Posted in penaku

Dua Puluh Lima Tahun

Rasanya, baru kemaren saya sibuk sekolah dan mengikuti banyak kegiatan. Pagi diantar Ayah ke sekolah, malam sampai di rumah dan langsung disambut Ibu dengan kasih sayang dan tentunya makan malam. Rasanya, baru kemaren saya lulus SNMPTN, berkuliah di jurusan keguruan, lalu galau dan mengikuti wawancara pindah jurusan, dan masuk ke kelas -kecil- baru dengan teman yang harus selalu bersama dalam empat tahun masa perkuliahan. Rasanya, baru kemaren saya menikmati hari-hari di UUM dengan segala suka dukanya. Bahagia saat mempelajari hal baru, menangis saat diberi amanah besar. Rasanya, baru kemaren saya wisuda dan membawa Ayah Ibu jalan-jalan di KL dan Hatyai, sebelum merasakan menjadi seorang pencari kerja. Rasanya, baru kemaren saya menjadi karyawan baru di BSM, mempelajari banyak hal, dan menikmati kesibukan. Rasanya, baru kemaren saya semangat ingin keluar dari comfort zone dengan mencoba seleksi perusahaan lain, merasakan bahagianya lolos tahap demi tahap, tapi sedih karena harus meninggalkan zona nyaman. Rasanya, baru kemaren saya merantau dengan sedikit galau, mengikuti berbagai tahapan training karyawan baru, berpindah kota, lalu menetap di Jakarta. Rasanya, baru kemaren saya berusaha keras untuk cepat beradaptasi dan memahami rumitnya pekerjaan, mendapatkan banyak teman baru, dan menikmati kesendirian.

Continue reading “Dua Puluh Lima Tahun”

Advertisements
Posted in penaku

Salon Muslimah di Jakarta Barat

PhotoGrid_1494746947166.jpg

Setelah lama googling dan mencari yang cocok, akhirnya saya follow Instagramnya @moz5salon dan baca-baca websitenya Moz5. Sebenarnya saya bukan yang rutin ke salon tapi I still need salon. Saya perlu creambath walaupun jarang, hehe. Saya juga ingin ‘memanjakan’ diri di tengah tingginya load kerja, hiruk pikuk kota, dan kesendirian, hehe. Selama ini ke Salon hanya untuk creambath. Hingga akhirnya beberapa hari ini saya berpikir kalau tidak ada salahnya untuk mencoba selain creambath, salah satunya sebagai reward untuk diri sendiri atas pekerjaan yang sangat berat akhir-akhir ini. Tentunya harus di salon khusus wanita, kalau bisa yang khusus muslimah. Continue reading “Salon Muslimah di Jakarta Barat”

Posted in penaku

Mengapa Kita Perlu Menikah? (3)

Sumber: Buku Mahkota Pengantin (Tuhfah al-Arusain)
Penulis: Majdi bin Manshur bin Sayyid asy-Syuri
Penerjemah: Ahmad Syaikhu
Cetakan: Juli 2016 (cetakan keenam)

Salah satu bentuk ibadah seorang suami ialah mencintai istrinya karena Allah SWT, mencintai istrinya tidak melebihi rasa cintanya pada Allah SWT. Rasa cinta dan sayangnya akan membuatnya terhindar dari hal yang diharamkan di luar rumah. Suami harus menjaga kesucian dan ketaatannya pada Allah SWT.

Istri Rasulullah SAW
Pertama : Khadijah Binti Khuwailid al-Qarsyiyyah al-Asadiyyah
Khadijah dinikahi saat berusia 40 tahun. Rasulullah SAW hanya menikah dengan Khadijah hingga Khadijah wafat (wafat pada 3 tahun sebelum Hijrah).

Kedua : Saudah binti Zam’ah al-Qarsyiyyah
Seorang janda saat dinikahi Rasulullah SAW. Ia kelak memberikan hari gilirnya kepada Aisyah.

Ketiga : Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq
Aisyah dinikahi pada bulan Syawal dalam usia 6 tahun, lalu membina rumah tangga dengan Rasulullah SAW pada bulan Syawal tahun pertama Hijriah dalam usia 9 tahun. Rasulullah SAW tidak menikah dengan satu gadis selain Aisyah. Aisyah ialah wanita paling faqih dan paling tahu tentang urusan agama.

Keempat : Hafshah binti Umar bin Al-Khattab

Kelima : Zainab binti Khuzaimah bin al-Harits al-Qaisiyyah
Zainab meninggal di sisi Nabi setelah 2 bulan menikah.

Keenam : Ummu Salamah Hindun binti Abi Umayyah al-Qarasyiyyah al-Mahzumiyyah

Ketujuh : Zainab binti Jahsy
Zainab ialah keturunan Bani Asad bin Khuzaimah. Ia adalah putri bibi Rasulullah dari pihak Ibu (Aminah).

Kedelapan : Juwairiyyah binti al-Harits bin Abi Dhirar al-Mushthaliqiyah
Ia ialah salah satu tawanan Bani al-Mushthaliq, yang datang ke Rasulullah SAW untuk meminta bantuan untuk dibebaskan. Lalu Rasulullah SAW membebaskan dan menikahinya.

Kesembilan : Ummu Habibah (Ramlah binti Abi Sufyan Shakhr bin Harb al-Qarsyiyyah al-Umawiyyah
Nama lainnya ialah Hindun. Rasulullah SAW menikahinya saat Ummu Habibah berada di Habsyah sebagai wanita yang berhijrah. Ia meninggal pada masa pemerintahan saudaranya yaitu Muawiyah.

Kesepuluh : Shafiyyah binti Huyay bin Akhthab
ia dari Bani Nadhir, keturunan Harun bin Imran.

Kesebelas : Maimunah binti al-Harits al-Hilaliyah
ia adalah wanita terakhir yang dinikahi Rasulullah SAW.

Posted in penaku

Seat Pesawat

20170126_061647

Pertama kali naik pesawat, saya masih SMA. Hehe…mungkin telat banget untuk sebagian orang. Saat itu saya naik pesawat Padang-Medan PP, untuk mengikuti MTQ Telkom -saya ikut di kelompok anak karyawan-. Sensasinya? Ya agak aneh tapi tidak menakutkan. Nah, saat flight Medan-Padang, ada guncangan gitu, turbulensi. Wah itu saya lumayan gugup.

Selanjutnya, saya ke Batam satu dua kali, ke rumah kakak pertama.Biasa sih, naik Sriwijaya, Lion, atau Citilink. Ya, cari yang paling murah.

Saat kuliah, saya naik Air Asia Padang-KL. Hanya ada Air Asia jadi tidak ada pilihan lain. Alhamdulillah ini direct flight, tidak seperti satu dua tahun sebelumnya masih harus ke Jakarta dulu. Biasa juga, tidak ada yang istimewa bagi saya. Turbulensi kedua saya alami saat flight KL-Alor Star. Waktu itu malam dan hujan badai. Wah guncangannya luar biasa, tapi tidak sampai mengeluarkan alat bantu nafas dll. Pikiran saya sudah yang buruk saat itu, tapi saya tetap diam kalem jaim behave (hehe..) karena duduk sebelahan dengan Pak dosen 😃 Continue reading “Seat Pesawat”

Posted in penaku

Mengapa Kita Perlu Menikah? (2)

Sumber: Buku Mahkota Pengantin (Tuhfah al-Arusain)
Penulis: Majdi bin Manshur bin Sayyid asy-Syuri
Penerjemah: Ahmad Syaikhu
Cetakan: Juli 2016 (cetakan keenam)

Pertama : Menikah Merupakan Sunnah Rasul
Menikah adalah sunnah Rasul, seperti pada Qs. Ar-Ra’d 38 : Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kami dan Kami memberikan pada mereka istri-istri dan keturunan. Continue reading “Mengapa Kita Perlu Menikah? (2)”

Posted in penaku

Ringkasan Buku Shaleh Tapi Tak Berdaya Guna (Bab II)

Membaca judul buku ini, saya sudah merasa tersindir. Namun ini membuat saya semakin semangat membuka dan membacanya. Pertama melihat dan meringkas bab II buku ini, saya masih pinjam punya teman. Sekarang saya sedang menunggu paketan buku yang sudah saya beli online.

Penulis : Muhammad bin Hasan bin Aqil Musa Syarif

BAB II : URGENSI AMAL DAN MENGAKHIRI KETIDAKBERDAYAAN

Penegakan agama Allah SWT adalah perkara yang mulia dan agung di muka bumi. Ini adalah salah satu tugas dan ibadah para Nabi, Rasul, dan orang-orang mushlih. Penegakan agama Allah SWT dapat berupa berbagai cara dan pengejawantahan. Mengamalkan Alquran dan hadits sehingga menjadi muslim yang baik adalah bentuk sederhana dari penegakan agama Allah SWT. Pada Alquran dan hadits, sangat banyak pembelajaran tentang akhlak mulia yang jika kita amalkan, maka orang lain dapat melihat bahwa Islam penuh dengan nilai kebaikan, tidak seperti berbagai propaganda nonmuslim saat ini. Continue reading “Ringkasan Buku Shaleh Tapi Tak Berdaya Guna (Bab II)”