cerita Ta’aruf (1)

Saya suka sendiri. Cari makan, tidak harus ada teman yang menemani. Mau jalan ke mall, santai saja kalau sendiri dan tampilan sederhana. Mau jajan, sendiri saja karena bisa memilih dan ke sana sini tanpa menanyakan kesediaan teman. Saya suka sendiri.

Namun, ini tidak bisa diteruskan. Saya tidak bisa selalu sendiri. Saya harus menjalankan salah satu Sunnah Rasulullaah SAW, menikah. Mulailah terpikirkan untuk menikah meski yaa saya saat itu belum tahu kapan akan menikah dan dengan siapa. Berbisik, saya berdoa, kalau saya ingin menikah di usia 25 tahun. Pada akhir tahun 2016, saya mulai agak sering berpikir; tahun depan saya 25 tahun, bagaimana dengan pernikahan?

Dekat dengan seseorang? Tidak.
Apakah ada seseorang yang saya ‘lihat’ di kantor? Tidak.
Mungkin teman lama atau kenalan? Ada, tapi ya sebatas teman, tidak ada kedekatan khusus, rencana bersama, dll.

Continue reading “Cerita Ta’aruf (1)”

Advertisements
Posted in penaku

Cobain Cornetto Rainbow Pop

20170728_213849
Maafkan foto amatir ini. Gelap krn malam ya

Am I Ice Cream addicted? No. Saya makan (or minum??) ice cream kalau lagi pengen atau penasaran saja. Saya jaauuh lebih suka makanan pedas daripada ice cream, hehe.

Minggu lalu, saya lihat iklan Cornetto Rainbow Pop di tv. Tetiba saya penasaran sama rasanya. Kalau bicara ice cream dan brand Walls, salah satu varian Walls yang saya coret alias yang saya tidak suka adalah Cornetto. Suka atau tidak suka memang relatif. Patokan saya suka ice cream ialah tidak terlalu manis dan tidak bikin haus. Beberapa varian Walls ada kok yang gak bikin haus. Nah, Cornetto semua rasa, bikin saya haus. Tapi ya, saya penasaran dengan Cornetto Rainbow Pop. Kemaren lusa saya cari di Alfamidi dan Indomaret dekat kantor (dan tentunya dekat kost-an), belum ada. Kemaren malam, akhirnya ada di Alfamidi. Saya beli.

Rasanya? Oke disclaimer dulu. Saya bukan yang expert di bidang kuliner khususnya ice cream. So ini pendapat pribadi konsumen awam ya.

20170728_214159

Seperti standarnya Cornetto, paling atas ada coklat padat. Pada Rainbow Pop, ada popping candy yang menyatu dengan coklat padatnya. Coklat padatnya tebal, seperti Cornetto lainnya yang pernah saya makan. Saat digigit, agak keras jadi agak susah. Popping candynya juga agak keras, mungkin dibikin supaya crunchy. Pada bawah coklat padat, ada ice creamnya, rainbow gitu. Coklat, vanilla, dan strawberry. Kalau sudah setengah habisnya, di bagian dalam ice cream rainbownya ada krim caramel yang manis juga (bagi saya terlalu manis). Selebihnya ya sama dengan Cornetto rasa lainnya.

Overall, rasanya ice cream nya yang rainbow tidak jauh beda dengan varian Walls yang ada rainbownya juga. Bagi saya, Cornetto Rainbow Pop ini masih terlalu manis, sama seperti Cornetto lainnya. Terlalu manis bikin saya cepat haus. Satu yang saya sangat suka hanya wafer renyahnya. So, saya bisa makan Cornetto Rainbow Pop ini tapi cukup satu kali saja. Untuk kali kedua? No, thanks. Tapi bagaimanapun, tentu ini selera pribadi. Saya tidak menyalahkan siapa yang suka, pun juga tidak menyalahkan produsennya. Ini hanya pendapat pribadi saja. Saya salut dengan banyaknya varian Walls yang tentu punya targeted consumer yang berbeda.

Posted in penaku

Kartu Pegawai = e-money

Ceritanya, karyawan BUMN dapat kartu karyawan baru, katanya ini kartu sakti BUMN (satu dari banyaak beritanya bisa dilihat di sini). Sesuai sinergi Kementrian BUMN dan para BUMN nya, ini diaaa….kartu karyawan sayaa

20170606_160932.jpg
Wajahnya gak penting jadi ditutupin ya

Berhubung payroll gaji saya di Mandiri, so saya dapat kartu karyawan yang juga berfungsi sebagai e-money Mandiri. Rekan kerja lainnya yang payrollnya di BNI, kartu karyawannya sekaligus berfungsi sebagai Tap Cash BNI. Begitupun yang payroll di BRI dan BTN. Continue reading “Kartu Pegawai = e-money”

Posted in penaku

Tanggapan – Belajar

Untuk tulisan 05 Juli 2017.jpg

Entah karena satu setengah tahun terakhir saya hidup di kota besar atau memang karena memang semakin bertambahnya usia dan bertambahnya teman, saya mendapati banyak jenis orang. Baik dan buruk. Terbuka dan tertutup. Semuanya datang dan pergi. Saya harus belajar untuk menghadapi berbagai jenis orang, mereka yang menjadi teman saya, dan mereka yang berada di persekitaran. Tidak hanya belajar menghadapi, saya juga harus belajar untuk tetap menjadi diri sendiri, senantiasa memperbaiki diri, dan konsisten dengan jati diri sehingga tidak ikut-ikutan menjadi pribadi yang tidak baik -setidaknya sesuai prinsip saya-. Ukuran baik buruknya? Tentunya agama dan nilai di masyarakat.

Beberapa waktu terakhir, entah kenapa, saya merasa agak sering mendengar komentar kurang baik, dalam hal apapun, mau hal sepele maupun hal penting. I mean, komentar yang kurang apresiatif, kurang konstruktif, kurang solutif, dan tentunya kurang positif. Saya khawatir pada diri sendiri, jangan-jangan dalam alam bawah sadar, saya terbawa-bawa untuk berkomentar spontan seperti itu. Astaghfirullaaah… Continue reading “Tanggapan – Belajar”

Posted in penaku

Mudik Lebaran 2017

Ini adalah mudik kedua saya sejak merantau di Jakarta. Lagi-lagi, terkadang saya masih tidak percaya kalau saya seorang perantau. Masih terasa agak aneh karena tidak seperti yang saya bayangkan sejak dulu. Apapun itu, tetap alhamdulillaah. Hehe..lanjuut

Perjalanan Pulang
Saya mengambil cuti dua hari sebelum lebaran dan masuk kerja tepat hari setelah libur lebaran. Mengapa sebelum lebaran? Karena saya rindu beramadhan di rumah. Saya rindu sahur dengan ayah ibu yang apakah tahun depan masih bisa bertiga lagi, atau berubah ‘formasi’, dll. Selasa sore, 20 Juni 2017, setelah berpamitan di kantor, saya menuju Soeta. Sesi pamitan di kantor dibikin heboh Mas Mba Bapak Ibu, hehe. Gara-gara Mas Mahe yang ‘memanasi’, jadinya semua heboh untuk melepas kepergian saya. Continue reading “Mudik Lebaran 2017”

Posted in penaku

Gelisah

Seiring dengan bertambahnya usia, tentu kita akan menghadapi berbagai suka duka, masalah, dan cobaan. Saat kecil dulu, kita mungkin hanya berpikir tentang belajar, bermain, dan berkasih sayang bersama orang tua dan saudara. Saat kuliah, kita berpikir tentang masa depan dan persiapan untuk menjadi seorang yang mandiri. Saat telah mampu memenuhi kebutuhan diri sendiri dengan bekerja atau berbisnis, kita akan berpikir tentang bagaimana caranya untuk survive dan semakin sukses.

Suatu perubahan dalam keseharian dan kehidupan kita juga bisa menjadi masalah tersendiri, minimal kita butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan. Masalah lainnya tentu akan ada dan harus kita hadapi. Pertanyaannya, seberapa kuat kita menghadapi masalah dan bagaimana sikap kita terhadap penyelesaian masalah.

Beberapa masalah yang selama ini saya hadapi, banyak yang harus saya pendam dan atasi sendiri, padahal saya butuh teman untuk bercerita. Ini karena tidak semua orang bisa menjadi tempat kita untuk bercerita atau mungkin seorang yang tepat sedang tidak berada di dekat kita. Jadi, selama ini, kalau saya sedang bingung, gelisah, dan mendapatkan masalah, saya lebih sering sendiri, berdiam diri, berkutat dengan cara penyelesaian masalah, dan tentunya dengan hati yang tidak tenang. Beberapa kali saya menangis sendiri, mencari cara untuk menenangkan lalu menghibur diri, dan mencari penyelesaiannya sendiri. Jika saya masih stuck pada suatu hal, saya berpikir keras untuk menyelesaikannya dengan segera jika memang mendesak. Jika tidak mendesak, saya akan berdiam diri sejenak sebelum kembali ‘tenggelam’ pada masalah itu.

Menangis juga menjadi salah satu cara ampuh untuk meluapkan emosi. Membasuh muka, berwudhu, berdoa, sholat, membaca alquran, untuk menenangkan diri. “Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al-Baqarah [2] : 153).

Now, saya gelisah. Pusing karena memikirkan banyak hal dan beberapa target yang belum diselesaikan. Kalau saya terlalu berkutat memikirkannya, maka akan membuat pikiran dan hati semakin tidak tenang. Berwudhu dan mengadu pada Allah adalah cara ampuh untuk menenangkan dan memohon pertolongan Allah. Saya juga harus beralih sejenak dari masalah itu dan mengerjakan hal lain yang menyenangkan, agar energi saya disalurkan untuk hal lain yang lebih bermanfaat sembari menata diri agar lebih tenang untuk menyelesaikan masalah dan target awal.

 

Tulisan random. Lupakan saja jika dengan membaca ini akan membingungkan Anda. Terima kasih sudah bersedia membaca
Posted in penaku

EASY Sharing

Tiga pekan lalu, saya dihubungi Sigit. Tumben, seorang Sigit tiba-tiba menghubungi saya, hehe. Secara, pekan sebelumnya saya chat singkat via WA ke Sigit, eh dianya yang kaget dan bilang tumben. Ya, begitulah dengan Sigit, hehe pertemanan yang aneh tapi better lah.

Jadi, Sigit mengajak saya Live di Instagram EASY untuk sharing tentang pengalaman saya selama dulu tiga semester di Malaysia. EASY adalah Education Agency Service for You, lengkapnya bisa dilihat di http://www.agentpendidikaneasy.com. Saya kaget karena merasa siapalah saya ini. Apalagi saya tidak pernah live di Instagram karena siapa juga yang mau lihat saya live di akun pribadi. Setelah berdebat tidak penting seperti biasa kalau ngomong sama Sigit ya gini, akhirnya deal saya akan live tanggal 10 Mei.

WhatsApp Image 2017-05-08 at 16.42.16

Rabu malam pukul 20.00, saya live dari The Royal Heritage Solo karena sedang dinas kantor. Alhamdulillah, saya ngomong sampai tidak terasa sudah 1 jam dan live otomatis closed saat closing saya belum selesai, hehe. Tak pe, yang penting saya sudah sharing dan bantu teman-teman tim EASY.

Well, untuk kamu yang penasaran apa itu EASY, silakan klik link di atas ya. Ada juga Instagram dan Line-nya. Tim EASY di Indonesia dan Malaysia akan membantu kamu untuk mewujudkan semangatmu untuk kuliah di Malaysia. Tanyakan apapun yang kamu bingung, mulai dari cara mendaftar sampai peluang beasiswa. Semuaanyaaa, tim EASY akan bantu kamu.