Posted in penaku

Mudik Lebaran 2017

Ini adalah mudik kedua saya sejak merantau di Jakarta. Lagi-lagi, terkadang saya masih tidak percaya kalau saya seorang perantau. Masih terasa agak aneh karena tidak seperti yang saya bayangkan sejak dulu. Apapun itu, tetap alhamdulillaah. Hehe..lanjuut

Perjalanan Pulang
Saya mengambil cuti dua hari sebelum lebaran dan masuk kerja tepat hari setelah libur lebaran. Mengapa sebelum lebaran? Karena saya rindu beramadhan di rumah. Saya rindu sahur dengan ayah ibu yang apakah tahun depan masih bisa bertiga lagi, atau berubah ‘formasi’, dll. Selasa sore, 20 Juni 2017, setelah berpamitan di kantor, saya menuju Soeta. Sesi pamitan di kantor dibikin heboh Mas Mba Bapak Ibu, hehe. Gara-gara Mas Mahe yang ‘memanasi’, jadinya semua heboh untuk melepas kepergian saya. Continue reading “Mudik Lebaran 2017”

Advertisements
Posted in penaku

Gelisah

Seiring dengan bertambahnya usia, tentu kita akan menghadapi berbagai suka duka, masalah, dan cobaan. Saat kecil dulu, kita mungkin hanya berpikir tentang belajar, bermain, dan berkasih sayang bersama orang tua dan saudara. Saat kuliah, kita berpikir tentang masa depan dan persiapan untuk menjadi seorang yang mandiri. Saat telah mampu memenuhi kebutuhan diri sendiri dengan bekerja atau berbisnis, kita akan berpikir tentang bagaimana caranya untuk survive dan semakin sukses.

Suatu perubahan dalam keseharian dan kehidupan kita juga bisa menjadi masalah tersendiri, minimal kita butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan. Masalah lainnya tentu akan ada dan harus kita hadapi. Pertanyaannya, seberapa kuat kita menghadapi masalah dan bagaimana sikap kita terhadap penyelesaian masalah.

Beberapa masalah yang selama ini saya hadapi, banyak yang harus saya pendam dan atasi sendiri, padahal saya butuh teman untuk bercerita. Ini karena tidak semua orang bisa menjadi tempat kita untuk bercerita atau mungkin seorang yang tepat sedang tidak berada di dekat kita. Jadi, selama ini, kalau saya sedang bingung, gelisah, dan mendapatkan masalah, saya lebih sering sendiri, berdiam diri, berkutat dengan cara penyelesaian masalah, dan tentunya dengan hati yang tidak tenang. Beberapa kali saya menangis sendiri, mencari cara untuk menenangkan lalu menghibur diri, dan mencari penyelesaiannya sendiri. Jika saya masih stuck pada suatu hal, saya berpikir keras untuk menyelesaikannya dengan segera jika memang mendesak. Jika tidak mendesak, saya akan berdiam diri sejenak sebelum kembali ‘tenggelam’ pada masalah itu.

Menangis juga menjadi salah satu cara ampuh untuk meluapkan emosi. Membasuh muka, berwudhu, berdoa, sholat, membaca alquran, untuk menenangkan diri. “Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al-Baqarah [2] : 153).

Now, saya gelisah. Pusing karena memikirkan banyak hal dan beberapa target yang belum diselesaikan. Kalau saya terlalu berkutat memikirkannya, maka akan membuat pikiran dan hati semakin tidak tenang. Berwudhu dan mengadu pada Allah adalah cara ampuh untuk menenangkan dan memohon pertolongan Allah. Saya juga harus beralih sejenak dari masalah itu dan mengerjakan hal lain yang menyenangkan, agar energi saya disalurkan untuk hal lain yang lebih bermanfaat sembari menata diri agar lebih tenang untuk menyelesaikan masalah dan target awal.

 

Tulisan random. Lupakan saja jika dengan membaca ini akan membingungkan Anda. Terima kasih sudah bersedia membaca
Posted in penaku

EASY Sharing

Tiga pekan lalu, saya dihubungi Sigit. Tumben, seorang Sigit tiba-tiba menghubungi saya, hehe. Secara, pekan sebelumnya saya chat singkat via WA ke Sigit, eh dianya yang kaget dan bilang tumben. Ya, begitulah dengan Sigit, hehe pertemanan yang aneh tapi better lah.

Jadi, Sigit mengajak saya Live di Instagram EASY untuk sharing tentang pengalaman saya selama dulu tiga semester di Malaysia. EASY adalah Education Agency Service for You, lengkapnya bisa dilihat di http://www.agentpendidikaneasy.com. Saya kaget karena merasa siapalah saya ini. Apalagi saya tidak pernah live di Instagram karena siapa juga yang mau lihat saya live di akun pribadi. Setelah berdebat tidak penting seperti biasa kalau ngomong sama Sigit ya gini, akhirnya deal saya akan live tanggal 10 Mei.

WhatsApp Image 2017-05-08 at 16.42.16

Rabu malam pukul 20.00, saya live dari The Royal Heritage Solo karena sedang dinas kantor. Alhamdulillah, saya ngomong sampai tidak terasa sudah 1 jam dan live otomatis closed saat closing saya belum selesai, hehe. Tak pe, yang penting saya sudah sharing dan bantu teman-teman tim EASY.

Well, untuk kamu yang penasaran apa itu EASY, silakan klik link di atas ya. Ada juga Instagram dan Line-nya. Tim EASY di Indonesia dan Malaysia akan membantu kamu untuk mewujudkan semangatmu untuk kuliah di Malaysia. Tanyakan apapun yang kamu bingung, mulai dari cara mendaftar sampai peluang beasiswa. Semuaanyaaa, tim EASY akan bantu kamu.

Posted in penaku

Dua Puluh Lima Tahun

Rasanya, baru kemaren saya sibuk sekolah dan mengikuti banyak kegiatan. Pagi diantar Ayah ke sekolah, malam sampai di rumah dan langsung disambut Ibu dengan kasih sayang dan tentunya makan malam. Rasanya, baru kemaren saya lulus SNMPTN, berkuliah di jurusan keguruan, lalu galau dan mengikuti wawancara pindah jurusan, dan masuk ke kelas -kecil- baru dengan teman yang harus selalu bersama dalam empat tahun masa perkuliahan. Rasanya, baru kemaren saya menikmati hari-hari di UUM dengan segala suka dukanya. Bahagia saat mempelajari hal baru, menangis saat diberi amanah besar. Rasanya, baru kemaren saya wisuda dan membawa Ayah Ibu jalan-jalan di KL dan Hatyai, sebelum merasakan menjadi seorang pencari kerja. Rasanya, baru kemaren saya menjadi karyawan baru di BSM, mempelajari banyak hal, dan menikmati kesibukan. Rasanya, baru kemaren saya semangat ingin keluar dari comfort zone dengan mencoba seleksi perusahaan lain, merasakan bahagianya lolos tahap demi tahap, tapi sedih karena harus meninggalkan zona nyaman. Rasanya, baru kemaren saya merantau dengan sedikit galau, mengikuti berbagai tahapan training karyawan baru, berpindah kota, lalu menetap di Jakarta. Rasanya, baru kemaren saya berusaha keras untuk cepat beradaptasi dan memahami rumitnya pekerjaan, mendapatkan banyak teman baru, dan menikmati kesendirian.

Continue reading “Dua Puluh Lima Tahun”

Posted in penaku

Salon Muslimah di Jakarta Barat

PhotoGrid_1494746947166.jpg

Setelah lama googling dan mencari yang cocok, akhirnya saya follow Instagramnya @moz5salon dan baca-baca websitenya Moz5. Sebenarnya saya bukan yang rutin ke salon tapi I still need salon. Saya perlu creambath walaupun jarang, hehe. Saya juga ingin ‘memanjakan’ diri di tengah tingginya load kerja, hiruk pikuk kota, dan kesendirian, hehe. Selama ini ke Salon hanya untuk creambath. Hingga akhirnya beberapa hari ini saya berpikir kalau tidak ada salahnya untuk mencoba selain creambath, salah satunya sebagai reward untuk diri sendiri atas pekerjaan yang sangat berat akhir-akhir ini. Tentunya harus di salon khusus wanita, kalau bisa yang khusus muslimah. Continue reading “Salon Muslimah di Jakarta Barat”

Posted in penaku

Mengapa Kita Perlu Menikah? (3)

Sumber: Buku Mahkota Pengantin (Tuhfah al-Arusain)
Penulis: Majdi bin Manshur bin Sayyid asy-Syuri
Penerjemah: Ahmad Syaikhu
Cetakan: Juli 2016 (cetakan keenam)

Salah satu bentuk ibadah seorang suami ialah mencintai istrinya karena Allah SWT, mencintai istrinya tidak melebihi rasa cintanya pada Allah SWT. Rasa cinta dan sayangnya akan membuatnya terhindar dari hal yang diharamkan di luar rumah. Suami harus menjaga kesucian dan ketaatannya pada Allah SWT.

Istri Rasulullah SAW
Pertama : Khadijah Binti Khuwailid al-Qarsyiyyah al-Asadiyyah
Khadijah dinikahi saat berusia 40 tahun. Rasulullah SAW hanya menikah dengan Khadijah hingga Khadijah wafat (wafat pada 3 tahun sebelum Hijrah).

Kedua : Saudah binti Zam’ah al-Qarsyiyyah
Seorang janda saat dinikahi Rasulullah SAW. Ia kelak memberikan hari gilirnya kepada Aisyah.

Ketiga : Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq
Aisyah dinikahi pada bulan Syawal dalam usia 6 tahun, lalu membina rumah tangga dengan Rasulullah SAW pada bulan Syawal tahun pertama Hijriah dalam usia 9 tahun. Rasulullah SAW tidak menikah dengan satu gadis selain Aisyah. Aisyah ialah wanita paling faqih dan paling tahu tentang urusan agama.

Keempat : Hafshah binti Umar bin Al-Khattab

Kelima : Zainab binti Khuzaimah bin al-Harits al-Qaisiyyah
Zainab meninggal di sisi Nabi setelah 2 bulan menikah.

Keenam : Ummu Salamah Hindun binti Abi Umayyah al-Qarasyiyyah al-Mahzumiyyah

Ketujuh : Zainab binti Jahsy
Zainab ialah keturunan Bani Asad bin Khuzaimah. Ia adalah putri bibi Rasulullah dari pihak Ibu (Aminah).

Kedelapan : Juwairiyyah binti al-Harits bin Abi Dhirar al-Mushthaliqiyah
Ia ialah salah satu tawanan Bani al-Mushthaliq, yang datang ke Rasulullah SAW untuk meminta bantuan untuk dibebaskan. Lalu Rasulullah SAW membebaskan dan menikahinya.

Kesembilan : Ummu Habibah (Ramlah binti Abi Sufyan Shakhr bin Harb al-Qarsyiyyah al-Umawiyyah
Nama lainnya ialah Hindun. Rasulullah SAW menikahinya saat Ummu Habibah berada di Habsyah sebagai wanita yang berhijrah. Ia meninggal pada masa pemerintahan saudaranya yaitu Muawiyah.

Kesepuluh : Shafiyyah binti Huyay bin Akhthab
ia dari Bani Nadhir, keturunan Harun bin Imran.

Kesebelas : Maimunah binti al-Harits al-Hilaliyah
ia adalah wanita terakhir yang dinikahi Rasulullah SAW.

Posted in penaku

Seat Pesawat

20170126_061647

Pertama kali naik pesawat, saya masih SMA. Hehe…mungkin telat banget untuk sebagian orang. Saat itu saya naik pesawat Padang-Medan PP, untuk mengikuti MTQ Telkom -saya ikut di kelompok anak karyawan-. Sensasinya? Ya agak aneh tapi tidak menakutkan. Nah, saat flight Medan-Padang, ada guncangan gitu, turbulensi. Wah itu saya lumayan gugup.

Selanjutnya, saya ke Batam satu dua kali, ke rumah kakak pertama.Biasa sih, naik Sriwijaya, Lion, atau Citilink. Ya, cari yang paling murah.

Saat kuliah, saya naik Air Asia Padang-KL. Hanya ada Air Asia jadi tidak ada pilihan lain. Alhamdulillah ini direct flight, tidak seperti satu dua tahun sebelumnya masih harus ke Jakarta dulu. Biasa juga, tidak ada yang istimewa bagi saya. Turbulensi kedua saya alami saat flight KL-Alor Star. Waktu itu malam dan hujan badai. Wah guncangannya luar biasa, tapi tidak sampai mengeluarkan alat bantu nafas dll. Pikiran saya sudah yang buruk saat itu, tapi saya tetap diam kalem jaim behave (hehe..) karena duduk sebelahan dengan Pak dosen 😃 Continue reading “Seat Pesawat”