Posted in Me

Waktu

Waktu memang terus berganti. Waktu memang terus ‘berjalan’, tanpa lelah, tanpa henti, karena waktu memang tidak tahu dengan lelah dan henti.

Masa itu memang tidak lama. Pertemuan yang tidak direncanakan. Perkenalan yang tidak pernah terpikirkan. Pun perpisahan yang harus dihadapi. Tentu hanya Allah yang tahu apa yang baik bagi hambaNya. Dia mempertemukan, mendekatkan, menjauhkan, dan memisahkan. HambaNya cukup menjalani dengan sebaik-baiknya, agar hikmah itu dipahami hambaNya.

Masa itu memang harus dijalani dengan baik. Mereka berusaha menjalaninya, menjadikan semuanya sebagai pembelajaran. Mereka dipertemukan, dikenalkan. Mereka berteman dengan baik. Masalah-masalah yang muncul di antara mereka, harus mereka akrabi. Saling peduli, itu memang nilai pertemanan. Saat jenuh, mereka akan menjauh dahulu. Mereka akan kembali setelahnya. Namun, saat masing-masingnya menyendiri, kadang mereka dipertemukan secara tidak sengaja, di keramaian dan kesunyian.

Masa perpisahan yang harus terjadi. Senyuman yang sarat kesedihan. Lambaian tangan yang dipaksakan. Berusaha menerima keniscayaan. Mereka tidak –akan- seperti dahulu lagi. Mereka mempunyai kehidupan lain yang mungkin lebih pasti. Segan, malu, takut, mereka di sana.

Hai teman-teman, bagaimana kalian di sana??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s