Posted in Ilmu, penaku

TERIMA – TOLAK

Beberapa kali mengikuti rapat atau musyawarah tahunan beberapa organisasi, saya lebih banyak melihat hasil LPJ yang ditolak peserta sidang, hehe. Termasuk saat saya beberapa kali menjadi pengurus di satu dua organisasi. LPJ yang saya sebagai pengurusnya, beberapa kali ditolak. Seingat saya, hanya saat RAT PPI UUM tahun lalu, saat kepengurusan saya dikuliti LPJnya, hanya saat itu saya melihat dan merasakan LPJ diterima. Sebelumnya? Ditolak atau diterima dengan syarat.

Pertama kali mengikuti musyawarah tahunan, saat saya kelas satu MAN (SMA). Saya kaget karena ternyata sidang LPJ itu tidak main-main. Continue reading “TERIMA – TOLAK”

Advertisements
Posted in Ilmu, penaku, Renungan

Generasi Penerus

Pembelajaran bisa didapatkan dari mana saja, termasuk dari pengalaman dan kehidupan orang lain. Sore ini, saya tersadar dari kabur dan lupa akan lingkungan sekitar. Kabur karena sebelumnya pernah jelas. Lupa karena sebelumnya ada ingatan. Tidak hanya saya, namun juga seluruh pelaksana dan peserta Training Dasar (RADAR) 3 yang diadakan Asosiasi Pelajar Islam (ASSALAM) Sumatera Barat. Organisasi di mana saya lahir, belajar, dan besar di sana. Organisasi yang menjalin indahnya persaudaraan dalam kesibukan di berbagai kegiatan positif. *Kalau diteruskan tentang ASSALAMnya, bisa-bisa tulisan ini tidak selesai karena saking banyaknya cerita tentang ASSALAM 🙂 …

RADAR 3 diikuti oleh Continue reading “Generasi Penerus”

Posted in Ilmu, Me, penaku

Daging Saudara

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka , karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang“.
(QS Al-Hujurat:12)

Rasulullah SAW bersabda : “Ghibah ialah engkau menceritakan saudaramu tentang sesuatu yang ia benci.” Si penanya kembali bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah pendapatmu bila apa yang diceritakan itu benar ada padanya?” Rasulullah menjawab, “Kalau memang benar ada padanya, itu Ghibah namanya. Jika tidak benar, berarti engkau telah berbuat buhtan (mengada-ada).” (H.R. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad).

Continue reading “Daging Saudara”

Posted in Ilmu, Renungan

Langkah Pembelajarannya (1)

Anak adalah anugerah yang luar biasa dari Allah dewasanya… Sangat banyak teori dan penjelasan scholars tentang anak dan perkembangannnya (so, gak akan ditulis di sini ya). Salah satu yang menarik dan tidak semua orang tua melakukannya, adalah biarkan anak berekspresi dan melakukan yang ia inginkan SAAT IA KECIL, maksudnya saat ia mempelajari semuanya, saat balitanya…

Salman (1)

Maka, saat ia melakukan sesuatu, lihatlah, perhatikan, awasi, dan coba untuk tidak membatasi geraknya. Mencoba sesuatu yang baru membuatnya tahu, bisa berpikir, dan itu positif untuk perkembangannya.

Salman (2)

Ia tahu bahwa jika ia melakukan ini itu, hasilnya begini, ia akan merasakan begitu. Naah, pembelajaran..

Salman (3)

Naah, sudah 3 steps yang dilaluinya, mulai dari memanjat ala anak kecil, hingga sampai di atas kursi. Kalau anda ada di dekat si anak yang dari gelagatnya akan manjat, apa yang anda lakukan??

Posted in Ilmu

INDON ??

Belum genap dua bulan saya di negera jiran, Malaysia. Banyak hal baru yang ditemukan, banyak pembelajaran yang mengesankan, teman-teman baru yang ramah dan menyenangkan, serta kehidupan kampus yang nyaman. Dan, tentunya, saya mendapatkan banyak hal baru.

Menyoal kata ‘Indon’ yang bagi kita –’beberapa’ rakyat Indonesia- merasa tidak nyaman mendengarnya, kita tahu dari berbagai media di Indonesia bahwa Indon berarti pembantu, atau sejenisnya. Intinya, masyarakat di Indonesia banyak yang merasa bahwa Indon bermaksud mengejek. Ketika berkenalan dengan banyak teman baru, di DPP (Dewan Penginapan Pelajar), di bus stop, di kampus, di kelas, di mushalla, di jalan, dll, mereka bilang “oo, dari Indon ye..”, “Indon kat mane?”, “banyak dari Indon kat sini?” “di Indon banyak bakso, ye..”, dan respon lainnya. Mereka ternyata tidak tahu apa makna kata Indon yang mereka ucapkan. Indon, bagi mereka, ya Indonesia. Saat mereka tahu bahwa Indon artinya pembantu, mereka kaget dan minta maaf. Saya tidak tahu, apakah memang warga Malaysia kebanyakan tidak tahu arti Indon, atau hanya sebagian kecil saja yang tidak tahu. Tapi, saya teringat kata seorang Mak Cik, yang juga keturunan Indonesia, bilang kalau orang di sini memang memanggil kita orang Indon, dan itu sudah umum.

So, apapun panggilan orang lain pada kita, we must ask and confirm. Don’t judge them and don’t be angry…and, jangan langsung terpengaruh kata-kata bernada negatif dari siapapun..Semoga

Posted in Ilmu

Aqidah, Syariat, dan akhlak

Syariah Islam adalah aturan hidup yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Hukum-hukum Islam yang diatur dalam Al Qur’an dan As Sunah meliputi :
1. Aspek aqidah.
2. Aspek akhlaq.
3. Aspek hukum-hukum ‘amaliyah (praktis).
a. Aspek ibadah yang mengatur hubungan hamba dengan Kholiq seperti sholat, zakat, shoum , haji dan seterusnya, serta aspek mu’amalah yang mengatur hubungan sesama hamba. Pada istilah kontemporer, aspek mu’amalah ini meliputi aturan hidup yang sangat luas, yaitu : Continue reading “Aqidah, Syariat, dan akhlak”