Posted in penaku

Seputar Ta’aruf (lagi)

Sejak saya share undangan pernikahan di medsos hingga saat ini (hehe..macam sudah lama padahal baru 3 bulan), ada beberapa orang yang bertanya tentang proses saya ‘bertemu’ dengan suami hingga akhirnya memutuskan menikah. Ada yang penasaran,

“kamu ta’aruf, ci? Serius? Sebelumnya, kamu kenal gak ama calon suamimu?”

Atau

“ha? Ta’aruf? Aku mau dong ciii…”

Lalu

“kok bisa kamu mutusin bilang iya ke calonmu? Gimana cara mantepin hati padahal kan kamu gak deket sama dia, oke lah udah kenal lama..”

“kamu udah bener-bener kenal orangnya? Kan belum pernah jalan sama dia, belum pernah liat dia kalau makan gimana. Kalau ternyata dia makannya banyaak, gimana??”

…dan sebagainyaa..hehe..

Ada juga beberapa teman lama yang minta tolong, Continue reading “Seputar Ta’aruf (lagi)”

Advertisements
Posted in penaku

Cerita Ta’aruf (end)

WhatsApp Image 2017-10-18 at 19.02.54
Pic by him

Alhamdulillaah, akhirnya doa-doa itu dijawab Allah pada waktunya. Saat saya duduk di samping Ibu, saya melihat Ayah dan dia berjabatan tangan lalu mengucap ijab qabul, serasa hati saya berhenti berdetak, hehe…lebay ye…seriously, saya merasa sangat tenang dan damai saat menyaksikan itu. Seorang lelaki yang berani menemui orang tua saya, berani mengambil peran untuk bertanggung jawab atas saya dengan segala kelebihan dan kekurangannya, serta siap untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan saya. Percaya atau tidak, setelah kata SAH diucapkan saksi dan penghulu, seketika rasa cinta itu hadir. Continue reading “Cerita Ta’aruf (end)”

Posted in penaku

Cerita Ta’aruf (2)

Dia?

Saya tahu siapa dia ketika saya mendapatkan biodata dan fotonya versi WA dari Murabbi. Malam, weekdays, sedang tiduran istirahat di kost, tetiba saya dapat WA dari Murabbi. Pertama melihat nama dan fotonya, kaget! Gimana gak, saya kenal dia. Trus dia ada dalam proses ini? Hehe…begitu kira-kira. Kok bisa dia? Lha kan saya dan dia tidak pernah ada komunikasi selama 3 tahun terakhir, termasuk tidak pernah saling like, share, comment di sosmed manapun. Tidak follow2an di instagram. Tidak pernah kirim-kiriman pesan broadcast WA. Pada beberapa grup WA juga kami tidak pernah secara langsung saling komentar pesan masing-masing. Lha ini sekarang? Allaahu Akbar

Saya Bukan Siapa-Siapa
Pada organisasi yang mempertemukan kami, Continue reading “Cerita Ta’aruf (2)”

Posted in penaku

Cerita Ta’aruf (1)

Saya suka sendiri. Cari makan, tidak harus ada teman yang menemani. Mau jalan ke mall, santai saja kalau sendiri dan tampilan sederhana. Mau jajan, sendiri saja karena bisa memilih dan ke sana sini tanpa menanyakan kesediaan teman. Saya suka sendiri.

Namun, ini tidak bisa diteruskan. Saya tidak bisa selalu sendiri. Saya harus menjalankan salah satu Sunnah Rasulullaah SAW, menikah. Mulailah terpikirkan untuk menikah meski yaa saya saat itu belum tahu kapan akan menikah dan dengan siapa. Berbisik, saya berdoa, kalau saya ingin menikah di usia 25 tahun. Pada akhir tahun 2016, saya mulai agak sering berpikir; tahun depan saya 25 tahun, bagaimana dengan pernikahan?

Dekat dengan seseorang? Tidak.
Apakah ada seseorang yang saya ‘lihat’ di kantor? Tidak.
Mungkin teman lama atau kenalan? Ada, tapi ya sebatas teman, tidak ada kedekatan khusus, rencana bersama, dll.

Continue reading “Cerita Ta’aruf (1)”

Posted in penaku

Cobain Cornetto Rainbow Pop

20170728_213849
Maafkan foto amatir ini. Gelap krn malam ya

Am I Ice Cream addicted? No. Saya makan (or minum??) ice cream kalau lagi pengen atau penasaran saja. Saya jaauuh lebih suka makanan pedas daripada ice cream, hehe.

Minggu lalu, saya lihat iklan Cornetto Rainbow Pop di tv. Tetiba saya penasaran sama rasanya. Kalau bicara ice cream dan brand Walls, salah satu varian Walls yang saya coret alias yang saya tidak suka adalah Cornetto. Suka atau tidak suka memang relatif. Patokan saya suka ice cream ialah tidak terlalu manis dan tidak bikin haus. Beberapa varian Walls ada kok yang gak bikin haus. Nah, Cornetto semua rasa, bikin saya haus. Tapi ya, saya penasaran dengan Cornetto Rainbow Pop. Kemaren lusa saya cari di Alfamidi dan Indomaret dekat kantor (dan tentunya dekat kost-an), belum ada. Kemaren malam, akhirnya ada di Alfamidi. Saya beli.

Rasanya? Oke disclaimer dulu. Saya bukan yang expert di bidang kuliner khususnya ice cream. So ini pendapat pribadi konsumen awam ya.

20170728_214159

Seperti standarnya Cornetto, paling atas ada coklat padat. Pada Rainbow Pop, ada popping candy yang menyatu dengan coklat padatnya. Coklat padatnya tebal, seperti Cornetto lainnya yang pernah saya makan. Saat digigit, agak keras jadi agak susah. Popping candynya juga agak keras, mungkin dibikin supaya crunchy. Pada bawah coklat padat, ada ice creamnya, rainbow gitu. Coklat, vanilla, dan strawberry. Kalau sudah setengah habisnya, di bagian dalam ice cream rainbownya ada krim caramel yang manis juga (bagi saya terlalu manis). Selebihnya ya sama dengan Cornetto rasa lainnya.

Overall, rasanya ice cream nya yang rainbow tidak jauh beda dengan varian Walls yang ada rainbownya juga. Bagi saya, Cornetto Rainbow Pop ini masih terlalu manis, sama seperti Cornetto lainnya. Terlalu manis bikin saya cepat haus. Satu yang saya sangat suka hanya wafer renyahnya. So, saya bisa makan Cornetto Rainbow Pop ini tapi cukup satu kali saja. Untuk kali kedua? No, thanks. Tapi bagaimanapun, tentu ini selera pribadi. Saya tidak menyalahkan siapa yang suka, pun juga tidak menyalahkan produsennya. Ini hanya pendapat pribadi saja. Saya salut dengan banyaknya varian Walls yang tentu punya targeted consumer yang berbeda.

Posted in penaku

Kartu Pegawai = e-money

Ceritanya, karyawan BUMN dapat kartu karyawan baru, katanya ini kartu sakti BUMN (satu dari banyaak beritanya bisa dilihat di sini). Sesuai sinergi Kementrian BUMN dan para BUMN nya, ini diaaa….kartu karyawan sayaa

20170606_160932.jpg
Wajahnya gak penting jadi ditutupin ya

Berhubung payroll gaji saya di Mandiri, so saya dapat kartu karyawan yang juga berfungsi sebagai e-money Mandiri. Rekan kerja lainnya yang payrollnya di BNI, kartu karyawannya sekaligus berfungsi sebagai Tap Cash BNI. Begitupun yang payroll di BRI dan BTN. Continue reading “Kartu Pegawai = e-money”

Posted in penaku

Tanggapan – Belajar

Untuk tulisan 05 Juli 2017.jpg

Entah karena satu setengah tahun terakhir saya hidup di kota besar atau memang karena memang semakin bertambahnya usia dan bertambahnya teman, saya mendapati banyak jenis orang. Baik dan buruk. Terbuka dan tertutup. Semuanya datang dan pergi. Saya harus belajar untuk menghadapi berbagai jenis orang, mereka yang menjadi teman saya, dan mereka yang berada di persekitaran. Tidak hanya belajar menghadapi, saya juga harus belajar untuk tetap menjadi diri sendiri, senantiasa memperbaiki diri, dan konsisten dengan jati diri sehingga tidak ikut-ikutan menjadi pribadi yang tidak baik -setidaknya sesuai prinsip saya-. Ukuran baik buruknya? Tentunya agama dan nilai di masyarakat.

Beberapa waktu terakhir, entah kenapa, saya merasa agak sering mendengar komentar kurang baik, dalam hal apapun, mau hal sepele maupun hal penting. I mean, komentar yang kurang apresiatif, kurang konstruktif, kurang solutif, dan tentunya kurang positif. Saya khawatir pada diri sendiri, jangan-jangan dalam alam bawah sadar, saya terbawa-bawa untuk berkomentar spontan seperti itu. Astaghfirullaaah… Continue reading “Tanggapan – Belajar”